← Back to list

KBP Reguler: Buku, Psikologi, dan Werewolf

(Oleh: Bookmin)

Kupang Book Party · 2025-11-17 09:06 · 4 claps · 3.1 min read
#komunitas #kupangbookparty #jurnalkbp02 #literasi
Open on Medium ↗

KBP Reguler: Buku, Psikologi, dan Werewolf

(Oleh: Bookmin)

Para Book Mates (dok. KBP)

Para Book Mates (dok. KBP)

Kegiatan reguler Kupang Book Party kali ini memiliki nuansa yang baru. Kegiatan yang biasanya berlokasi di belakang Gong Perdamaian di Taman Nostalgia, bergeser ke Toko Kopi Maida. Dihadiri oleh 20-an orang book mates, agenda berjalan sebagaimana biasanya. Kegiatan dimulai dengan perkenalan, silent reading, sharing, dan diakhiri dengan aktivitas menyenangkan bersama.

Silent reading berlangsung sunyi, yang terdengar hanyalah langkah kaki menginjak tanah dan gesekan setiap lembaran buku yang saling bergantian, pertanda para Book Mates mulai berinteraksi dengan buku yang mereka bawa.

20 menit berlalu tanpa disadari. Konsentrasi Book Mates terpecah oleh suara Dewi yang mengingatkan bahwa waktu silent reading telah selesai. Setelah itu, agenda beralih ke sesi sharing. “Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin — Tere Liye” menjadi buku pertama yang dipentaskan. Joy Sihombing, mahasiswa Fakultas Hukum UNC menceritakan isi dari buku tersebut yang disambut oleh pertanyaan dari book mates yang lain.

Cover Buku Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin

Cover Buku Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin

Setelahnya Ridho dengan latar belakang psikologinya menceritakan buku yang berjudul “Hakikat Pikiran — Inayat Khan” yang kemudian disambut buku “Becoming Supranatural — Dr. Joe Dispenza” oleh Iva Daniel, seorang konselor pendidikan yang mempunyai latar belakang yang sama. Terjadi diskusi yang bertema psikologi yang muncul secara organik. Di sela-sela diskusi, muncul pertanyaan dari Sandra Bria, seorang mahasiswa psikologi yang sedang mengerjakan tugas akhirnya. Sayangnya, diskusi yang seru ini harus diakhiri oleh antrian beberapa buku di antaranya adalah “Jalan Pulang — Jazuli Imam,” sebuah buku bergenre sastra perjalanan yang diceritakan oleh Najwa, “Jalan Tak Ada Ujung — Mochtar Lubis,” sebuah novel yang berlatar Jakarta beberapa bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan dengan Guru Isa sebagai tokoh sentralnya yang diceritakan oleh Vito, kemudian beberapa buku lainnya.

Cover Hakikat Pikiran

Cover Hakikat Pikiran

Setelah selesai, Siska memimpin para book mates memainkan game Werewolf. “Malam telah tiba, semua warga desa tertidur.” Ucap Siska tanda permainan dimulai. “Seer, silakan buka mata,” lanjutnya. Vito membuka mata, kemudian menerawang Iva Daniel. Siska memberi kode kepada Seer bahwa Iva Daniel adalah seorang villager. Kemudian Seer kembali menutup matanya, kesempatan beralih ke Bodyguard, Ia diminta oleh Siska untuk melindungi seseorang dan kembali menutup matanya, kemudian permainan berlanjut.

Malam itu, Vito sang Seer dimangsa oleh para Werewolf. Kematiannya tidak diketahui oleh para Villager, terutama Bodyguard yang akhirnya gagal melindungi Seer malam itu.

“Malam telah tiba, semua warga desa silakan menutup mata.” Ucap Siska kembali melanjutkan permainan. “Seer, silahkan buka mata” lanjutnya meskipun ia tahu Seer telah tewas di malam sebelumnya. “Bodyguard, silakan buka mata, siapa yang ingin Anda lindungi?” Ucap Siska yang setelah itu mengangguk tanda paham setelah diberi kode oleh Ridho yang berperan sebagai Bodyguard. “Werewolf, bangkitlah. Siapa yang ingin kalian bunuh malam ini?” Para Werewolf saling melirik dan menunjuk dengan ekor mata mereka. Malam itu, kembali memangsa seorang Villager. Para Werewolf tersenyum puas, namun senyum itu tak tampak pada wajah licik mereka yang memasang muka cemas seperti para Villager.

Suasana Special Activity (dok. KBP)

Suasana Special Activity (dok. KBP)

Werewolf, bangkitlah. Siapa yang mau kalian bunuh malam ini.” Empat orang membuka mata, mereka saling melirik untuk menentukan siapa yang harus dibunuh malam itu. Kesepakatan telah tercapai, Vito — sang peramal tewas pada serangan Werewolf malam itu.

Para Villager berkumpul dan menentukan siapa yang harus dieliminasi. Diskusi berlangsung sengit hingga timbul perdebatan, namun para Villager tak sadar bahwa mereka telah masuk ke dalam perangkap Werewolf licik yang sedang menyamar dan memprovokasi agar mereka saling menuduh satu sama lain. Siasat Werewolf berhasil. Keputusan keluar, Najwa harus diusir dari desa karena dituduh Werewolf. Semuanya tersenyum puas, namun hilang saat Siska mengatakan bahwa para Werewolf masih lengkap.

Malam-malam berikutnya, para Villager terus terjebak dalam permainan para Werewolf. Dengan tewasnya Seer pada awal permainan, para Werewolf yang selalu bergerombol saat beraksi itu bisa dengan leluasa memangsa Villager tanpa takut tertangkap. Akhirnya dengan siasat yang mereka mainkan, satu per satu Villager tewas dan game ini dimenangkan oleh tim Werewolf

Sekian keseruan Book Party minggu ini, kami nantikan kehadiran kalian di minggu-minggu selanjutnya.


메타데이터
post_id
57fa84a54d8a
slug
kbp-reguler-buku-psikologi-dan-werewolf-57fa84a54d8a
url
https://medium.com/@kupangbookparty01/kbp-reguler-buku-psikologi-dan-werewolf-57fa84a54d8a
canonical_url
https://medium.com/@kupangbookparty01/kbp-reguler-buku-psikologi-dan-werewolf-57fa84a54d8a
author_url
https://medium.com/@kupangbookparty01
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13