← Back to list

Fans Pop Korea Terlalu Fanatik Sampai Mencampuri Kehidupan Idolanya?

Pop Korea atau Korean Pop adalah musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Genre dari musik ini beragam, seperti hip hop, jazz, rock…

Vani Ursula · 2022-12-04 10:35 · 0 claps · 4.6 min read
#fans-k-pop #filsafat-manusia #eksistensialisme #fanaticism #toxic
Open on Medium ↗
Wiki topics: RAG · RAG & Retrieval 🎵 · Music & Audio

Fans Pop Korea Terlalu Fanatik Sampai Mencampuri Kehidupan Idolanya?

Pop Korea atau Korean Pop adalah musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Genre dari musik ini beragam, seperti hip hop, jazz, rock, electronic dance, dan sebagainya. Biasanya musik ini dibawakan oleh sebuah grup, atau soloist. Sampai saat ini, Pop Korea dan Drama Korea adalah hal yang tak terpisahkan dari Korean Wave di berbagai dunia, penggemar yang berjumlah besar membuat Pop Korea semakin dikenal.

Pop Modern Korea ditandai dengan debut sebuah boy grup pada tahun 1992 yang bubar pada tahun 1996. Setelah itu salah satu anggotanya mendirikan agensi multinasional bernama YG Entertainment yang berisi artis-artis papan atas. Di tahun 2000-an, Pop Korea menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dan mulai dilihat oleh media nasional dan internasional.

Genre musik hip hop dibawakan dengan apik oleh Rain, Super Junior, Big Bang, dan masih banyak lagi artis/grup terkenal pada jaman itu, atau bisa disebut Pop Korea Generasi 1,5 dan Generasi 2.

Pada era generasi 1,5 mulai muncul istilah Korean Wave, saat itu juga media internasional mulai mengeluarkan berita tentang Pop Korea dan Idol Korea. Di era ini muncul penyanyi yang hingga saat ini dikenal sebagai legenda, seperti Rain, BoA, dan masih banyak lagi. Mereka juga yang membuat Pop korea dikenal oleh pasar luar Korea Selatan seperti China dan Jepang.

Tentu tidak semulus itu, generasi kedua lahir kala krisis ekonomi yang melanda Korea Selatan. Saat itu, Pop Korea adalah salah satu “barang” yang membantu Negeri Ginseng bertahan dari krisis ekonomi. Seperti Girls Generation yang membantu perekonomian Korea Selatan sebesar 12% dengan lagu mereka yang berjudul ‘Gee’, wow banyak ya! Di generasi ini Idol Korea mulai sering muncul ke publik, juga menarik lebih banyak penggemar. Munculnya variety show, dan acara-acara tv lainnya. Di era ini muncul beberapa grup yang juga disebut legenda karena lagu-lagu yang mendunia dan pencapaian mereka yang hebat di mana pada zaman itu belum ada Youtube, seperti Girls Generation, Super Junior, hingga Big Bang.

Di generasi 2,5 penggemar mulai menaruh harapan yang lebih pada Idol Korea. Didukung dengan munculnya Youtube pada tahun 2010, penggemar bertambah banyak. Semua orang mulai tertarik untuk mencari tahu tentang Pop Korea.

Masuk ke generasi ketiga, di era ini lahir grup terkenal seperti Twice, Red Velvet, GOT7, dan masih banyak lagi. Penggemar berkata, era ini adalah golden era sepanjang sejarah Pop Korea. Karena ketenarannya hampir merata untuk setiap grup, juga banyak idol berbakat yang muncul ke publik dan membuat penggemar kagum. Perkembangan Pop Korea di era ini sangat pesat, seperti lagu, koreografi, MV atau Music Video, kegiatan promosi, hingga merchandise. Dengan adanya internet yang sudah bisa dijangkau dengan mudah juga media sosial, seperti Twitter memicu globalisasi musik dan budaya Pop Korea.

Masuk di generasi 3,5 atau masa peralihan, muncul beberapa grup yang masih terkenal hingga saat ini, seperti SEVENTEEN, Blackpink, hingga Cosmic Girls. Di era ini mulai muncul temporary group atau grup sementara dari ajang survival yang dikenal oleh seluruh penggemar, PRODUCE 101 season 1 memunculkan girl group “Ideal of Idol” dan PRODUCE 101 season 2 memunculkan boy group “Wanna One”. Popularitas mereka tak terbendung sejak acara dimulai, karena penggemar dari berbagai belahan dunia menonton acara survival tersebut.

Setelah masa peralihan, muncul generasi keempat. Karena kesuksesan generasi sebelumnya, di generasi ini Pop Korea mencapai titik tertinggi dalam popularitas mereka. Satu hal yang perubahannya sangat menonjol antara generasi keempat dengan beberapa generasi sebelumnya adalah dihapusnya batasan sehingga penggemar bisa melihat aktivitas idolanya 24 jam penuh. Tak lagi melalui variety show saja, sekarang penggemar bisa melihat idola mereka lewat live streaming yang dilakukan idol di platform apapun dan kapanpun. Mereka bisa berbagi aktivitas selama backstage acara atau behind the scene pada pembuatan album baru, ataupun keinginan mereka untuk menyapa penggemar dan masih banyak lagi.

