← Back to list

P(s/h)y.

Mendekati SNBT ternyata bukan hanya harus tahu apa yang akan dipelajari, tetapi juga kita harus tahu apa tujuan kita nanti. Tulisan ini aku…

Giwaaa · 2025-01-28 17:45 · 0 claps · 10.4 min read
Open on Medium ↗

P(s/h)y.

Mendekati SNBT ternyata bukan hanya harus tahu apa yang akan dipelajari, tetapi juga kita harus tahu apa tujuan kita nanti. Tulisan ini aku tulis sebagai bentuk inisiatif untuk meyakinkan diri. Meyakinkan apakah nanti keputusasaan yang akan dilalui atau keteguhan hati. Pertanyaan ini berdasarkan beberapa orang yang aku tanyai dan jawaban sepenuhnya persepsiku sendiri, jikalau itu perspektif orang lain aku sudah menyantumkan sumbernya. Jangan terlalu dianggap serius. Oh iya, aku berusaha sebaku mungkin, jikalau ada yang tidak baku akan aku perbaiki secara berkala.

1. Prospek Kerja Jurusan Fisika Murni apa aja sih? terus udah punya tujuan pas udah lulus nanti?

Jurusan Fisika ternyata memiliki prospek kerja yang tidah hanya sekedar berakhir menjadi seorang guru/dosen. Saat Semester 3–7 nanti mahasiswa Fisika Murni diwajibkan untuk memilih Mata Kuliah Pilihan (MKP). Di mana ternyata, Mata Kuliah Pilihan ini merupakan ajang Prodi Fisika Murni untuk memperluas prospek kerja.

Niatan saya nanti akan memfokuskan pada Fisika Medis dan/atau Fisika Ekonomi, meski bisa saja berubah ketika sudah berada di lingkungan tersebut. Adapun tentang Fisika Medis bisa *klik ini. Selain kedua niatan saya di atas, ketika Research t*ernyata banyak lowongan di luar linear Fisika Murni. Hal tersebut tersebut akan saya jabar di bawah :

Sebelum melanjutkan perihal pekerjaan yang tidak selinear saya ingin mengangkat salah satu pendapat menarik tentang Jurusan Fisika terutama berfokus pada Kualitas. Beberapa orang berpendapat(Salah satunya kak **Richmond )*bahwa kualitas lulusan Jurusan Fisika memiliki Kualitas yang berbeda dengan jurusan lainnya. Hal tersebut karena ketika di Fisika, mahasiswa dibentuk dengan kualitas lebih. Kak Richmond dalam balasan Quoranya *berpendapat bahwa kualitas dari orang yang belajar fisika itu memiliki 6 skill tambahan, kita lihat daftar yang beliau kemukakan (dan saya sedikit menambahkan pengertiannya):

1. Kemampuan analisa yang kuat

2. Heuristic skill

Heuristik skill adalah keterampilan untuk menemukan solusi atau cara baru untuk memecahkan masalah.

3. Rational thought

Pemikiran rasional mengacu pada proses berpikir yang mengandalkan logika, bukti, dan alasan untuk mengevaluasi informasi dan membuat keputusan, yang pada dasarnya menganalisis situasi secara objektif dan sistematis, daripada didorong oleh emosi atau bias; ini melibatkan pertimbangan perspektif yang berbeda, mempertimbangkan pro dan kontra, dan mencapai kesimpulan berdasarkan fakta dan sumber yang dapat dipercaya.

4. Detail Oriented

Detail oriented adalah kemampuan untuk memperhatikan dan mengelola detail-detail kecil dalam suatu tugas atau proyek. Orang yang detail oriented biasanya teliti, fokus, dan tidak melewatkan hal-hal kecil.

5. Structural Thinking

Structured thinking atau berfikir dengan terstruktur atau runtut adalah sebuah cara berpikir yang terorganisir dan sistematis, dimana kita menggunakan konsep, aturan, atau prosedur tertentu untuk menyelesaikan masalah atau menganalisis suatu situasi. Dengan berpikir yang terstruktur, kita dapat memecahkan masalah dengan lebih efisien dan menghasilkan solusi yang lebih tepat.

