Yaudah, mungkin memang sudah habis masanya
“Karena semua hal ada masa kadaluarsanya”
Yaudah, mungkin memang sudah habis masanya

Image by Michal Jarmoluk from Pixabay
Setiap pertemuan ada perpisahan.
Yap, kalimat diatas cukup menjelaskan tentang apapun yang kita punya sekarang itu tidak bertahan selamanya.
Suatu hari akan ada perpisahan entah berpisah karena jarak maupun waktu. Pembuktian bahwa memang segala galanya yang ada di dunia ini hanyalah sementara.
Kita pun tahu kita tak hidup untuk selamanya, akan ada waktunya kita tidak lagi berada di dunia ini.
Kita tahu kadaluarsa itu erat kaitannya dengan sebuah makanan ataupun produk yang kontak langsung dengan tubuh. Tentunya, hal tersebut tercantum di setiap kemasan sebuah produk untuk menginformasikan sampai batas waktu aman dikonsumsi atau digunakan. Gimana kalau kita tahu sebuah produk tersebut tidak selamanya tetapi masa kadaluarsanya tidak tercantum? Masihkan kita mau untuk menggunakan produk tersebut? Atau tetap menggunakannya dengan menebak nebak kapan kadaluarsa dari produk tersebut?
Seringkali kita bertemu atau mengalami hal tersebut. Mengabaikan kapan tanggal kadaluarsanya dan tetap menggunakan produk tersebut. Sampai kita tidak sadar bahwa yang kita miliki itu juga ada batas waktunya, hanya karena tidak tercantum kita hanya menebak nebak kapan batas waktunya.
Meskipun tidak mengetahui kapan masa itu berakhir tetap tidak mengurangi kebahagiaan kita saat bersama hal yang kita sukai, seperti barang kesayangan kita, handphone, laptop, motor, hingga hewan peliharaan atau orang tersayang.
Entah kapan masa itu akan tiba, setiap saat bersamanya tetaplah sebuah kebahagiaan dan amat dinanti. Sampai akhirnya masa itu tiba. Ada yang memberi sinyal kedatangan ada juga yang pergi begitu saja
Menyakitkan memang, Berpisah karena memang masanya sudah usai. Usai sudah cerita atau perjalanan bersamanya. Segala hal telah dilalui bersama kini tersimpan sebagai memori yang tidak mungkin terulang kembali tapi, bersyukur bahwa itu pernah terjadi.
Perpisahan memang menyakitkan, membiasakan diri tanpa kehadirannya. Sayangnya hal itu pasti akan terjadi. Cepat atau lambat. Suka atau tidak suka. Mau ataupun tak mau.
Janganlah sesali perpisahan itu, tapi syukuri cerita yang pernah dirangkai bersama. Karena pada akhirnya yang abadi adalah kisahnya walau sudah tidak bisa diulang lagi
메타데이터
- post_id
- 56fb7bfe23bd
- slug
- yaudah-mungkin-memang-sudah-habis-masanya-56fb7bfe23bd
- url
- https://medium.com/@ademanik/yaudah-mungkin-memang-sudah-habis-masanya-56fb7bfe23bd
- canonical_url
- https://medium.com/@ademanik/yaudah-mungkin-memang-sudah-habis-masanya-56fb7bfe23bd
- author_url
- https://medium.com/@ademanik
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 08:23:59