Perkembangan Pop Korea yang cukup pesat ini juga menghasilkan dampak buruk bagi Idol Korea. Dengan jumlah penggemar yang besar, para idol menanggung harapan dan tuntutan yang sangat besar dari penggemarnya. Sikap penggemar dari generasi ke generasi pun semakin buruk bahkan bisa disebut fanatik atau toxic. Yang awalnya hanya beberapa penggemar yang toxic sekarang hampir semua penggemar seperti itu. Sikap ini diawali oleh adanya pemikiran penggemar yang mengatakan bahwa idol sebaiknya fokus pada karir saja dan tidak memikirkan hal-hal yang sekiranya dapat mengganggu fokusnya, contoh yang sering dialami ialah kasus percintaan.

Peristiwa ini sesuai dengan pemikiran seorang filsuf berinisial K, di mana moralitas dalam masyarakat telah diobjektifkan. Hal ini dilihat dari kecenderungan masyarakat untuk menilai baik tidaknya suatu perbuatan adalah karena ada “kesepakatan bersama” atau ada pendapat umum yang mengatakan bahwa perbuatan tersebut adalah baik. Demikian juga jika perbuatan itu dianggap buruk, hal itu disebabkan oleh pendapat umum yang mengatakan bahwa perbuatan tersebut adalah buruk. Dalam hal ini, bisa dilihat jika penggemar menganggap tindakan melarang idol berkencan itu baik karena pendapat umum di antara penggemar. Juga tindakan idol untuk berkencan dianggap buruk karena pendapat umum di antara penggemar.

K bukannya tidak mengakui sisi positif dari moralitas yang diobjektifkan. Tetapi dia mengkritik efek negatif yang ditimbulkan oleh hal tersebut, seperti menjadikan pendapat umum tersebut layaknya tameng karena orang lain juga berpendapat seperti itu agar tidak disalahkan.

Di balik tameng yang digunakan, penggemar rela memanipulasi kebenaran yang ada. Seperti kasus idol bernama Sulli ex f(x) yang bunuh diri karena tidak kuat dengan komentar negatif yang penuh tuntutan dari penggemar. Penggemar mengatakan sesuatu dengan tameng bahwa hal itu untuk kebaikan Sulli, di mana efek samping dari perkataan mereka adalah rusaknya mental idol tersebut bahkan hingga bunuh diri.

Idol dituntut untuk melakukan ini dan itu oleh penggemar, padahal dalam bereksistensi individu memiliki kebebasan dan tanggung jawab terhadap keberadaan hakiki dirinya. Menurut K, keberadaan manusia sebagai subjek benar-benar bebas dan tidak bergantung pada tuntutan apapun. Individu seharusnya bisa mengambil keputusan terhadap dirinya sendiri tanpa campur tangan pihak lain, dalam hal ini adalah penggemar Pop Korea.

Bahkan, ada penggemar yang fanatiknya sampai di titik menguntit idol. Berdasarkan teori filsafat, perilaku ini masuk ke tahap estetis di mana penggemar memburu kenikmatan dunia yaitu mengetahui keseharian idol tanpa menerima norma yang ada di masyarakat. Terkadang perilaku menguntit inilah yang membuat penggemar mengetahui idol sedang berkencan dan mulai meminta bahkan memaksa mereka untuk memutuskan hubungan dengan kekasih mereka.

Kasus ini pernah muncul pada generasi ketiga dimana anggota boy grup dan girl group sempat memadu kasih, namun karena keegoisan penggemar dari kedua belah pihak yang terus menyerang mereka, akhirnya hubungan mereka berakhir. Pada saat itu, penggemar menganggap hal yang dilakukan mereka adalah benar karena boy group tersebut baru saja debut padahal sebenarnya tidak. Tindakan mereka justru menimbulkan trauma tersendiri kepada idol. Hal ini sesuai dengan teori bahwa moralitas di masyarakat sudah diobjektifkan dan penggemar menggunakannya sebagai sebuah tameng untuk pembelaan diri.

Bukankah seharusnya hubungan percintaan idol berjalan sesuai dengan kemauan idol tersebut? Bukankah seharusnya penggemar yang notabenenya adalah pihak lain tidak campur tangan? Bukankah seharusnya penggemar mendukung pilihan idolanya selama itu baik?

Menurut sudut pandang eksistensialisme, sebagai makhluk hidup, individu seharusnya memiliki kebebasan yang bertanggung jawab dalam membuat keputusan dalam hidupnya tanpa campur tangan orang lain. Perilaku penggemar yang sangat fanatik adalah tidak baik. Penggemar sudah melihat banyak kejadian dan akibat yang ditimbulkan oleh penggemar generasi sebelumnya dimana idol rela meninggalkan kebahagiaannya hingga bunuh diri, tetapi penggemar menutup mata dan terus melakukannya.

Pesan yang dapat kita tarik adalah sebagai seorang penggemar ataupun kenalan seseorang, kita tidak bisa menuntut atau memaksa mereka memilih sesuatu karena yang berhak atas individu tersebut adalah dirinya sendiri, jangan membatasi kebebasan individu.


메타데이터
post_id
57a29e4622e9
slug
fans-pop-korea-terlalu-fanatik-sampai-mencampuri-kehidupan-idolanya-57a29e4622e9
url
https://medium.com/@vaniursula/fans-pop-korea-terlalu-fanatik-sampai-mencampuri-kehidupan-idolanya-57a29e4622e9
canonical_url
https://medium.com/@vaniursula/fans-pop-korea-terlalu-fanatik-sampai-mencampuri-kehidupan-idolanya-57a29e4622e9
author_url
https://medium.com/@vaniursula
status
ok
fetched_at
2026-07-31 15:47:04