6. Research (terutama Perseverance-nya)

Beliau pun menambahkan, “Rasanya itu skill dasar top talent di perusahaan manapun yang dibutuhkan untuk level individual contributor/specialist sampai level principal dan manager keatas tanpa terbatas industri dan bidang keilmuannya, yaa mungkin common knowledge sama industry specific knowledgenya agak kurang tapi itu kan bisa dipelajari. Bayangkan 3–4–5 tahun digembleng untuk mengembangkan 6 skill diatas? Kamu imba bro! mau kamu ke finance, programer, QA, bisnis, ato apapun semuanya make 6 skill diatas.”

Jika Ingin membaca lebih lanjut bisa mengeklik ini

Selain dari yang beliau jabarkan perihal kualitas dari Mahasiswa Fisika Murni, ada bukti konkretnya dari beberapa kawan Quoran lainnya:

*Menurut Kak Muhammad*

“Jurusan Fisika bisa mem”bunglon” ke banyak sektor dengan sedikit tambahan pengalaman dalam bentuk internship atau magang di perusahaan. Hal ini sehubungan banyaknya mata kuliah di jurusan Fisika yang dapat diarahkan untuk menyentuh hal — hal yang dibahas di jurusan lainnya

Bagi yang fokus ke Ekonofisika, bisa coba masuk ke ekonomi dan keuangan.

Bagi yang fokus ke Instrumentasi, bisa coba masuk ke dunia hardware.

Mayoritas mahasiswa dibekali dengan kemampuan pemrograman dan coding, jadi mereka bisa coba mengejar materi yang berhubungan jika ingin mengejar pekerjaan di bidang IT.

Jadi, prospek pekerjaan dari seorang mahasiswa yang datang dari Jurusan Fisika tidak lah kecil.”

Menurut Asma Hanifah

“ Pertama saya kerja di Software House IT, rasanya gimanaa? Semua yang dipelajarin dikuliah gak ada yang Bisa diterapin. Eits Tapi tunggu dulu jangann sedih, ternyata setelah masuk Fisika Dan di tempat kerja membantu banget dalam hal Analisa dan Logika. Kebanyakan Anak2 Fisika dapat beradaptasi cepat di pekerjaan apapun, ada Yang bilang mungkin karena kita kuliah selalu dapat tugas maupun ujian Yang rumit Jadi kita sudah biasa mengatasi problem tersebut. Jadi saya gak menyesal maşuk Fisika karena saya jadi mampu berpikir cepat dalam analisa maupun Logika. Sekarang saya Sudah menekuni pekerjaan saya di IT tapi mungkin tidak akan balık kembali ke Fisika. Dan kebanyakan angkatan saya juga bekerja di tanah IT bahkan ada Yang dengan cepatnya mendapat posisi senior atau Asisten manajer, belum lagi banyak juga Yang masuk ke ranah ekonomi analyst Jadi serba bisa kan “

