← Back to list

Muharram, Hijrah, dan Transformasi

Transformasi (berganti bentuk)… Kata yang dari dulu hingga kini sering salah kaprah bahkan dijual murah, sering tertukar atau ditukar…

Triaji Prio Pratomo · 2026-06-20 09:03 · 0 claps · 1.7 min read
#muharram #hijrah #transformasi
Open on Medium ↗

Muharram, Hijrah, dan Transformasi

Transformasi (berganti bentuk)… Kata yang dari dulu hingga kini sering salah kaprah bahkan dijual murah, sering tertukar atau ditukar dengan kata change (berubah), padahal pondasi, esensi, dan arti dasarnya berbeda. Ada perusahaan yang tadinya sakit menjadi sehat; orang yang menyembuhkannya disebut sebagai transformational leader. Ada perusahaan yang tadinya kecil tetiba besar; orang yang membesarkannya disebut sebagai transformational leader. Ada beberapa perusahaan yang berbeda budaya berhasil digabung menjadi satu dan tumbuh hingga sekarang; orang yang mempersatukannya disebut sebagai transformational leader.

Sebelum berpanjang lebar, mungkin kita mundur sejenak memahami dari mana kata transformasi berawal. Istilah transformasi berasal dari kata transformare di jaman Romawi Kuno ketika ilmuwan masa itu mengamati ulat yang berganti bentuk menjadi kupu-kupu.

Para ilmuwan sangat terkesan dengan tidak adanya persamaan anatomi dan fisiologi antara ulat dan kupu-kupu. Proses apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kepompong sehingga satu makhluk dapat berganti rupa menjadi makhluk yang sama sekali berbeda?

Dunia sains modern akhirnya mengungkap proses transformasi yang penuh keajaiban ini. Selepas ulat cukup umur, cukup makan, dan cukup ukurannya, ia mencari tempat aman untuk menjadi kepompong (chrysalis). Di dalam kepompong, tubuh ulat mencair, dan ada sel yang disebut oleh para ahli biologi sebagai ’imaginal cells’ atau sel-sel imajinasi, yang menjadi cetak biru kupu-kupu.

Imaginal Cells ini awalnya dilawan oleh sistem imun ulat karena DNA-nya tidak kompatibel sehingga dianggap musuh. Tetapi lama kelamaan persistensi imaginal cells ini membuat perlawanan berakhir dan DNA imaginal cells mulai menyusun ulang organ-organ baru menjadi kupu-kupu.

Hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah yang dirayakan setiap tahun, bukan merayakan perpindahan tempat. Kata H-J-R (ه — ج — ر) yang merupakan akar kata hijrah berarti juga memutus, mengganti total nilai-nilai jahiliyyah (ignorance) menjadi nilai-nilai madaniyyah (enlightenment). Itulah sebab kota Yatsrib berganti nama menjadi Madinah pada tanggal 1 Muharram.

Madinah (bentuk lain dari kata Diin/Dien) adalah jalan hidup untuk bertransformasi tiada henti, tidak hanya setiap tahun, tetapi setiap bulan, setiap hari, setiap detik, dan setiap tarikan serta hembusan nafas dilandasi kesadaran nilai-nilai madaniyyah. Tanpa kesadaran nilai-nilai madaniyyah, transformasi hanyalah perpindahan dan perubahan tanpa esensi apa-apa.

Hijrah di dalam agama lain pun telah dicontohkan para junjungannya, Sang Buddha Siddharta Gautama hijrah dari gemerlap istana ke kesederhanaan boddhisatva, Musa hijrah dari Mesir ke Kanaan, Yesus hijrah eskatologis dari kematian menuju kehidupan, dan banyak lagi.

1 Muharram menurut saya bukan hanya pengingat untuk golongan/agama tertentu saja, tetapi semua golongan (masyarakat madani / madaniyyah) yang telah memaknai pergeseran nilai-nilai sebagai sebuah perjalanan panjang dan perjuangan penuh tantangan; tidak hanya di tataran mikro (personal), meso (interpersonal/tim), tetapi juga makro (organisasional/nasional) dan mundo (global) sebagai modal membentuk masyarakat madani / madaniyyah yang dilandasi kesadaran.

Selamat Tahun Baru Hijriyyah, 1 Muharram 1448H

Jabat erat,

Aji


메타데이터
post_id
52a4edf55ea6
slug
muharram-hijrah-dan-transformasi-52a4edf55ea6
url
https://medium.com/@triaji_44367/muharram-hijrah-dan-transformasi-52a4edf55ea6
canonical_url
https://medium.com/@triaji_44367/muharram-hijrah-dan-transformasi-52a4edf55ea6
author_url
https://medium.com/@triaji_44367
status
ok
fetched_at
2026-06-24 11:06:28