Ayuk dan Semangkuk Pantiaw
Cinta seseorang pada makanan itu bukan hanya tentang rasa, namun makanan itu menjadi bagian dari ritme hidupnya
Ayuk dan Semangkuk Pantiaw
Cinta seseorang pada makanan itu bukan hanya tentang rasa, namun makanan itu menjadi bagian dari ritme hidupnya
Dirumah kami, ada seseorang yang paling menyukai pantiaw. Ayuk ku, yang kini hidup bersama anak-anak spesialnya, tetapi masih punya kebiasaan yang tidak pernah berubah, yakni semangkuk pantiaw hangat
Photo source: @dapurkayla.tan
Setiap minggu pagi, kami punya kebiasaan ke pasar. Kadang naik motor atau hanya sekedar jalan bersama kepasar. Ah semakin dewasa aku menyadari ternyata semenjak kecil aku menyukai pasar
Di sudut belakang pasar, dulu ada sebuah warung pantiaw sederhana, langganan kami. Kiosnya kecil, hanya cukup untuk satu meja panjang. Tapi aroma kuah ikannya masih tertinggal di kepala kami.
Mamak selalu memesan tiga mangkuk pantiaw. Aku bahkan sudah lupa berapa harganya waktu itu. Pantiawnya sederhana, hanya diisi dengan kwetiaw tepung beras, yang di beri toge segar dan di garnish dengan bawang goreng dan daun seledri tak lupa disiram kuah ikan berwarna coklat. Tapi percayalah sekalinya mengangkat sendok, aroma ketumbar sangrainya langsung menyeruak. Rasanya gurih, entah kenapa masih membekas.
Dan Kakakku begitu menyukainya. Sampai aku merasa mungkin ia punya hubungan yang aneh dengan pantiaw di pasar itu. Ia menyukai hampir semua makanan dengan tekstur lembut dan licin itu. Lakso ia suka. Bergo juga menjadi favoritnya. Namun di antara semuanya, pantiaw tetap menempati posisi yang sulit digeser. Seolah ada hubungan emosional yang tidak bisa dijelaskan antara dirinya dan semangkuk kuah ikan hangat itu.
Kebiasaan itu terus terulang, hingga kami akhirnya pindah rumah, dan kami mendapat kabar jika bibi penjual nya sudah meninggal dunia. Warung itu pun hilang perlahan di hidup kami. Anehnya pantiaw itu tidak pernah hilang dari ingatan
Beberapa kali kami mencoba pantiaw yag lain namun tidak ada yg benar benar mirip dengan pantiaw di pasar itu. Memori kecil ini terus teringat hingga sekarang
Hingga kini, Ayuk, masih menjadi pencinta pantiaw garis keras yang aku tahu. Setiap pulang kerumah pasti mamak akan memasakkan bumbu ikan atau jika tidak sempat ia pasti membeli pantiaw di pasar.
메타데이터
- post_id
- 54a2adde2128
- slug
- ayuk-dan-semangkuk-pantiaw-54a2adde2128
- url
- https://medium.com/@yulisadwi2/ayuk-dan-semangkuk-pantiaw-54a2adde2128
- canonical_url
- https://medium.com/@yulisadwi2/ayuk-dan-semangkuk-pantiaw-54a2adde2128
- author_url
- https://medium.com/@yulisadwi2
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 04:56:24