← Back to list

Ngopi di Sellie Coffee Ala Rangga dan Cinta AADC 2

Ulasan pribadi saya ketika ngopi di Sellie Coffee.

Fatimah Azzahrah · 2024-10-29 01:02 · 0 claps · 3.3 min read
#travel-writing #coffee #coffee-shop #café #aadc2
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🍳 · Food & Cooking ✈️ · Travel

Ngopi di Sellie Coffee Ala Rangga dan Cinta AADC 2

Meja kasir Sellie Coffee. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Meja kasir Sellie Coffee. Sumber: Dokumentasi pribadi.

“Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu… Jahat!”

Kutipan penggalan dialog Cinta ke Rangga pada film AADC 2, masih tersimpan kuat dalam ingatan saya. Kilasan balik itu selalu muncul ketika saya berkunjung ke Sellie Coffee untuk meminum kopi susu sembari mengerjakan tugas perkuliahan. Cafe yang terletak di Jl. Gerilya №822, RT.039/RW.010, Brontokusuman, Mergangsan yang hanya terpaut beberapa ratus meter dari Pasar Prawirotaman ini pernah menjadi tempat lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang dibingangi Dian Sastro dan Nicholas Saputra pada 2016 silam.

Tak hanya sekali saja saya berkunjung ke Sellie Coffee, ini merupakan kedatangan ketiga saya. Biasanya saya memesan menu Ice Milk Coffee yang terdiri dari satu shot espresso, susu UHT, dan es batu. Memang terkesan biasa saja dan tidak ada yang spesial, selain menjadi tempat yang pernah disambangi Rangga dan Cinta. Tetapi, top of mind saya berkunjung ke sini karena kopi yang mereka sajikan sangat berkualitas dengan harga yang terjangkau berkisar 10.000 hingga 23.000 rupiah.

Selain itu, yang membuat cafe ini unik adalah mereka melalukan roastery biji kopi sekaligus di dalam satu atap. Sellie Coffee juga memasok biji kopi langsung dari para petani. Jenis biji kopi di sini ada dua, robusta dan arabica. Selain menjual minuman kopi, mereka juga menjual biji kopi yang sudah dimasukkan dalam zip lock dan bisa request ke barista untuk dihaluskan bijinya. Tak hanya menjual biji kopi buatan sendiri, Sellie Coffee juga menjual varian biji kopi dari rumah produksi lain.

Sellie Coffee cabang Prawirotaman ini memiliki jam buka tak menentu. Di Google Maps tertera buka jam 5, tapi terkadang suka-suka Sang Owner mau tutup di hari apa saja. Menu yang dijual tak hanya sekadar minuman kopi, terdapat minuman varian lain seperti chocolate series, float, teh, milk series, squash, dan jus buah. Mereka juga menjual berbagai macam snack lokal seperti mendoan, pisang goreng, singkong, dan lain-lain.

Biji kopi dari berbagai penjuru Nusantara tersedia di Sellie Coffee, mulai dari varian owa petung, gayo robusta, gayo arabica, papua, sindoro, dan lampung. Jenis sajian minuman kopi juga tersedia beragam teknik manual brew seperti kopi tubruk, V60, japanese coldbrew, french press, dan vietnam drip.

Selama saya berkunjung ke Sellie Coffee, lingkungan yang saya temui sangat bersikap ramah, baik dari barista, tukang parkir, maupun orang-orang sekitar cafe. Barista di sini ketika saya tanyai seputar biji kopi menanggapi dengan responsif dan selalu tersenyum. Penjelasan dari barista membuat saya dapat memahami bedanya biji kopi robusta dan arabica.

Atmosfir yang ada di Sellie Coffee saya akui sangat kontras dengan cafe yang ada di daerah utara dekat kampus. Sellie Coffee dengan lampu temaram, pengunjung yang datang juga tak begitu masif, cocok dengan saya yang agak introvert ini. Saya akui Sellie Coffee jika untuk belajar atau membaca terbilang kurang, sehingga cocok untuk bersantai saja.

Deretan meja kasir dan rak buku serta beberapa lukisan di Sellie Coffee. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Deretan meja kasir dan rak buku serta beberapa lukisan di Sellie Coffee. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Bangunannya pun sederhana, temboknya terbuat dari kombinasi batu bata dan bilah bambu yang dijejerkan. Inilah yang saya suka, cafe yang tidak banyak menawarkan spot foto menarik untuk difoto terutama bagi pecinta media sosial. Akan tetapi, konsep sederhana inilah yang menjadi keunikan tersendiri bagi Sellie Coffee. Jika banyak kedai kopi menawarkan tempat menarik, di sini malah apa adanya.

Di dekat meja kasir terdapat beragam buku yang tak jauh dari tema kopi. Di tiap sudut dinding beranyaman bambu dengan cat putih terangnya itu dipasang berbagai lukisan berpigura yang membuat suasana cafe terasa semakin hidup. Lukisan para seniman di cafe ini juga ada yang diperjualbelikan. Pada bagian atas bangunan cafe, langit-langit dan anyaman bambu dikombinasikan dengan kain putih sebagai penutup.

Kekurangan cafe ini hanya terletak pada lahan parkir yang terbatas sehingga untuk pengunjung dengan roda empat mau tidak mau harus bolak-balik hanya untuk mencari tempat parkir. Selain itu, pengamen dari luar masih sering masuk ke dalam cafe sehingga mengganggu pelanggan yang ada.

Potret diri saya di bawah sinar lampu temaram Sellie Coffee. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Potret diri saya di bawah sinar lampu temaram Sellie Coffee. Sumber: Dokumentasi pribadi.

Terlepas dari populernya film Ada Apa Dengan Cinta 2, Sellie Coffee deserve untuk dikunjungi setidaknya sekali dalam seumur hidup. Walaupun bangunannya kecil, tapi banyak hal menarik di dalamnya untuk dikunjungi. Dari harga yang terjangkau, kopi yang berkualitas, tempat dengan interior yang artsy dengan gabungan antara gaya modern dan vintage, serta tentunya suasana yang tenang, this place definitely worth a try! Memang makanan yang dijajakan tidak terlalu banyak pilihannya, tetapi itulah khasnya Sellie Coffee, tidak perlu banyak spot foto menarik yang penting ada kopi, pisang goreng dan singkong sebagai teman ngopi yang paling pas. Sederhana, tapi bersahaja.


메타데이터
post_id
5495bfd6f37b
slug
ngopi-di-sellie-coffee-ala-rangga-dan-cinta-aadc-2-5495bfd6f37b
url
https://medium.com/@nativedelirium/ngopi-di-sellie-coffee-ala-rangga-dan-cinta-aadc-2-5495bfd6f37b
canonical_url
https://medium.com/@nativedelirium/ngopi-di-sellie-coffee-ala-rangga-dan-cinta-aadc-2-5495bfd6f37b
author_url
https://medium.com/@nativedelirium
status
ok
fetched_at
2026-07-22 09:32:34