Mengelola Harta Anak Yatim Berbahaya, Mengapa?
Tahukah kamu? Mengelola harta anak yatim itu bisa menjadi bahaya jika pengelolaannya tidak sesuai dengan aturan agama. Harta yatim menjadi…
Mengelola Harta Anak Yatim Berbahaya, Mengapa?

Sumber: Google (freepik.com)
Tahukah kamu? Mengelola harta anak yatim itu bisa menjadi bahaya jika pengelolaannya tidak sesuai dengan aturan agama. Harta yatim menjadi amanah kepada walinya agar dikelola semaksimal mungkin untuk mencakup kehidupan anak yatim tersebut. Ketika anak yatim sudah beranjak dewasa dan memiliki kemampuan untuk mengelola sendiri, maka harta harus diberikan ke mereka.
Anak Yatim merupakan anak-anak yang telah ditinggal mati oleh ayahnya sebelum usia balig. Islam memandang bahwa sudah sepatutnya anak yatim mendapat perlindungan, kasih sayang, dan diperlakukan dengan sebaik mungkin layaknya anak sendiri. Kepedulian kita terhadap anak yatim tidak hanya sebatas menyantuni, tapi juga bagaimana kita bisa mengelola harta mereka dengan sebaik-baiknya. Dalam Al-Quran disebutkan:
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (Q.S An-Nisa : 10)
Terdapat juga hadits yang menyatakan:
Rasulullah saw bersabda, “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak,” dan salah satu diantara perkara yang Rasulullah sebutkan adalah “Memakan harta anak yatim.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Ternyata Doa Anak Yatim Bisa Menembus Langit, Loh! https://alazharpeduli.or.id/publikasi/artikel-berita/p/ternyata-doa-anak-yatim-bisa-menembus-langit-loh
Dengan adanya ayat dan hadits tersebut menggambarkan bahwa Islam sendiri memberikan azab yang berat bagi siapapun yang berani untuk menggunakan harta hak anak yatim diluar kebutuhannya. Pengelolaan harta anak yatim harus memenuhi hak ini:
Mendapat Pendidikan yang Layak
Harta anak yatim yang dikelola dengan baik perlu untuk memenuhi kebutuhan jenjang pendidikannya, mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan jenjang kuliahnya.
Fasilitas Kesehatan yang Mumpuni
Selain pendidikan, aspek kesehatan juga perlu diperhatikan. Kesehatan ini mencakup banyak hal seperti, kebutuhan gizi kesehariannya, hingga tanggung jawab jika ia membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih.
Hak Warisan
Harta Waris yang seharusnya diterima oleh anak yatim wajib dijaga oleh penanggungjawab atau walinya sampai ia mencapai umur dewasa dan memiliki kemampuan untuk mengelola sendiri harta warisan tersebut.
Dari pembahasan diatas bisa kita tarik garis bahwa pengelolaan harta anak yatim perlu diperhatikan dengan seksama. Maka dari itu, mulai dari sekarang ayo kita mulai memperjuangkan hak-hak anak yatim!
“Orang yang menanggung (mengasuh) anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua jari ini di surga.” Malik (perawi hadits) mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Muslim)
메타데이터
- post_id
- 585fcbb69942
- slug
- mengelola-harta-anak-yatim-berbahaya-mengapa-585fcbb69942
- url
- https://medium.com/@mukhazah/mengelola-harta-anak-yatim-berbahaya-mengapa-585fcbb69942
- canonical_url
- https://medium.com/@mukhazah/mengelola-harta-anak-yatim-berbahaya-mengapa-585fcbb69942
- author_url
- https://medium.com/@mukhazah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 23:56:40