← Back to list

SEMESTA KAU JAHAT !

Mengetahui bahwa kau tidak berpihak pada kita, seketika serasa lumpuh seluruh tubuh ini. Kaku seketika. Mulut tak sanggup berkata-kata…

Kiven Er · 2020-05-22 19:07 · 1 claps · 2.1 min read
#indonesia #bahasa-indonesia #love #sad #relationships
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

SEMESTA KAU JAHAT !

Mengetahui bahwa kau tidak berpihak pada kita, seketika serasa lumpuh seluruh tubuh ini. Kaku seketika. Mulut tak sanggup berkata-kata. Ragaku lemas. Juga menjadi lemah tak berdaya. Kenapa semesta ? Jawablah. Kenapa kau lebih berpihak padanya sementara aku, aku kau biarkan terjatuh hancur berkeping-keping. Kau hanya menjadikan ku batu loncatan demi bahagianya sendiri bukan bahagia ku denganya. Demi bahagianya dengan yang lain bukan bahagiaku. Kenapa Semesta? Jawablah. Apakah kau tuli? Apakah kau bisu? Kenapa kau biarkan luka yang sama terjadi untuk kesekian kalinya dan sasarannya selalu padaku.

Tadinya aku pikir masa pencarian ku sudah usai. Aku sudah lelah disayat-sayat oleh ketidakpastian dan pengkhianatan. Kekecewaan menjadi santapan hari-hari kala itu. Sakit akibatnya. Bukan gizi yang aku dapatkan melainkan kekecewaan. Aku sudah berusaha berdamai dengan masa laluku termasuk dengannya, seniman ‘luka’ yang handal, yang mampu menggoreskan karyanya di salah satu organ vitalku yang disebut dengan hati.

Sesak di dada kutanggung sendiri. Berhari-hari hingga perlahan menghilang dan bisa bernapas legah lagi. Menghirup udara segar lagi. Mempunyai harapan baru lagi. Memang butuh proses agar semuanya hilang dan tidak terjadi pengalaman yang sama lagi.

Dan pada akhirnya, semesta, kau mempertemukan aku dengan dia. Yang tadinya aku pikir dia adalah pelabuhan terakhir ku setelah sekian lama aku bermuara mengarungi lautan luas dengan menghadapi berbagai macam benturan ombak dan tiupan angin kencang yang seolah-olah menutup harapan ku.

Sejujurnya aku takut menaruh hati ini ke orang yang salah lagi, takut luka yang sama menghampiri. Namun, kala itu aku masih rapuh dan sangat muda dikalahkan oleh yang namanya ego. Aku menaruh harapan penuh padanya. Berusaha semaksimal mungkin agar dia benar-benar nyaman padaku.

Sempat aku bertanya padanya “Apakah kau benar-benar serius denganku” sebab aku tidak suka dibohongi, aku tidak suka dikasihani atas nama cinta. Berkali-kali aku ingatkan lebih baik jujur walau menyakitian daripada melangkah lebih karena belaskasihan.

Nihil. Aku masuk ke dalam lubang yang sama lagi. Lagi – lagi aku jadi korbannya kan? Sudah aku baca cara mainmu wahai semesta. Aku ingin berkata kasar kepadamu semesta. Kenapa ketika aku ingin benar-benar serius selalu saja ada yang menghalangi.

Aku muak dengan skenario ini. Lelah aku dibuatnya. Aku sudah hancur berkali-kali kenapa kau coba lagi? Tidak kah kau kasihan padaku wahai semesta. Rela kah kau membalas kepercayaan ini dengan sebuah pengkhianatan. Kau memang tidak berempati, wahai semesta.

Jika aku pikir-pikir, aku kagum pada diriku sendiri. Berkali-kali dikhianati namun tetap tegar. Berkali-kali terbentur namun masih dapat kokoh. Jangan salah, bukan berarti aku kuat. Percayalah, di dalam diri ku sesungguhnya sudah hancur. berkeping-keping. Tampilan ku saja yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Di saat aku ingin benar-benar sembuh dari sakit itu, kini kau hadirkan dia untuk kembali memporak-porandakan perasaanku.

Belajar dari masa lalu. Aku berusaha untuk berdamai dengannya, menerima keadaan dan mengikhlaskan apa yang tidak bisa aku miliki. Karena tidak semua di dunia ini aku dapat miliki sekalipun aku mempunyai banyak uang. Uang tidak bisa membeli yang namanya ketulusan. Hanya orang-orang yang layak yang berhak mendapatkannya.

Semesta Kau Jahat.


메타데이터
post_id
514b8a5c54a
slug
semesta-kau-jahat-514b8a5c54a
url
https://medium.com/@kvnerns/semesta-kau-jahat-514b8a5c54a
canonical_url
https://medium.com/@kvnerns/semesta-kau-jahat-514b8a5c54a
author_url
https://medium.com/@kvnerns
status
ok
fetched_at
2026-07-29 02:06:05