← Back to list

Aku Memaafkanmu

Aku pernah mengalami pembullyan, sejujurnya aku tidak ingin lagi mengingatnya namun sepertinya ingatan itu masih berada di pikiran bawah…

Menjalani Rasa · 2026-04-04 02:50 · 0 claps · 2.5 min read
#bullying #bully #anti-bullying
Open on Medium ↗

Aku Memaafkanmu

Aku pernah mengalami pembullyan, sejujurnya aku tidak ingin lagi mengingatnya namun sepertinya ingatan itu masih berada di pikiran bawah sadarku. Jika teman SMP ku yang cukup dekat denganku sampai sekarang membahas orang itu lagi aku menolaknya bahkan teman SMP ku yang akhirnya satu kelas denganku saat SMA bisa jadi membahas kisah kelamku itu kepada teman — teman yang lain, aku takut dikasihani karena kisah itu. Saat SMA aku benar — benar ingin menjadi aku yang baru toh itu sudah berlalu.

Pembullyan itu terjadi saat aku masih berada di bangku SMP bukan pembullyan fisik namun penghinaan dan penghindaran. Berpindah dari Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan kecil ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten/Kota membuatku cukup bersemangat membayangkan betapa kerennya aku karena bisa masuk ke SMP favorit di Kota ku. Tentunya banyak harapan yang aku gantungkan di sini mulai dari prestasi, pertemanan, atau mungkin kisah romantis (opsional). Namun naasnya saat masih menjadi peserta didik baru aku sudah di bully hanya karena aku cukup tampil berani melawan ucapan laki — laki pembully saat itu aku tidak mau menyebut namanya rasanya terlalu menjijikkan, meski aku berkata demikian dihatiku yang terdalam aku sudah tidak peduli lagi tentangnya dan memaafkannya karena itupun sudah masa lalu.

Aku lupa detailnya apa dan bagaimana tapi intinya aku menegur dan menjawab ucapannya lalu dia marah dan mulai dari saat itu dia terus membullyku hingga semua orang enggan dekat denganku karena takut akan dibully juga jika berteman denganku. Saat kelas 7 ku jalani hari — hariku dengan kondisi seperti itu beberapa teman ada yang masih mau menemaniku karena sifatku yang jenaka toh mungkin mereka akhirnya sadar bahwa laki — laki itu tidak seberkuasa itu meskipun dia kaya, banyak teman dan geng dari kelas lain, ataupun terlihat selayaknya penguasa.

Karena hal itupun akademikku terganggu aku merasa yang diajarkan begitu sulit masuk ke otakku. Aku juga bingung kenapa, padahal saat kelas 6 SD otakku cukup dapat menerima semua materi dengan baik. Pada akhirnya aku mendapatkan semua hal buruk itu di awal masa sekolahku, semua harapanku pupus prestasi jeblok, pertemanan kacau, dan kisah romantis jangan diharapkan tidak ada bahkan sampai sekarang.

Jika ditanya bagaimana perasaanku saat itu rasanya sedih, kenapa aku harus aku yang mengalami ini. Bahkan menulis ini pun perasaanku sesak tiba — tiba. Masih teringat jelas bagaimana mereka memandangku saat itu seolah enggan sekedar berdekatan denganku karena takut akan dibully juga oleh laki — laki itu. Aku sudah sempat mencoba meminta maaf dan bertanya kenapa bersikap demikian denganku namun orang itu selalu enggan melihatku, didekatku, dan selalu memberikan sikap seolah jijik jika berdekatan denganku.

Namun pada akhirnya secercah harapan muncul saat memasuki kelas 8, aku sudah minim dibully meski masih dijauhi oleh laki — laki itu dan terkadang masih dijadikan bahan ejekan. Aku membuktikan bahwa aku mampu dengan prestasiku yang perlahan naik dan mendapatkan nilai bagus dibeberapa mata pelajaran sehingga ada satu orang guru favorit di sekolahku saat itu yang memujiku. Aku sungguh sangat berterima kasih kepadanya karena beliau pandangan buruk akan ketidakmampuan itu berubah. Perlahan tapi pasti aku mendapatkan kepercayaan diriku lagi dan perubahan ini juga didukung oleh teman sebangku ku yang menjadi teman hingga masa kuliah siapa sangka kita berminat di jurusan yang sama. Terima kasih ku ucapkan kepada orang — orang yang menemani masa sulitku saat itu teman — teman perempuan terutamanya aku tidak dapat menyebutkannya satu — satu tapi ucapan terima kasih dan doa baikku selalu menyertai kalian yang saat itu memilih peduli dan masih menganggapku ada.

Kelas 8 dan Kelas 9 menjadi tidak terlalu buruk berkat kalian, semua berjalan dengan baik dan aku bersyukur Allah SWT selalu disisiku dan membantuku, Ia mengirimkan hal — hal baik dihidupku secara perlahan setelah masa sulit itu. Dan perlahan aku memaafkannya.

Cerita ini hanya masa sulit yang kualami ingin aku buang dari ingatan dan hatiku melalui journaling. Jika hal — hal baik yang ku ceritakan tentu tidak akan cukup ku tuliskan disini karena begitu banyak dan aku sangat bersyukur karena itu.


메타데이터
post_id
535250d4e856
slug
aku-memaafkanmu-535250d4e856
url
https://medium.com/@indah.kusumastuti171202/aku-memaafkanmu-535250d4e856
canonical_url
https://medium.com/@indah.kusumastuti171202/aku-memaafkanmu-535250d4e856
author_url
https://medium.com/@indah.kusumastuti171202
status
ok
fetched_at
2026-06-22 19:40:15