Menurut Ubaidillah

“ Sejak SMA, Fisika memang dikenal sulit. Tetapi banyak juga lo pekerjaan yang bisa didapat dari lulusan Fisikawan selain guru dan dosen. Misalnya, menjadi Peneliti di LIPI, Engineer di Pabrik (Instrumentasi), Programmer, Fisikawan Medis, Radiotherapist, Geophysicist, dan material design. Dan, tidak sedikit, dari teman-teman saya yang melalang buana, beberapa kali mengambil Ph.D. di luar negeri, baik mereka yang sudah berstatus terafiliasi sebagai dosen di negeri atau pun swasta, hanya untuk mencari ilmu (katanya). kita lihat di bidang Fisika Material. Saya rasa masih akan dibutuhkan sepanjang masa, selama dunia belum kiamat. Bagaimana tidak, perkembangan teknologi, pada dasarnya adalah perkembangan material. Bidang komputer misalnya, masih akan selalu mencari material untuk membuat prosesor atau Ram dengan kemampuan komunikasi data yang cepat dan kapasitas yang besar. Bidang otomotif akan selalu mencari material yang kuat dan ringan, untuk design kendaraan, sesuai kebutuhannya, apalagi jika sudah ditemukannya mobil terbang. Dan untuk bidang kesehatan, pasti akan selalu mencari material yang aman bagi tubuh, misalnya untuk mengganti organ yang telah rusak, seperti kebutuhan akan jantung sintesis. Artinya, lapangan pekerjaan masih banyak dan akan selalu membutuhkan Fisikawan. Hanya saja, apakah kita mau mengambilnya, dan dukungan dari institusi pendidikan itu sendiri.”

Menurut Kak TeHA

“ Saya alumni fisika Bandung dan berkarir sebagai computer programmer. Alumni fisika Bandung yang saat ini lagi naik daun (karena memang hebat) adalah Budi Gunadi Sadikin, wakil menteri BUMN, direktur utama Inalum, mantan Direktur Utama Bank Mandiri. Salah satu alumni senior fisika Bandung yang suka ngerecohin Presiden Jokowi adl Rizal Ramli. Jadi alumni fisika Bandung banyak berkarir dalam dunia perbankan, dosen, dan tentu saja pengusaha. Banyak yang melanjutkan dalam bidang IT, penginderaan jauh, data analis, dll. Kemampuan adaptasi menerima pengetahuan baru sangat cepat, karena mata kuliah yang diajarkan (sangat) luasberdasarkan konsep dan pengetahuan matematika yang sangat tinggi.

Jika seorang lulusan Fisika Murni diberi kesempatan mulai bekerja, maka mental pembelajar akan terlihat jelas. Akselerasi pengetahuannya akan tinggi, sehingga pengetahuannya akan cepat beradaptasi dengan lingkungan. Menjawab pertanyaan Anda, maka bila Anda tidak melamar dalam dunia akademis, maka lamarlah Management Trainee, atau job desc yang prasyaratnya general (segala jurusan). Sebelum lulus, usahakan belajar microprocessor (dan assembly), programming language (C, Java, PHP) secara otodidak; maka dunia programming akan terbuka untuk Anda. Ada alumni Fisika juga bekerja dalam bidang pengolahan citra, analisa data menggunakan Sistem Informasi Geografis, instrumentasi, bahkan fisika medis juga ada. Ada juga yang memperdalam fisika bumi, sehingga bekerja di bidang eksplorasi pertambangan/perminyakan. Pada dasarnya kuliah di Fisika Murni akan diajarkan matematika yang sangat advanced, sehingga daya analisa Anda sangat kuat. “

Perspektif Puspita

“Jika memang tertarik dengan programming, dan berkuliah di fisika menurut saya akan lebih terbantu karena ketika kuliah akan ada mata kuliah tersebut walaupun hanya mendapatkan porsi yang sedikit. Dengan kuliah di fisika setidaknya kita diberikan pola pikir logis yang sangat membantu untuk programming sehingga mempermudah ketika ingin membuat algoritma pada program, sistem, atau aplikasi. Ketika kuliah fisika kita akan mempelajari dan mendapatkan basic programming, seperti mengenal data type and structure, algorithm, dan problem solving. Selain itu akan ada juga pemahaman tentang biner dan logical thinking ketika mempelajari eletronika analog dan sistem digital.

Jadi jika memang tertarik dengan programming dan memiliki background fisika atau senang dengan fisika akan sangat terbantu, sudah banyak lulusan fisika yang menjadi programmer termasuk saya, teman-teman seangkatan, dan kakak tingkat kuliah. Mungkin bisa dibilang seperti “privilege” di jaman sekarang, karena setidaknya sudah mendapatkan basic-basic yang dibutuhkan untuk programming hehe.”

