← Back to list

Penjelasan Hadits Larangan Mencela Makanan, Yuk Ambil Faedahnya

Diterjemahkan oleh Tundung Memolo

Tundung Memolo (2) · 2025-03-09 13:35 · 0 claps · 1.3 min read
#artkel #artikel-islam #faedah #hadits #art
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 🕊️ · Religion

Penjelasan Hadits Larangan Mencela Makanan, Yuk Ambil Faedahnya

Diterjemahkan oleh Tundung Memolo

ما عَابَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ طَعَامًا قَطُّ؛ إنِ اشْتَهَاهُ أكَلَهُ، وإلَّا تَرَكَهُ.

Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sedikit pun. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya, dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.”

(H.R.Bukhari No. 3563 dan H.R.Muslim No. 2064)

Perawi: Abu Hurairah Ahli Hadis: Al-Bukhari Sumber: Shahih Al-Bukhari Halaman atau Nomor: 3563 Kesimpulan Ahli Hadis: [Shahih] Penjelasan :

الطَّعامُ والشَّرابُ مِن رِزقِ اللهِ تعالَى الَّذي مَنَّ به علينا،

Makanan dan minuman adalah rezeki dari Allah Ta’ala yang Dia anugerahkan kepada kita.

فإذا عابَ المَرءُ ما كَرِهَه مِن الطَّعامِ،

Jika seseorang mencela makanan yang tidak disukainya,

فإنَّه قد رَدَّ على اللهِ سُبحانه رِزقَه،

maka sesungguhnya ia telah menolak rezeki yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan.

وقد يَكرَهُ بعضُ النَّاسِ مِن الطَّعامِ ما لا يَكرَهُه غَيرُه،

Bisa jadi, seseorang tidak menyukai suatu makanan, sementara orang lain menyukainya.

ونِعمُ اللهِ تعالَى لا تُعابُ، وإنَّما يَجِبُ الشُّكرُ عليها، والحَمدُ للهِ لأجْلِها؛

Nikmat-nikmat Allah Ta’ala tidak boleh dicela, melainkan wajib disyukuri, dan hendaknya seseorang memuji Allah atasnya.

لأنَّه لا يَجِبُ لنا عليه شَيءٌ منها؛

Karena kita tidak berhak menuntut apa pun dari-Nya terkait rezeki tersebut;

بلْ هو مُتفضِّلٌ في إعْطائِه، عادلٌ في مَنْعِه،

sebaliknya, itu adalah karunia-Nya semata. Dia memberi dengan kemurahan-Nya dan menahan dengan keadilan-Nya.

ولأجْلِ ذلك كان صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ لا يَعيبُ طَعامًا أبدًا،

Oleh sebab itu, Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sedikit pun.

وإنَّما كان يَأكُلُه إذا اشْتَهاه وأرادَه، فإذا لم يُحِبَّه ترَكَه ولم يَعِبْه؛

Jika beliau menginginkannya, beliau memakannya, dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya tanpa mencelanya.

تأدُّبًا معَ اللهِ تعالَى في عدَمِ إبْداءِ الكَراهةِ لرِزقِه.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk adab terhadap Allah Ta’ala, dengan tidak menunjukkan ketidaksukaan terhadap rezeki yang telah diberikan-Nya.

وهذا مِن حُسنِ رِعايةِ النِّعمِ؛ حتَّى لا تَزولَ مِن العَبدِ،

Dan ini termasuk bagian dari menjaga nikmat dengan baik, agar tidak hilang dari seorang hamba.

كما أنَّه يدُلُّ على حُسنِ الخُلقِ.

Selain itu, sikap ini juga menunjukkan akhlak yang mulia.

Sumber : https://dorar.net/hadith/sharh/16008


메타데이터
post_id
559ff8ce01d3
slug
penjelasan-hadits-larangan-mencela-makanan-yuk-ambil-faedahnya-559ff8ce01d3
url
https://medium.com/@tundungmemolo84/penjelasan-hadits-larangan-mencela-makanan-yuk-ambil-faedahnya-559ff8ce01d3
canonical_url
https://medium.com/@tundungmemolo84/penjelasan-hadits-larangan-mencela-makanan-yuk-ambil-faedahnya-559ff8ce01d3
author_url
https://medium.com/@tundungmemolo84
status
ok
fetched_at
2026-07-20 17:49:03