← Back to list

Merasa Sudah Melakukan Semuanya, Tapi Masih Belum Cukup? Mungkin ini yang Perlu Kita Sadari

Ada hari-hari di mana kita sudah merasa melakukan semuanya.

Teti Andria · 2025-07-22 15:42 · 0 claps · 2.2 min read
#working-moms #moms #parenting #chilren #time-management
Open on Medium ↗
Wiki topics: BIZ · Business Strategy ⏱️ · Productivity 👨‍👩‍👧 · Family & Parenting

Merasa Sudah Melakukan Semuanya, Tapi Masih Belum Cukup? Mungkin ini yang Perlu Kita Sadari

Ada hari-hari di mana kita sudah merasa melakukan semuanya.

Bangun lebih pagi, kerja sambil nyuapin anak, meeting di sela masak, ngajarin anak nulis, revisi tulisan sambil nyetrika. Tapi tetap saja, ada suara kecil di kepala yang bilang:

“Kamu belum cukup hadir sebagai ibu.”

Dan tentu.. rasanya nyesek banget.

Di Rumah Bukan Berarti Hadir

Sebagian dari kita mungkin adalah ibu yang sedang mencoba berdaya dari rumah, berpikir kalau kita sudah cukup ‘hadir’. Tapi ternyata, berada di rumah tidak selalu berarti hadir sepenuhnya.

Kadang kala anak bilang,

“Ibu di rumah tapi kok ga main sama aku”

Kalimat sederhana itu seperti menampar.

Tangan memang sedang memegang laptop atau handphone dan pikiran ada di pesan yang belum dibalas. Mata melihat dia, tapi tidak benar-benar melihat. Hati dan kepala sibuk di tempat lain.

Dari momen itu, kembali tersadar: kehadiran bukan soal kuantitas, tapi kualitas.

Anak Tidak Butuh Ibu Sempurna, Tapi Ibu yang Hadir

Dalam diam, sering kali kita membandingkan diri dengan ibu-ibu lain, yang rumahnya selalu rapi, anaknya selalu tampil pintar, dan pekerjaanya tetap jalan tanpa drama.

Tapi kenyataannya… hidup tak seindah feed Instagram.

Anak-anak tidak butuh ibu yang selalu benar, selalu siap, selalu tampil penuh energi. Mereka hanya butuh kita untuk hadir secara utuh, walau sebentar, tapi sepenuh hati.

Mereka tidak peduli tumpukan cucian. Mereka tidak ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka selalu ingat… bagaimana perasaan mereka ketika dekat dengan kita.

Cara Mengatur Waktu Anti-Stres untuk Ibu yang Ingin Tetap Berdaya

Berdaya bukan berarti harus selalu sibuk. Justru, ibu yang berdaya adalah ibu yang tahu kapan harus diam, kapan bergerak, dan kapan memilih untuk hadir. Berikut beberapa cara yang bisa dicobai untuk mengatur waktu dengan lebih tenang dan tetap bermakna:

1. Tentukan “Golden Time” untuk Anak

Setiap hari, sisihkan waktu 15–30 menit tanpa gadget, tanpa multitasking. Waktu khusus hanya untuk anak. Main bareng, ngobrol, atau baca buku. Waktu ini seperti “tabungan emosional” yang membuat anak merasa cukup diperhatikan.

2. Bikin Blok Waktu Sederhana

Alih-alih bikin daftar tugas panjang, coba buat blok waktu:

  • Pagi: waktu spiritual + urusan rumah
  • Siang: kerja/kegiatan produktif
  • Sore: waktu bersama anak
  • Malam: evaluasi + istirahat

Bikin fleksibel, tapi ada ritmenya.

3. Tahu Batasan, dan Izin untuk Istirahat

Kerjaan numpuk? Deadline mepet? Berhenti sejenak tidak akan membuatmu gagal. Terkadang jeda adalah bagian dari produktivitas. Ibu juga manusia. Jangan lupa minum, makan enak, dan tidur cukup saat bisa. Lets set time to chill, mom..

4. Kurangi Scroll, Perbanyak Hadir

Kadang kita merasa sibuk, tapi ternyata waktunya habis untuk hal yang gak terasa: scroll medsos, bandingkan hidup, atau overthinking. Ganti 15 menit scroll dengan 15 menit menyentuh realita: peluk anak, makan bersama sambil bertukar cerita, atau menulis jurnal.

5. Rayakan Hal Kecil

Bukan soal berapa banyak yang kamu selesaikan hari ini. Tapi apakah kamu sudah melangkah, walau sedikit. Apakah kamu sudah hadir, walau sebentar. Berdaya bukan tentang besar-kecilnya hasil. Tapi tentang terus memilih untuk berjalan, meski pelan.

Akhirnya, Jadi Ibu Itu Proses, Bukan Proyek

Kita tidak harus jadi ibu yang sempurna. Tapi kita bisa jadi ibu yang tulus. Yang hadir, walau sebentar. Yang mencoba, walau belum sempurna.

Kalau hari ini kamu merasa lelah dan belum cukup… Tarik napas sebentar. Lihat wajah anakmu. Dengarkan celotehnya. Rasakan pelukannya.

Kamu bukan harus bisa semuanya. Kamu hanya perlu jadi dirimu, yang sedang tumbuh, belajar, dan tetap ingin hadir. Dan itu, sudah sangat luar biasa. 🤍


메타데이터
post_id
53ffb7264eaf
slug
merasa-sudah-melakukan-semuanya-tapi-masih-belum-cukup-mungkin-ini-yang-perlu-kita-sadari-53ffb7264eaf
url
https://medium.com/@tetiandria/merasa-sudah-melakukan-semuanya-tapi-masih-belum-cukup-mungkin-ini-yang-perlu-kita-sadari-53ffb7264eaf
canonical_url
https://medium.com/@tetiandria/merasa-sudah-melakukan-semuanya-tapi-masih-belum-cukup-mungkin-ini-yang-perlu-kita-sadari-53ffb7264eaf
author_url
https://medium.com/@tetiandria
status
ok
fetched_at
2026-08-29 14:45:31