← Back to list

A Day About Jay

Bagian 1

Munir Kartono · 2025-03-11 07:52 · 0 claps · 2.6 min read
#humor #fiksi #lucu #seri
Open on Medium ↗
Wiki topics: 😂 · Humor & Satire

A Day About Jay

Bagian 1

“Jay!”

Berulang kali nama itu terucap dari teman-teman setongkrongan yang mendadak sering ngumpul bareng di rumah Pak RW baru. Tepatnya di sebuah tempat yang agak sulit dijelaskan. Mau dibilang saung, tapi bangunannya bukan dari bambu atau kayu. Mau dibilang warkop, karena keseringan dibikinin kopi oleh Ibu RW, juga bukan. Jadi apa, ya? Ah, biarlah. Yang jelas, bukan saung yang ada warkopnya atau warkop yang ada saungnya.

Dari beberapa kali kumpul, gue baru sadar kalau mayoritas yang sering nongkrong di situ usianya jauh lebih muda dari gue. Entah apa yang salah, sih. Umur gue ada di tengah-tengah, di antara para orang tua yang bijak dan anak-anak muda yang masih penuh semangat. Walhasil, gue harus bisa ngajeni para tetua sambil ngemongi yang lebih muda. Persis kayak anak tengah dalam keluarga yang termasuk generasi sandwich dengan segala tekanan dan gencetannya. Anjrit!

Gue memang sempat bingung saat berulang kali nama “Jay, Jay, Jay…” terucap di telinga gue. Siapa dan seperti apa sosok Jay ini? Konon kabarnya, Jay itu anak almarhum senior gue, sekaligus keponakan teman gue. Jadi, bisa kebayang kan, kalau mamangnya itu teman gue, berarti selisih umur antara gue dan Jay cukup jauh. Tapi yang bikin gue penasaran, kenapa namanya sering banget disebut? Apa yang istimewa dari dia?

Who’s Jay? Tai, gue kepikiran lagi! Keadaan ini diperparah dengan fakta bahwa beberapa tahun lalu gue harus meninggalkan kampung halaman untuk menempa diri dengan ‘berguru’ di tempat yang lebih keras. Perjalanan itu cukup jauh dan memakan waktu lama, sampai bisa menghapus kenangan gue tentang rumah dan kampung halaman. Kenangan itu berganti dengan jeruji besi, kamar pengap, sipir, borgol, dan pistol. Akibatnya, gue benar-benar nggak tahu siapa itu Jay dan kenapa namanya begitu sering disebut.


Gue makin sering nongkrong di rumah Pak RW, tapi tetap nggak pernah sekalipun ketemu Jay. Yang ada cuma cerita-cerita tentang dia. Dari mulut ke mulut, dari tongkrongan ke tongkrongan, Jay ini udah kayak mitos. Semua orang tahu dia, tapi nggak banyak yang benar-benar dekat dengannya.

“Jay sekarang jarang nongkrong. Dia lebih sering di luar, kayaknya banyak urusan,” kata salah satu orang di tongkrongan. “Kadang muncul, tapi nggak lama.”

“Dulu dia sering ke sini, sebelum… ya lo tau lah,” sahut yang lain, nadanya menurun.

Gue nggak tau, tapi gue pura-pura ngerti.

“Dia pernah bantuin bocah-bocah yang kena masalah, lho,” tambah yang lain lagi. “Nggak banyak yang tahu, sih. Tapi aslinya Jay itu orangnya peduli, meskipun kadang kelihatan berantakan.”

“Tapi lo tau nggak?” tiba-tiba suara dari ujung tongkrongan nyamber. “Jay itu sering main slot, bro..”

Gue refleks ngelirik. “Seriusan?”

“Iya, katanya sering main di HP. Ada grupnya juga, tempat orang-orang setor duit dan muter nasib. Kadang menang gede, kadang amblas. Tapi ya gitu, duitnya muter di situ-situ aja.”

“Dulu pernah ada yang bilang dia sempet ngutang gara-gara kalah banyak,” timpal yang lain. “Tapi entah gimana, ada aja duitnya dia.”

Judi slot online? Ini makin menarik. Dari cerita yang gue denger, Jay kayak orang yang punya dua sisi. Di satu sisi, dia bantu bocah-bocah, peduli sama lingkungan. Tapi di sisi lain, ada dunia lain yang dia geluti, sesuatu yang lebih gelap dan penuh risiko.

“Tapi lo tau nggak, Jay itu sebenernya gampang banget akrab sama siapa aja,” seseorang menimpali. “Lo baru kenal, dua menit kemudian udah kayak temen lama.”

“Iya, dia tuh humoris parah! Kadang suka bikin orang ngakak di tongkrongan. Dulu dia sempet bilang pengen jadi stand-up komedian, lho!”

Gue agak terkejut. “Serius? Jadi komika?”

“Iya! Katanya, dia suka nontonin komik-komik gede. Cita-citanya tuh bisa naik panggung dan bikin orang ketawa, tapi ya gitu… hidupnya selalu muter di tempat yang itu-itu aja.”

Makin lama, Jay makin terasa kayak enigma. Orang-orang di sini kayaknya setengah mengagumi, setengah melihatnya dengan miris. Dan gue? Gue makin penasaran, makin pengen tahu gimana sebenarnya hidupnya berjalan. Apa yang bikin dia bertahan di dunia ini?

Ok, lu semua udah baca ceritanya. Apa ada yang bisa ceritain lebih lanjut tentang, Jay? Yuk sharing, kita lanjutin ceritanya. Siapa tau bisa jadi novel.


메타데이터
post_id
5678f86646c8
slug
a-day-about-jay-5678f86646c8
url
https://medium.com/@moenirkartono/a-day-about-jay-5678f86646c8
canonical_url
https://medium.com/@moenirkartono/a-day-about-jay-5678f86646c8
author_url
https://medium.com/@moenirkartono
status
ok
fetched_at
2026-07-20 17:03:49