Makan atau Dimakan
#028: Pengalaman Pangan
Makan atau Dimakan
028: Pengalaman Pangan
Pengantar Penulis:
Disclaimer: (Topik Sensitif) Segala bentuk pembahasan disini hanya hipotesis/cara pandang penulis atas bentuk keresahan pribadi untuk menemukan jawaban, bukan untuk diilhami secara pasti terkait kebenarannya/valid, sebab bersifat subjektif. Harapannya para pembaca dapat terbuka terkait pemikirannya sendiri dan mampu memfalsafahkan sendiri, karena keingintahuan memiliki alasan tersendiri untuk keberadaannya.

Jujur,
Aku tidak tahu ternyata situasi keuangan semenyulitkan itu dan berpengaruh mengatur kehidupanku.
Hidup di bawah garis kemiskinan ternyata tidaklah mudah, bukan dalam rangka meromantisasi situasi pelik, hanya saja 20 tahun lebih aku merasakannya, satu kata bersyukur yang bisa meredam kecemasan pikiranku sejauh ini.
Ceroboh, mungkin itu satu kata yang cocok disematkan kepadaku saat ini. Lulus sarjana dengan predikat cumlaude ternyata tidak serta merta mengangkat derajatku untuk hidup lebih layak. Aku tidak memiliki mentalitas untuk bertahan hidup lebih lama, tidak memiliki mentalitas untuk bersaing meraih mimpi, bahkan tidak memiliki mentalitas untuk sekadar bangun dari tidur.
Bagiku sekarang, mimpi hanyalah mimpi, mimpi hanyalah hiburan semata, realitas jauh lebih kejam dan tidak bisa terbayangkan. Aku bahkan tidak punya pandangan masa depanku seperti apa. Mungkin orang lain bermimpi menikah, berkeluarga dan memiliki anak. Sedangkan aku memikirkan bisa makan untuk besok saja masih mikir keras. Aku begitu khatawir tentang betapa perhitungannya diriku ketika mengeluarkan uang untuk makan. Iri mungkin ketika orang lain bisa mengeluarkan uang untuk makanan yang menurutku cenderung next level economy.
Benar saja, makanan menjadi salah satu dari sebagian contoh yang mencerminkan mengapa mentalitasku masih terus ditahap survival. Bahkan aku lebih heran, kenapa orang bisa begitu menikmati makanan dalam setiap suapannya, menikmati konten yang dibuatnya, bahkan lahap untuk memakannya sampai ke dalam lambung.
Cerita temanku memang menamparku sesuatu yang begitu pedas terasa. Menurutnya makanan adalah jalan refreshingnya sekaligus sebagai stress release dalam penatnya menjalani kehidupan. Aku tidak bisa berpikir sejauh itu, menurutku makanan adalah sekadar kebutuhan perut, asal kenyang itu suatu bentuk syukur dari langit. Balik lagi setiap historical makanan memiliki ceritanya sendiri, mungkin latar belakang kita berbeda, tentu yang membentuk mentalitas tersebut.
Bagiku makan dan makanan tidak jauh dari political will, dimana bias statu quo kelas sosial begitu terlihat. Dari cara makan kita bisa melihat dia dari kalangan mana, dari makanan kita bisa melihat dia terbiasa selera apa. Tempat makan pun bisa saja menghukum suatu kalangan tertentu untuk mencobanya, membunuh rasa dengan standar yang ditetapkan.
Tapi, kenyataannya seperti itu yang aku rasakan, mungkin mentalitasku masih disitu-situ saja, tidak pernah merubah sekalipun statusku naik satu tingkat lebih. Aku tidak menganggap situasiku suatu keburukan, atau bisa saja aku salah memberikan persepsi.
Ya begitulah adanya. Semoga besok aku masih bisa makan ya!
Tidak seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya yang berusaha menyampaikan argumentasi buah dari pemikiran saya atau inspirasi-inspirasi lainnya. Tulisan kali ini tidak justru penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang mencari dan butuh jawaban, yang mana ingin jadi bahan diskusi, diskursus, ataupun refleksi yang berkelanjutan kedepannya bukan sebagai ajang mencari posisi siapa yang benar dalam topik ini. Terbaring lemas tidak berdaya ya begitulah akhir yang kuinginkan, hanya rasa sayang dan diperhatikan akan membuatku lega.
Informasi selengkapnya terkait konten-konten menarik terkait seni dan desain oleh penulis bisa klik link ini www.linktr.ee/inteens
메타데이터
- post_id
- 51224e7bbae4
- slug
- makan-atau-dimakan-51224e7bbae4
- url
- https://medium.com/@onlyemptyspacescanbefilled/makan-atau-dimakan-51224e7bbae4
- canonical_url
- https://medium.com/@onlyemptyspacescanbefilled/makan-atau-dimakan-51224e7bbae4
- author_url
- https://medium.com/@onlyemptyspacescanbefilled
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 12:15:08