Burung Mungil
“Don’t worry about a thing / ’Cause every little thing gonna be alright”
Burung Mungil
“Don’t worry about a thing / ’Cause every little thing gonna be alright”

Sarang burung kecil yang ditinggalkan pemiliknya.
Bekerja di bidang yang saya tekuni sekarang membuat saya jadi rutin melakukan suatu hal baru: pergi ke luar kota. Sudah lebih dari sepuluh kota di berbagai pulau saya datangi (atau setidak-tidaknya lewati) semenjak pertengahan 2024 lalu. Beberapa daerah memang saya tahu indah sebab merupakan destinasi wisata yang populer. Namun, tidak sedikit pula yang ternyata menyimpan keindahan yang saya tidak sadari sebelumnya, terutama dari hal bentang alam.
‘Kebiasaan’ pergi ke luar kota ini juga melahirkan ‘kebiasaan’ baru lain, yakni bersaat teduh di balkon kamar hotel. Biasanya sih hal ini saya lakukan bukan karena saya ingin, tapi lebih ke arah tidak ingin mengganggu rekan sekamar saya yang masih beristirahat. Jadilah saya bergerak sedikit ke luar kamar untuk mengawali hari dengan berdoa dan merenung.
Ketika saya duduk di balkon, hotel seperti memberikan fasilitas lain berupa pemandangan yang amat elok. Hal yang paling sering saya nikmati adalah panorama gunung atau bukit di kejauhan. Kadang mereka berdiri sendiri, kadang pula mereka berdiri berbaris. Begitu megah. Begitu indah.
Lebih lagi, keindahan tersebut tidak hanya saya bisa nikmati dari kamar penginapan. Sering pula pemandangan indah dapat saya dapatkan dari dua tempat yang umum saya kunjungi kala bekerja di luar kota: bandar udara dan stadion sepakbola. Lansekap yang ciamik acapkali menjadi latar saat saya memasuki atau berada di lokasi tersebut. Seakan belum cukup, saya beruntung karena kadang juga ditemani matahari yang ingin pulang ke tempat kediamannya. Indah. Indah sekali! Puji Tuhan!
Kemarin saya bersaat teduh ditemani Gunung Merapi yang berdiri di kejauhan. Pagi itu saya juga tidak sendiri, sebab ada seekor burung kecil yang datang menghampiri. Tidak lama memang karena dia sepertinya mau pergi lagi. Entah apa kesibukan ciptaan Tuhan yang mungil itu, padahal hari masih pagi-pagi benar! Sayang sekali karena saya jadi cuma bisa mengambil foto sarang kosong yang dia tinggalkan.
Saya tidak tahu ini sejak kapan, tapi saya juga seperti punya ‘kebiasaan’ saat melihat ada burung mungil hinggap mendekat. Saya selalu langsung mengingat sebuah lagu dari Bob Marley & The Wailers. Judulnya ‘Three Little Birds’:
Don’t worry about a thing ’Cause every little thing gonna be alright Singing, “Don’t worry about a thing ’Cause every little thing gonna be alright”
Rise up this morning, smiled with the rising sun Three little birds pitch by my doorstep Singing sweet songs of melodies pure and true Saying, “This is my message to you-ou-ou”
Singing, “Don’t worry about a thing ’Cause every little thing gonna be alright” Singing, “Don’t worry about a thing” (Don’t worry) “Cause every little thing gonna be alright”
Lagu yang ternyata sangat Alkitabiah. Dan juga sangat menegur saya. Mengingatkan saya untuk tidak kuatir.
Ya, saya perlu mengakui bahwa kekuatiran menjadi beban dalam hati saya belakangan ini. Saya beberapa kali tidak bisa tidur karenanya di malam hari. Pasalnya, hati dan pikiran saya jadi gemetar setiap kekuatiran datang melanda. Kalaupun saya bisa tidur, perasaan cemas masih ada saat saya membuka mata.
Kekuatiran datang pada saya dalam bentuk dan rupa yang beragam. Kadang saya kuatir Tuhan tidak akan memberikan hal yang saya butuhkan. Kadang pula saya kuatir Tuhan seperti tidak melakukan hal yang Dia harusnya lakukan. Atau mungkin, saya tahu Tuhan sedang melakukan berbagai hal yang luar biasa, namun saya kuatir karena Dia melakukannya dengan cara dan waktu yang tidak saya inginkan.
Hal bodoh yang seharusnya saya tidak lakukan.
Belum lama saya berbicara dengan seorang teman. Dia bercerita sedikit tentang kekuatiran yang dia dapatkan di tempat kerja. Teman ini merasa dia seperti tidak mendapatkan kesempatan meskipun tidak melakukan hal yang salah. Saya mengerti perasaan dia, sebab saya tahu dia memang bekerja dengan baik. Ketika saya menawarkan sebuah saran, dia menolak dengan halus. Dia memberi solusi bagi dirinya sendiri, yang mana saya juga sepakati. Dia bilang, “Saya akan fokus pada diri saya sendiri. Saya nggak bisa mengatur situasi yang ada di luar saya. Yang bisa saya lakukan adalah bekerja keras, dan terus melakukan apa yang saya bisa dengan baik.”
Saran yang baik. Eh maksudnya, solusi yang baik; sebab saya kan nggak jadi ngasih saran ke dia. Solusi yang lahir dari kesadaran dan kedewasaan diri yang tinggi. Dan sepertinya saya pun perlu belajar tentang hal tersebut.
Seperti yang saya bilang tadi, ada banyak hal yang membuat saya kuatir. Lebih-lebih belakangan ini. Tapi, setiap kali kekuatiran itu datang, seharusnya saya bisa mengingat kuasa dan kedaulatan Tuhan, seperti melalui ciptaan kecil-Nya yang saya temui kemarin. Alkitab pun dengan jelas berkata,
“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” — Matius 6:26 (TB)
Benar juga ya?
Saya seharusnya percaya dengan perkataan-Nya di Alkitab. Saya semestinya percaya bahwa Tuhan senantiasa memelihara semua ciptaan-Nya. Apalagi saya, dan kita semua, yang jauh melebihi si burung kecil yang sempat bertengger di balkon hotel itu.
Saya hendaknya tidak berusaha ‘memagari’ Tuhan, apalagi untuk melakukan berbagai hal dengan cara dan waktu yang saya inginkan. Namun sebaliknya, saya harus selalu percaya kepada Tuhan, terlepas bagaimanapun cara Dia melakukan segala sesuatu. Dan, selagi menerima pemeliharaan-Nya (yang tidak sepenuhnya dapat saya mengerti), saya tetap perlu meniru teladan teman tadi, sekaligus melakukan apa yang menjadi bagian saya: fokus pada diri sendiri, bekerja keras, dan melakukan apa yang saya bisa dengan baik. Sebab, kita pun tidak ubahnya si burung mungil, yang juga tetap perlu terbang kian kemari untuk memperoleh makanan yang telah Dia sediakan.
Selebihnya, ya sudah lah. Terserah Tuhan saja.
Saya tidak perlu kuatir.
메타데이터
- post_id
- 54ff0a424a89
- slug
- burung-mungil-54ff0a424a89
- url
- https://medium.com/@petrickhc/burung-mungil-54ff0a424a89
- canonical_url
- https://medium.com/@petrickhc/burung-mungil-54ff0a424a89
- author_url
- https://medium.com/@petrickhc
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-21 08:56:40