Hal yang bisa saya simpulkan adalah berkuliah di Jurusan Fisika membuat seseorang mudah beradaptasi atas berbagai bidang. Hal itu karena mata kuliah yang diajarkan membutuhkan tingkat skill pemecahan yang tinggi. Karena selama 4 tahun digembleng oleh angka dan permasalahan yang kompleks membuat jurusan fisika menjadi terbiasa. Namun, pendalaman atas soft skill ataupun skill yang di luar linear pun harus tetap dikembangkan dengan mengikuti kelas/pelatihan di luar perkuliahan. Oleh karenanya, prospek Fisika Murni menurut saya masihlah oke, selama memfokuskan dan mendedikasikan diri kepada Fisika. Untuk prospek kerja selama 5–10 tahun kedepan, saya rasa selama kualitas diri yang dikembangkan selama berkuliah menghasilkan skill yang mudah beradaptasi pada berbagai aspek karenanya saya pikir Jurusan Fisika Murni ini prospeknya fleksibel, tak dapat dipungkiri kesempatan untuk survive pun ikut meningkat. (Hal ini hanya pendapat yang saya ambil setelah membaca dari berbagai sumber)

2. Apakah Prodi Fisika Murni pada Tahun Mendatang Akan di Gantikan oleh AI?

Sebenarnya itu adalah pertanyaan untuk para ahli di bidang Kecerdasan Buatan. Jika Anda membiarkan beberapa dekade terus berjalan, maka jawabannya mungkin pada akhirnya adalah ya. Namun saya pikir, AI mungkin bisa saja menggantikan Fisikawan, tetapi tidak akan secara penuh. Sebagaimana Kalkulator pada Handphone pun yang sudah ada puluhan tahun tetap memerlukan In Put untuk mencari suatu penyelesaian. Oleh karenanya, Jika anda bertanya apakah Prodi Fisika Murni akan tergantikan maka akan saya jawab ya, tetapi mungkin itupun hanya untuk mempermudah perhitungan ( AI membantu para Scientist sebagaimana shortcut). Penutup, Saya pikir pada akhirnya selama kita menguasai dan bisa mengaplikasikannya, kemajuan AI yang pesat tidak akan menjadi duri malahan mungkin akan menjadi ujung tombak para fisikawan. Hal ini pun berlaku untuk ilmu murni Lainnya (FMIPA).

3. Ilmu alam itu banyak, ada Biologi, Kimia, Matematika, Astronomi, dan sebagainya, kenapa Fisika?

Alasan utamanya, saya cukup kenal dengan Fisika karena pada masa SMA saya memilih Jurusan Saintek. Hal tersebut membuat saya familiar dengan Fisika.

Jika begitu kenapa tidak Kimia? Jawaban saya cukup singkat, pada pertemuan pertama (dengan materi yang mudah) saya sudah muak (bukan benci, hanya kurang nyaman saja), apalagi menurut saya Kimia dipenuhi hal-hal yang tidak bisa dibayangkan (sekalipun dibayangkan hanya bola-bola kecil yang memiliki nama, berbeda dengan Fisika yang penuh Imajinasi).

Kenapa tidak Biologi? saya pun cukup tertarik dengan Jurusan ini terutama dalam bidang Neuron, tetapi saya pikir Jurusan Biologi itu ‘nanggung’, kalaupun saya berminat pada Biologi saya akan lebih memilih menjadi Dokter sekalian sayangnya saya penakut akan hal-hal mengerikan (perihal bedah-membedah, bahkan saya masih takut hanya karena perihal tetes mata).

Kenapa tidak Matematika? Ntah kenapa saya tidak pernah terpikirkan untuk memilih Jurusan Matematika, salah satu alasan kenapa saya memilih Fisika adalah karena Beberapa buku yang pernah saya Baca, saya pikir Fisikawan itu sebenarnya adalah detektif, arkelog, dan sekaligus pembisnisnya Alam Semesta. Hal tersebut membuat saya cukup lebih tertarik terhadap Fisika daripada Matematika. Meskipun begitu, saya teramat paham bahwa Matematika itu bahasanya ilmu pasti. Haruslah paham Matematika agar paham Fisika. Alhamdullilahnya saya tidak membenci matematika itu sendiri.

