← Back to list

KAJIAN POPOPE MAHASISWA BIOLOGI DAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI: Dari Posisi ke Pengabdian…

PENDAHULUAN

Dikdik Muhamad Takdir · 2025-08-07 02:05 · 0 claps · 3.2 min read
#popope-mahasiswa #biology #sith-itb
Open on Medium ↗
Wiki topics: BIO · Biology · General

KAJIAN POPOPE MAHASISWA BIOLOGI DAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI: Dari Posisi ke Pengabdian Kontribusi Mahasiswa Biologi dalam Menjawab Tantangan Food Waste

PENDAHULUAN

Mahasiswa merupakan insan akademis yang memiliki peran penting di masyarakat sebagai jembatan untuk memenuhi dan memecahkan kebutuhan dan permasalahan yang ada di masyarakat. PoPoPe merupakan singkatan dari posisi, posisi, dan peran, popope sebagai fondasi atau identitas selama mahasiswa menempuh pendidikan tinggi. Mahasiswa memerlukan penanaman popope di dalam diri karena konsep tersebut berkaitan dengan bagaimana mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat. Memahami popope sangatlah penting karena ini memungkinkan kita untuk mengenali jati diri sebagai mahasiswa, menjadi landasan dalam mengembangkan potensi diri selama menjalani perkuliahan, serta memberikan arah yang jelas dalam berkontribusi di himpunan, masyarakat, dan dunia profesi di masa depan.

Mahasiswa menjalani pendidikan tinggi di perguruan tinggi, menempuh ilmu untuk memberikan dampak dan kontribusi nyata terhadap masa depan bangsa, dengan bekal yang dimiliki seperti pengetahuan yang mumpuni, itu menjadi dasar untuk merealisasikan dampak dan kontribusi yang nyata dengan lebih terukur dan sesuai target yang dibutuhkan masyarakat. Hal tersebut tercantum dalam tridharma perguruan tinggi yang merupakan tanggung jawab utama yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen perguruan tinggi. Terdiri dari tiga aspek yang saling terhubung yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

ANALISIS DAN EVALUASI

Dalam dinamika kehidupan akademik, setiap individu memiliki peran, potensi, dan tanggung jawab yang unik sesuai dengan bidang keilmuannya. Sebagai mahasiswa Biologi, saya memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menjalankan peran saya secara utuh dalam lingkup akademik maupun sosial. Posisi saya adalah sebagai bagian dari komunitas ilmiah yang berfokus pada kajian kehidupan dan lingkungan. Potensi yang saya miliki meliputi kemampuan berpikir analitis, keterampilan laboratorium, serta kepekaan terhadap isu-isu ekologis dan kesehatan. Dari potensi tersebut, muncul peran penting untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penyelesaian permasalahan lingkungan, serta menjadi jembatan antara sains dan masyarakat.

Konsep tersebut memiliki keterkaitan erat dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui pendidikan dan pengajaran, saya mengembangkan potensi akademik dan karakter intelektual. Dalam penelitian, saya belajar menumbuhkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan menghasilkan pengetahuan baru. Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat memberi saya ruang untuk menerapkan ilmu Biologi secara langsung demi menjawab kebutuhan masyarakat.

