← Back to list

Kabar Duka di Selasa Sore

Selasa sore, setelah pulang kantor. Sa memilih untuk merebahkan diri di lantai yang dingin sambil scroling hape. Tiba-tiba ada pesan masuk…

Nurdana Pratiwi · 2026-02-08 07:23 · 0 claps · 1.7 min read
#kabar-duka #meninggal #rekan-kerja
Open on Medium ↗
Wiki topics: PHI · Philosophy

Kabar Duka di Selasa Sore

Selasa sore, setelah pulang kantor. Sa memilih untuk merebahkan diri di lantai yang dingin sambil scroling hape. Tiba-tiba ada pesan masuk dari rekan kerja, mengabarkan kalau salah satu rekan kami meninggal. Sejenak dunia berhenti, menolak informasi tersebut dengan mengulang pertanyaan ‘’Ini benar ?’’. Kami saling memproses informasi tersebut, sampai ada informasi resmi di grup bersama. Saat itu sa belum bisa menangis, perasaan masih menolak, rasa tidak percaya muncul kemudian momen bersama beliau sekelibat terus muncul.

Kami memanggilnya kaka Ones. Kaka laki-laki yang selalu ramah dengan senyum, tumbuh dan besar di sorong selatan dan sekarang mengabdi di sorong selatan sebagai kepala kantor, beliau di kebumikan juga di Sorong Selatan. Pagi hingga sore, kaka Ones masih aktif bekerja seperti biasa. Kemudian sore mengeluh dada sakit, sempat muntah, masih sempat menelfon mobil untuk bawa ke RS. Dalam perjalanan kaka Ones ditemani anak perempuan yang namanya Neskel. Menggenggam tangan Neskel sangat erat, pada pertengahan jalan kaka Ones makin merasakan sakit sambil menggenggam tangan Neskel dan berpesan pada anak perempuan usia 8 tahun ‘’Neskel jaga mama sama ade e, dengar-dengar mama e’’ lepas pesan itu kaka Ones juga meninggal dalam genggaman anak perempuanya.

Sesampai di RS sudah tidak tertolong, semua keluarga yang mengantar tidak percaya bahkan memilih untuk tidak mau menerima kenyataan dengan tidak ikut serta dalam ruangan. Neskel berdiri disamping tempat tidur dan masih menggenggam tangan bapaknya. Semua cerita ini disampaikan Neskel ke kami saat melayat ke rumah duka.

Malam itu, kami membagi peran. Teman-teman di sorsel membantu keluarga untuk urusan pemakaman, kami tim yang dari sorong menyiapkan semua kebutuhan untuk urusan pemakaman. Keadaan duka yang membuat kami semua terpukul, sampai proses pemakaman selesai kami berhenti dari rutinitas pekerjaan untuk bisa memberikan support full pada keluarga. Kami menjadi bagian dari keluarga, sesampainya di rumah duka kami mengambil alih peran keluarga untuk memberikan ruang pada keluarga kaka Ones untuk berduka.

Saat berkumpul, kami semua mengelingi peti dan saling memberi kesaksian bahwa kaka Ones adalah rekan sangat baik bagi kami. Bahkan keluarga dan kaka laki-laki bagi kami semua. Bersama keluarga kami saling menguatkan dan terus mengatakan bahwa kami semua sayang sama kaka Ones tetapi Tuhan mengetahui waktu yang tepat untuk setiap hambanya.

Sa menyaksikan ketulusan, cinta dan sayang dari sesama kami. Hubungan kami adalah rekan kerja, tetapi kemudian kemelekatan itu menguat dengan cara yang kami tunjukan pada pengurusan pemakaman kaka Ones. Kemudian sa mengingat bahwa ada kalimat ‘’Bekerjalah dengan cukup bahkan tidak usah berlebihan, karena ketika kita meninggal kantor hanya akan mencari pengganti dan tidak membantu’’. Kalimat ini tidak berlaku pada urusan kami. Setiap kami saling tulus menunjukan cinta dan sayang sambil membantu keluarga sepenuhnya.

Tempat ini menjadi berarti, ternyata hubungan kami saling melekat untuk memeluk situasi duka yang sama-sama kami hadapi.


메타데이터
post_id
53202bbb032d
slug
kabar-duka-di-selasa-sore-53202bbb032d
url
https://medium.com/@tiwinurdanarizki05/kabar-duka-di-selasa-sore-53202bbb032d
canonical_url
https://medium.com/@tiwinurdanarizki05/kabar-duka-di-selasa-sore-53202bbb032d
author_url
https://medium.com/@tiwinurdanarizki05
status
ok
fetched_at
2026-08-01 10:20:08