Hanya Pemanis

Hanya Pemanis

4. Selain Prodi Fisika Murni apa lagi yang diminati?

Saya akan men-list prodi yang pernah saya lirik:

  1. Psikologi***
  2. Neurosains**
  3. Teknik Fisika
  4. Teknik Nuklir
  5. Akuntansi*
  6. Ilmu Manajemen
  7. Kedokteran Hewan
  8. Biologi
  9. Hukum
  10. Teknik Pertambangan
  11. Kearsipan dan Rekaman Informasi*
  12. Perbankan*

Itu beberapa Prodi yang pernah saya lirik, tanda bintang (*) menandakan seberapa ingin saya ke sana dan saat ini pun masih saya Perdalami. Sayangnya Poin ke-2 , Prodi itu belum ada di Indonesia.

5. Menikahi Fisika

Pada bagian kelima ini, judulnya saya buat berbentuk pernyataan bukan pertanyaan. Namun, saya akan jabarkan di bawah ini untuk pertanyaan terkait:

Siap Ga Lu Menjalaninya?

Semisal Lanjut S2, Seberapa siap lo mendedikasikan diri dengan Fisika?

Apakah sanggup belajar Fisika selama 4 Tahun?

Semisal Lanjut S2 (Amiin), Seberapa siap lo mendedikasikan diri dengan Fisika?

Setelah masuk pada dunia abjad yang disusun menjadi buku, aku teramat tertarik pada Ilmu berbasis Fakta dan Data, ntah itu Saintek maupun Soshum. Sejak saat itu, ketika nanti ditempatkan di salah-satu bagiannya (ntah itu Psikologi, Fisika, Neurosains, atau lainnya) aku berniat Mendedikasikan Diri pada ilmu itu sendiri. Pernah pula aku membayangkan Hari tua nanti salah satu keinginanku adalah tetap mengakses Ilmu Pasti. Karenanya , Jikalau aku nanti di tempatkan di salah satu bagiannya, Aku akan mendedikasikan diri untuk mempelajarinya. Aku akan menikahi ilmu itu sendiri. Bercinta dengannya mungkin akan menjadi keseharianku nantinya. dan Aku sudah membayangkan seberapa sulit dan lamanya jalan yang akan aku lalui. Namun, yang aku pelajari adalah Ilmu Pasti, pasti ada solusi konkret di balik yang akan menghalangi nanti.

Ketika Stuck, Apa yang bakal dilakukan?

Untuk diriku saat ini (1/28/25), aku hanya akan menjawab, ketika benteng tinggi menghalangi dan loncat tinggi bukanlah solusi.Maka akan aku tarik akar permasalahannya, sehingga bukan temboknya yang ternyata tinggi, tetapi alas ‘Fundamental’ ‘ku yang hanya terlalu dangkal. tempa,tempa, dan tempa sehingga the experience will make it easy.

Jika Materi Fisika semakin sulit apakah akan menyerah?

yang aku pelajari adalah Ilmu Pasti, pasti ada solusi konkret di balik yang akan menghalangi nanti.

Seberapa sabar lo bakal survive ketika stuck?

Saya tidak bisa menjawab saat ini, tetapi saya akan berusaha sesabar yang bisa saya sabari.

Siap mengorbankan waktu berorganisasi/Beraktivitas untuk hal tersebut?

Planning saya, saya lebih mengutamakan mengasah skill lain yang akan berarti nanti, dan kalau pun sempat saya akan berorganisasi untuk menambah relasi (Lowongan Kerja).

6. Kalau pas kuliah ngerasa ga sesuai sama ekpektasi kamu dan malah ngebuat kamu benci sama fisika itu sendiri apakah akan kuat buat bertahan di Prodi Fisika?