Saya merupakan bagian dari Samvarya 2024 di mana kami akan melakukan aksi angkatan alam menginisiasi penggunaan biodigester sebagai solusi pengolahan limbah makanan dan upaya mendukung ketersediaan pupuk ramah lingkungan, muncul kesadaran bahwa peran mahasiswa tidak berhenti pada ruang kelas. Permasalahan food loss and waste bukan hanya isu global, melainkan juga nyata dalam kehidupan sehari-hari baik di skala rumah tangga, kampus, hingga masyarakat luas. Aksi ini menjadi refleksi terhadap bagaimana kami sebagai mahasiswa memaknai posisi, potensi, dan peran kami dalam menghadapi persoalan nyata di masyarakat. Dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi, aksi ini menunjukkan integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang tidak hanya membentuk pemahaman ilmiah, tetapi juga berdampak langsung terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Untuk itu saya mendapatkan suatu isu global yang berkaitan dengan aksi angkatan saya yang dapat dijadikan tolak ukur dalam menjalankan popope dengan dasar tridharma. Isu food loss and waste berada di ruang akademik, dengan perspektif ilmiah terhadap sistem pangan dan dampak lingkungan yang tentunya saya sebagai mahasiswa biologi memiliki posisi. Seperti dijelaskan dalam laporan National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine (2019) hanya sekitar 10 persen populasi dunia yang tinggal di negara dengan target pengurangan food loss and waste, sementara sektor swasta menunjukkan kemajuan yang lebih signifikan dibandingkan pemerintah dalam menetapkan dan mengukur target tersebut. Potensi mahasiswa terletak pada kemampuan untuk mengintegrasikan pengetahuan biologis dan lingkungan ke dalam solusi aplikatif, seperti analisis rantai pasok, edukasi konsumsi pangan, atau sesuai dengan topik aksang dengan pembuatan teknologi sederhana. Laporan tersebut menekankan bahwa keberhasilan penurunan food waste terjadi melalui kampanye publik yang efektif dan kerja sama teknis dengan pelaku usaha, termasuk inovasi teknologi. Peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan dapat dikaitkan dengan pentingnya kesadaran lintas sektor dan pendekatan sistemik, sebagaimana dijelaskan bahwa solusi akan lebih efektif jika melibatkan seluruh rantai pasok pangan, bukan hanya pada satu titik.

Melalui kajian ini, saya menyadari bahwa isu food loss and waste bukan hanya tantangan teknis, tetapi juga merupakan cerminan dari bagaimana suatu bangsa mengelola sumber dayanya secara berkelanjutan. Maka, pengurangan food waste dapat menjadi titik temu antara posisi saya sebagai insan akademik, potensi saya sebagai pemikir dan inovator, serta peran saya sebagai pelayan masyarakat. Kesadaran ini membentuk paradigma baru bahwa Tridharma bukan hanya milik kampus, tetapi dapat menjadi strategi hidup yang aplikatif dalam menjawab krisis lingkungan dan pangan yang kita hadapi saat ini.

KESIMPULAN

Berdasarkan kajian yang saya buat ini, saya menyadari bahwa pemahaman terhadap popope menjadi dasar penting dalam membentuk arah kontribusi mahasiswa Biologi yang relevan dan berdampak. Integrasi konsep popope dengan Tridharma Perguruan Tinggi memungkinkan saya untuk mengaktualisasikan diri melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang menyentuh isu nyata, seperti food loss and waste. Aksi angkatan berupa penerapan biodigester menjadi bukti nyata bagaimana peran mahasiswa dapat menjawab tantangan lingkungan dengan pendekatan ilmiah dan solutif. Maka, pemaknaan popope dan Tridharma tidak hanya membentuk identitas akademik, tetapi juga menguatkan orientasi kebermanfaatan bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine 2019. Reducing Impacts of Food Loss and Waste: Proceedings of a Workshop. Washington, DC: The National Academies Press. diakses pada 07 Agustus 2025, melalui https://doi.org/10.17226/25396.


메타데이터
post_id
5684cd310661
slug
kajian-popope-mahasiswa-biologidan-tridharma-perguruan-tinggi-dari-posisi-ke-pengabdian-kontribusi-5684cd310661
url
https://medium.com/@dikdikmuhamadtakdir/kajian-popope-mahasiswa-biologidan-tridharma-perguruan-tinggi-dari-posisi-ke-pengabdian-kontribusi-5684cd310661
canonical_url
https://medium.com/@dikdikmuhamadtakdir/kajian-popope-mahasiswa-biologidan-tridharma-perguruan-tinggi-dari-posisi-ke-pengabdian-kontribusi-5684cd310661
author_url
https://medium.com/@dikdikmuhamadtakdir
status
ok
fetched_at
2026-07-14 03:47:51