← Back to list

Politik Uang dan Manusia Setengah Setan

Pada akhirnya, money politics di negeri ini tetap jadi lingkaran setan sampai nanti. Mereka yang benar-benar mengabdi pada masyarakat akan…

nzadiksi · 2024-02-16 12:10 · 0 claps · 2.2 min read
#pemilu #money-politic #caleg #manusia-munafik #opini
Open on Medium ↗
Wiki topics: ECO · Economy · General 🏛️ · Politics

Politik Uang dan Manusia Setengah Setan

ilustrasi: jcomp/freepik.com

ilustrasi: jcomp/freepik.com

Pada akhirnya, money politics di negeri ini tetap jadi lingkaran setan sampai nanti. Mereka yang benar-benar mengabdi pada masyarakat akan dikalahkan oleh orang baru dengan money power-nya.

Pemilu setiap lima tahun sekali mungkin menyisakan euforia bagi pemenang, tapi pecundang alias mereka yang kalah akan merasakan utopia. Rasanya seperti tenggelam dalam bayang-bayang kemenangan sem u yang tidak akan pernah terwujud.

Padahal si pecundang ini seorang pejuang. Dia sudah menghabiskan waktu lebih dari sepuluh tahun, mengabdi pada masyarakat di kampungnya. Namun, dasar manusia setengah setan. Sebagian besar tidak tahu terima kasih. Mereka sangat mudah melupakan semua kebaikan dia pada mereka karena uang senilai 200 ribu rupiah atau bahkan kurang dari itu. Yakinkah mereka si pemenang itu akan bertindak benar sebagai wakil rakyat setelah naik menjadi pejabat?

Mereka yang disogok dengan dalih tidak punya ikatan ‘pamrih’ mungkin bisa sedikit dimaklumi. Namun, bagaimana dengan segelintir orang yang harusnya memilih sebagai tanda terima kasih? Wah, mereka benar-benar tidak tahu diri.

Si pecundang ini tak hanya baik dan suka memberi. Dia tokoh masyarakat yang berkualitas, terutama dalam pengabdian untuk agama. Tak punya kendaraan dan uang banuak bukan menjadi penghalang untuknya mencerdaskan para santri. Dia berkontribusi dan jadi salah satu pelopor menghidupkan keagamaan di kampungnya. Teman-teman seperjuangan menjadikannya panutan yang layak sebagai tokoh masyarakat sejati.

Lisannya mungkin sering keras, tapi hatinya sangat lembut dan pemaaf. Dia tak segan membantu orang yang kesusahan. Hebatnya lagi, dia masih bisa banyak berbuat baik pada saudara-saudaranya yang serakah. Dia masih bisa menangis saat mereka kesusahan dan meninggal. Sebaik dan semulia itu, tapi kenapa orang-orang seakan menutup mata?

Namun, sayangnya lagi-lagi uang memang segalanya bagi manusia-manusia setengah setan itu.

Sayangnya juga, kebaikan hati si pencundang ini dimanfaatkan oleh segelintir orang munafik yang memasang wajah malaikat. Saya tidak bisa mendengar imereka, tapi setidaknya mungkin mereka berpikir seperti ini:

Tidak pernah itu menolak kalo diminta tolong. Saya manfaatkanmi saja deh, mumpung calegki.

Setelah itu, mereka pun menyusun strategi sebaik mungkin untuk meyakinkan dia bahwa mereka akan memilihnya di pemilu nanti.

Lalu mereka yang memiliki ikatan keluarga dan selalu dilimpahi kebaikan juga lebih kejam lagi. Saya bahkan ragu mereka menganggap dia ini ada. Dan lagi, saya tidak dapat mendengar isi pikiran manusia-manusia biadab itu, tapi mungkin seperti inilah pikiran mereka.

Janganki biarkanki naik caleg. Masa dia yang sepeda saja tidak punya bisa lebih kaya dari kita nanti.”

Bayangkan. Mereka akan merasa iri dengki bila melihat si pejuang yang miskin itu memiliki jabaran dan gaji lebih tinggi. Tentu saja mereka akan melakukan segala cara, mendukung caleg lain agar si pejuang ini tidak ada kesempatan meraih suara. Inikah yang namanya keluarga? Saya rasa tidak. Mereka dan dia bahkan tidak layak diakui memiliki ikatan darah.

Politik uang di kampung ini bagai lingkaran setan. Mereka memilih caleg yang memiliki uang banyak untuk menyogok, bukan berdasarkan kualitas dan pengabdian si calon dewan. Saya pesimis lima tahun ke depan kampung kami akan mengalami perubahan.

Gimana mau ada kemajuan? Wong wakil rakyatnya aja sibuk lunasin utang Dan ini udah ada buktinya. Kalau mereka korupsi, rakyat yang udah disogok itu nggak usah koar-koar koruptor. Akar korupnya dari mereka, manusia-manusia setengah setan yang melanggengkan politik uang dan pejabat yang mengejar kekuasaan semata.


메타데이터
post_id
540add5db71e
slug
politik-uang-dan-manusia-setengah-setan-540add5db71e
url
https://medium.com/@nzadiksi/politik-uang-dan-manusia-setengah-setan-540add5db71e
canonical_url
https://medium.com/@nzadiksi/politik-uang-dan-manusia-setengah-setan-540add5db71e
author_url
https://medium.com/@nzadiksi
status
ok
fetched_at
2026-06-28 04:42:08