Jujur, Ekpektasi/Bayangan saya ketika berkuliah di Jurusan ini hanyalah mencicipi soal setiap hari, bolak-balik lab fisika menjadi rutinitas sehari-hari, pulpen merah akan ada di setiap apa yang kutulis nanti, Waktu Istirahat akan dimakan oleh research memperdalami apa yang aku kurang pahami, bersahabat dengan fakultas kedokteran yang akan mengecek rutin kondisi badan yang telah banting tulang nanti. kalau apa yang aku bayangkan ini tidak terjadi, maka aku bukan berada di lingkungan Fisika itu sendiri. Kebencian pasti ada di setiap apa yang akan dilalui, dan merangkulnya secara sabar adalah obat ampuh yg selama ini kupercayai, bukan lari menjauhinya. Mungkin aku akan sedikit mengatai ‘Fisika kuantum, K nya Kon-’ sebagai bentuk ekspresi manusia agar tenang kembali mengendalikan diri.

7. Hal apa yang membuat kamu Terobsesi sama fisika? Apa sih Obsesinya?

Mungkin karena dekat dengan Ilmu Pasti lainnya, atau mungkin karena kemungkinan survive tinggi? Mungkin karena Hukum Sistem Alam Semesta ini sendiri? atau Untuk ajang membuktikan diri kepada diri sendiri? Atau mungkin bisa juga karena Rasa Bahagia ketika menemukan sebuah Solusi? Ntahlah, aku akan terus memikirkannya dan memperbarui terkhusus pada bagian 7 ini.

Terima kasih telah datang pada tulisan ini. Terima kasih karena telah membacanya hingga sampai sini. Tulisan ini ditulis berdasarkan perspeksi sendiri. DAN JIKA PADA AKHIRNYA PIKIRAN MENDADAK MERUBAH HALUAN maka TUJUAN tulisan ini telah TERPENUHI. DAN JIKALAU PULA AKU BERADA DI SANA NANTI maka Tujuan tulisan ini untuk mengingatkanku pada Awal Muasal akar itu sendiri. Aku tidak akan tahu apa yang akan aku ucapkan di masa depan nanti, namun dia — aku yg di masa depan — akan tahu pikiranku saat ini.

Teruntuk Giwa di masa depan nanti. Jangan menyerah dan terus berpegang teguh dengan apa yang sedang dilalui. Ingat pada cita-cita dulumu itu. ingat pula bahwa setiap langkah yang dilalui adalah proses mencari jati diri. Kehidupan memang bukan hal yang mudah dilalui, oleh karenanyalah kita disebut hidup itu sendiri, nikmatilah setiap warna yang telah dunia ini penuhi. Utamakan mimpi, cita-cita, dan masa depan yang akan ditapaki. berpegang teguh pada hati sendiri merupakan salah satu pondasi. Jikalau lelah sangat membebani, ambillah sedikit istirahat yang menyegarkan hati kembali. Setiap usaha yang telah kamu lalui bukanlah tidak membuahkan hasil, Namun setiap usahamu adalah cara kamu memperbesar kemungkinan memperoleh hasil yang kamu inginkan itu. Jaga Emosi. Jaga Diri. Investasi terbaik adalah tentang kesehatan dan keilmuan. Penuhi rumahmu nanti dengan berbagai buku yang telah lahir ke dunia ini. Hidup yang bijak adalah hidup yang dipenuhi oleh kesadaran itu sendiri,

Ditulis pada: 28 Januari 2025

Diedit ulang pada: -


메타데이터
post_id
577c46ace6aa
slug
p-s-h-y-577c46ace6aa
url
https://medium.com/@Giwaaa/p-s-h-y-577c46ace6aa
canonical_url
https://medium.com/@Giwaaa/p-s-h-y-577c46ace6aa
author_url
https://medium.com/@Giwaaa
status
ok
fetched_at
2026-06-26 12:24:55