← Back to list

BAB 2 SGT138 — Pertarungan di Gunung Merapi

Gunung Merapi berdiri gagah, puncaknya ditutupi kabut tebal. Bagi para petani di sekitarnya, gunung itu adalah sumber kehidupan. Namun…

Nara · 2025-09-25 05:42 · 0 claps · 1.9 min read
#martial-arts-fiction #asian-fantasy #heros-journey #epic-battle #adventure-storytelling
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

BAB 2 SGT138 — Pertarungan di Gunung Merapi

Gunung Merapi berdiri gagah, puncaknya ditutupi kabut tebal. Bagi para petani di sekitarnya, gunung itu adalah sumber kehidupan. Namun bagi dunia persilatan, Merapi menjadi bisikan misterius. Konon, sebuah sekte gelap tengah bersemayam di lerengnya, mempelajari ilmu hitam yang bisa mengguncang tatanan.

SGT138, murid kebanggaan Yisampak, berjalan menyusuri hutan Merapi dengan langkah mantap. Namanya mulai terdengar di kalangan pendekar, tapi ia tahu perjalanannya baru saja dimulai. Pesan gurunya masih terngiang: “Kebenaran bukan dicari, melainkan ditegakkan.”

Di kaki gunung, ia menemukan desa yang muram. Warga hidup ketakutan, ladang terbengkalai, dan malam selalu diwarnai suara aneh dari puncak. Seorang tetua desa mendekatinya. “Anak muda, jika kau bukan orang yang siap mati, tinggalkan tempat ini. Sekte Bayangan tak mengenal ampun.”

SGT138 menunduk hormat. “Justru karena mereka tak mengenal ampun, aku harus ada di sini.”

Api dan Bayangan

Malam itu, cahaya merah membelah langit. Dari puncak Merapi, kobaran api menyembur, bukan hanya magma, tetapi cahaya hitam yang menakutkan. SGT138 bergegas naik, mendaki dengan jurus Langkah Angin Sepuluh Riak hingga tubuhnya melesat cepat seperti bayangan.

Di sebuah altar batu, ia melihat sekelompok orang berkerudung hitam. Mereka tengah melantunkan mantra, mengorbankan penduduk desa untuk memperkuat jurus Api Neraka Bayangan.

“Berhenti!” teriak SGT138. Suaranya menggema, memutuskan lantunan mantra itu.

Pemimpin sekte, seorang lelaki berwajah pucat dengan mata merah menyala, tertawa dingin. “Jadi kau lah murid Yisampak yang mereka bicarakan. Dunia persilatan memang butuh darah baru. Sayangnya, darahmu akan jadi tumbal pertama.”

Pertarungan di Puncak

Tubuh-tubuh berkerudung hitam menyerbu. Gerakan mereka cepat, bagaikan kelelawar malam. Namun SGT138 sudah menguasai jurus Delapan Gerakan Kilat. Dengan satu gerakan tangan, ia menjatuhkan dua lawan. Kaki kirinya menyapu tanah, menghantam tiga orang sekaligus.

Tapi pemimpin sekte berbeda. Ia menguasai jurus Api Neraka Bayangan, menciptakan kobaran api hitam yang membakar udara. Panasnya membuat bebatuan retak.

SGT138 terdesak. Keringat mengalir deras, tapi tekadnya tak goyah. Ia mengingat kembali jurus pamungkas Yisampak: Tiga Cahaya Langit.

Menggenggam kedua tangannya, ia menarik napas dalam. Energi putih kebiruan menyelimuti tubuhnya. Ketika api hitam menghantam, SGT138 melompat tinggi, membelah kegelapan dengan cahaya terang.

“Ini warisan guruku! Rasakan keadilan sejati!”

Benturan dahsyat terjadi. Api hitam dan cahaya biru meledak, mengguncang lereng Merapi. Angin kencang menyapu hutan, membuat pohon tumbang.

Saat debu mengendap, pemimpin sekte terkapar, tubuhnya hancur terbakar oleh kekuatannya sendiri. Sementara SGT138 berdiri tegak, meski tubuhnya penuh luka.

Sang Penjaga Harapan

Keesokan harinya, desa kembali damai. Warga menunduk hormat kepada SGT138. Mereka menyebutnya sebagai penjaga harapan, sang pendekar yang membawa cahaya ke dalam kegelapan.

Namun, SGT138 tahu perjalanan belum selesai. Sekte Bayangan hanyalah awal. Dunia persilatan masih menyimpan banyak intrik, musuh, dan ujian yang lebih besar.

Di puncak Merapi yang masih berasap, ia bersumpah dalam hati: “Selama aku masih bernapas, warisan Yisampak akan tetap hidup. Dan nama SGT138 akan menjadi cahaya bagi yang tertindas.”


메타데이터
post_id
55ff7e5b59f8
slug
bab-2-sgt138-pertarungan-di-gunung-merapi-55ff7e5b59f8
url
https://medium.com/@nara74nda/bab-2-sgt138-pertarungan-di-gunung-merapi-55ff7e5b59f8
canonical_url
https://medium.com/@nara74nda/bab-2-sgt138-pertarungan-di-gunung-merapi-55ff7e5b59f8
author_url
https://medium.com/@nara74nda
status
ok
fetched_at
2026-06-26 12:24:55