Resume Buku : Filsafat Pendidikan, Oleh Hisarma Saragih
Identitas Buku
Resume Buku : Filsafat Pendidikan, Oleh Hisarma Saragih

Identitas Buku
- Judul : Filsafat Pendidikan
- Penulis : Hisarma Saragih, Stimson Hutagalung, Arin Tentrem Mawati, Dina Chamidah, Muh. Fahris Khalik, Paulina Wula, Bonaraja Purba, Iskandar Kato
- Penerbit : Yayasan Kita Menulis
- Tahun terbit : 2021
- Halaman : 171
BAB I : Pengertian, dan Cabang-cabang Filsafat
Bab ini menjelaskan tentang pengertian filsafat yang kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani yang berasal dari kata “Philos” yang artinya senang, cinta, dan gemar. Secara harfiah filsafat itu merujuk pada pencarian secara tak jemu-jemu kebenaran dan penerapannya yang pas pada kehidupan kita. Istilah filsafat telah dikenal manusia masa Yunani kuno, misalnya di Miletos, Asia Kecil, tempat perantauan orang Yunani, disanalah awal mula munculnya filsafat.
Penulis juga menuliskan tentang cabang-cabang filsafat yang berkembang atau bertambah tersebut antara lain adalah: (1) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan); (2) Etika (Filsafat Moral); (3) Estetika (Filsafat Seni); (4) Metafisika; (5) Politik (Filsafat Pemerintahan); (6) Filsafat Agama; (7) Filsafat Ilmu; (8) Filsafat Pendidikan; (9) Filsafat Hukum; (10) Filsafat Sejarah; dan Filsafat Matematika.
BAB II : Karakteristik Filsafat
Menurut Zainal bab ini menjelaskan tentang ciri filsafat yang dibagi menjadi tiga yaitu karakteristik ekstensif, intensif, dan kritis. Pada bagian ekstensif, Dilihat melalui luasnya jangkauan atau menyeluruhnya objek kajian yang digeluti. Pada ciri ini yang menjadi sorotan adalah gambaran menyeluruh tentang realitas manusia dan tidak menyorotiaspek-aspek tertentu dari gejala. Pada bagian intensif, Filsafat adalah kegiatan intelektual yang menggali inti, hakikat, esensi, akar, atau struktur dasar yang melandasi segala kenyataan. Kemudian Objek yang biasa ditemui olehnya tidak sungguh-sungguh menimbulkan pertanyaan; dan adanya kemungkinan yang tidak dikenal, ia nafikan tanpa rasa sungkan. Sebaliknya, begitu kita mulai berfilsafat, kita akan menemukan bahwa segenap hal pada peristiwa sehari-hari pada prinsipnya menimbulkan banyak pertanyaan, dan jawaban untuk pertanyaan tersebut tidak pernah akan lengkap dan tuntas.
Penulis juga menyebutkan tentang ciri-ciri filsafat, yaitu : filsafat sebagai ilmu, filsafat sebagai cara berpikir, dan filsafat sebagai pandangan hidup.
BAB III : Perbedaan Filsafat dengan Bidang Pengetahuan Lainnya (Ilmu, Seni, dan Budaya )
Pada bab ini membahas tentang ilmu dengan filsafat. Filsafat melengkapkan ilmu yang dapat menjawab tentang fenomena dunia fisik. Untuk menjangkau apa yang ada di belakang fenomena tersebut, memahami latar belakangnya, maksud dan tujuan serta nilainya. Dunia pengetahuan membutuhkan dan menoleh kepada filsafat, sebab filsafat sifatnya spekulatif dan sangat memungkinkan untuk menjawab persoalan itu.
Selanjutnya tentang seni dan filsafat, Kita awali dengan pertanyaan “apakah seni itu” para filsuf dan ahli estetika awal abad 20 untuk menjawab hal ini menggunakan pendekatan ilmiah, bekerja dengan ilmu-ilmu lain seperti dengan psikologi, antropologi, sosiologi, semiotic dan lain-lain. Kemudian menghasilkan definisi yang berbeda-beda. Namun bila kita teliti dari sekian banyak definisi maka akan ditemukan definisi terpenting meliputi: 1) Skill /kemahiran “art is skill in making or doing”, dan 2) Human Activity /kegiatan manusia.
Penulis juga menuliskan tentang perbedaan seni, ilmu, filsafat dan Agama: 1) Ilmu dan filsafat sifatnya nisbi sedangkan agama bersifat absolut (mutlak); 2) Ilmu membatasi lingkup penjelajahannya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan metode yang dipakai dalam penyusunan yang sudah teruji kebenarannya secara empiris; 3) Ilmu mencoba mencarikan keterangan mengenai alam, memahami objek, menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal.
BAB IV : Hubungan Filsafat dengan Teori Pendidikan
Pada bab ini dalam konteks mendidik, pendidikan pada hakikatnya lahir dari spekulasi filsafat tentang kehidupan manusia. Pendidikan yang lahir dari spekulasi filosofis dieksplorasi melalui proses refleksi dan analisis, atau proses antitesis dan sintesis berulang. Hasil spekulasi filosofis diterima sebagai kebenaran yang melahirkan premis bahwa pendidikan dipercaya membawa perubahan bagi manusia. Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, dimulai dengan keraguan, sedangkan Filsafat dimulai dengan keduanya. Melalui pendidikan, anak mendapatkan apa yang ingin dicapai, apa yang seharusnya dihasilkan individu melalui kegiatan pendidikan.
BAB V : Hubungan Filsafat dengan Aspek-aspek Pendidikan
Penulis menerangkan bahwa filsafat pendidikan merupakan jiwa, roh dan kepribadian sistem pendidikan nasional. Filsafat menjadikan manusia berkembang dapat mempunyai pandangan hidup yang menyeluruh dan sistematis yang dimuat dalam bentuk kurikulum. Dengan kurikulum sistem pengajaran dan pembelajaran dapat lebih terarah dan guru dapat dengan mudah menyusun rencana pembelajaran untuk diajarkan kepada peserta didik.
Pengembangan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya; landasan filosofi, paradigma pendidikan, metodologi pengembangan ilmu pendidikan, pengembangan teori ilmu-ilmu pendidikan dan daya dukung organisasi. Dengan demikian, maka kita dapat berkesimpulan bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan filsafat.
BAB VI : Aliran-aliran Filsafat Pendidikan
Bab ini terdapat aliran idealisme. Idealisme ini merupakan sebuah aliran yang memiliki pandangan bahwa hakikat segala sesuatu ada pada tataran ide. Ada juga aliran konstruktivisme. Dalam konteks dunia pendidikan, konstruktivisme merupakan suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Selanjutnya aliran realisme. Realisme merupakan aliran filsafat yang berpendapat bahwa hakikat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia ruhani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian yakni subyek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan di pihak yang lainnya adalah adanya realitas diluar manusia, yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia.
BAB VII : Idealisme dan Realisme serta Implikasinya terhadap Pendidikan
Penulis menerangkan bahwa filsafat idealisme & Realisme memberikan sumbangan yang besar terhadap teori perkembangan pendidikan, khususnya filsafat pendidikan. Filsafat idealisme diturunkan dari filsafat metafisik yang menekankan pertumbuhan rohani. Kaum idealis percaya bahwa anak atau peserta didik merupakan bagian dari alam spiritual, yang memiliki pembawaan spiritual sesuai potensi yang ia miliki. Oleh karena itu, pendidikan harus mengajarkan hubungan antara anak idealisme anak bagian alam spiritual dengan realisme.Implikasi filsafat idealisme dalam bidang pendidikan adalah tertuang dalam UU No 20 Tahun 2003, Pasal 3,“Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional”.
BAB VIII : Pragmatisme, Eksistensialisme serta Implikasinya terhadap Pendidikan
Bab ini menerangkan bahwa Dewey secara realistis mengkritik praktek pendidikan yang hanya menekankan pentingnya peranan guru dan mengesampingkan para siswa dalam sistem pendidikan. Jadi menurut Dewey pendidikan harus bersifat partisipatif, yaitu pendidikan yang dalam prosesnya menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam pendidikan. Pola pendidikan partisipatif menuntut para peserta didik agar dapat melakukan pendidikan secara aktif. Bukan hanya pasif, mendengar, mengikuti, mentaati, dan mencontoh guru.
Adapun ajaran filsafat eksistensialisme ateistis dari tokoh Sartre mengenai azas eksistensi tentang keterbukaan, kesadaran, dan kemerdekaan tak ada batas; tak ada norma. Hal ini justru anarkhi dan oportunis karena bertentangan dengan tujuan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, cukuplah di sini dikatakan bahwa dari seorang filsuf atau dari ajaran filsafat, yang tidak bisa kita setujui, dan kita bisa belajar banyak.
PENUTUP
Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan tentang filsafat pendidikan. Didalam buku ini terdapat materi yang sangat banyak dan mudah dipahami bagi pembaca.
Dosen Pengampu : Zein Muchamad Masykur, M.Ag.
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
메타데이터
- post_id
- 585cfd677f5a
- slug
- resume-buku-filsafat-pendidikan-oleh-hisarma-saragih-585cfd677f5a
- url
- https://medium.com/@244110402352/resume-buku-filsafat-pendidikan-oleh-hisarma-saragih-585cfd677f5a
- canonical_url
- https://medium.com/@244110402352/resume-buku-filsafat-pendidikan-oleh-hisarma-saragih-585cfd677f5a
- author_url
- https://medium.com/@244110402352
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-17 10:47:30