PPT Papa
#7: Membantu orang tua dengan apa yang kita bisa
PPT Papa
#7: Membantu orang tua dengan apa yang kita bisa
Foto: Pixabay
Papa mertua saya diminta menyampaikan paparan kepada FGB ITB (Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung). Permintaan itu mungkin muncul karena beliau alumni ITB yang lama berkarier di instansi pemerintah dan swasta. Baru pada 2022, ketika menginjak usia 77 tahun, beliau benar-benar tidak menjabat apa pun.
Belum jadi anggota Medium? Baca versi gratis tulisan ini.
Pada Rabu pagi itu, Papa mengirim dokumen Word melalui WhatsApp (WA) kepada saya. Pesan beliau singkat, “Ivan, tolong beri komentar atas konsep presentasi terlampir.” Maklum, mantan pejabat. Saya dan anak cucu beliau sudah terbiasa dengan gaya bahasa itu.
Saya membatin, “Kenapa bahan paparan memakai format Word, ya?” Saya biasanya memakai format PPT untuk menyampaikan presentasi. Ketika saya buka dokumen itu, subhanallah, isinya seperti daftar riwayat hidup (curriculum vitae/CV). Beliau membuat blok-blok informasi pekerjaan beliau sejak 1988 — jumlahnya 11 — yang tiap blok berisi empat baris: tahun, posisi, misi, dan hasil.

Gambar Tulisan Awal Papa
Sebagai orang yang terbiasa membuat presentasi, tentu saja saya gemas melihat “paparan” macam itu. Ketika sudah agak lowong, saya buatkan versi PPT dari dokumen itu. Saya hanya memvisualisasikan ke-11 posisi yang pernah dijabat beliau dalam bentuk alur tahun. Kemudian, saya masukkan logo institusi yang mempekerjakan beliau pada tahun itu. Akhirnya, tiap kotak tahun saya beri warna sesuai dengan penilaian beliau atas hasil kerja pada saat itu: hijau untuk yang berhasil, merah untuk yang gagal, dan kuning untuk yang belum selesai atau setengah berhasil.

Gambar Visualisasi Karier
Setelah selesai, PPT itu saya kirimkan kepada Papa. Tidak berapa lama, beliau pun menelepon saya. Sambil tertawa, beliau berkata, “Terima kasih, ya. Eh, ini bisa dibeginikan, ndak?” Beliau pun melanjutkan dengan memberikan instruksi tentang perubahan yang beliau inginkan.
Saya menyarankan beliau untuk tidak hanya memasukkan perjalanan karier, tetapi juga mencantumkan simpulan pembelajaran yang diperoleh dari semua posisi itu sebagai penutup. Karena ada salindia penutup, mestinya ada juga salindia pembuka. Saya agak bingung apa yang bisa diberikan sebagai pembuka. Ketika itu, saya menyarankan, “Papa mungkin bisa memasukkan beberapa prinsip yang Papa terapkan dalam pekerjaan.”
Dua hari kemudian, Papa menelepon pagi-pagi. Beliau menyampaikan teks untuk salindia pembuka dan penutup. Salindia pembuka berisi lima filsafat hidup dalam bahasa Jawa: (1) ngluruk tanpo bolo; (2) menang tanpo ngasorake; (3) ing ngarso sung tulodo; (4) ing madyo mangun karso; dan (5) tut wuri handayani. Maklum, wong Semarang. Sementara itu, salindia penutup berisi empat pelajaran dari perjalanan karier beliau.

Gambar PPT Awal
Setelah selesai, saya mengirim PPT yang saya buat kepada istri saya. Selera artistiknya tentu saja jauh lebih baik daripada saya. Ia pun menambahkan animasi dan mengubah beberapa detail desain.

Gambar PPT Final
Tada! Akhirnya PPT Papa selesai. Waktu yang diperlukan untuk menyiapkan PPT itu tidak banyak. Yang tidak terhingga ialah kebahagiaan karena berhasil membantu orang tua dengan sesuatu yang kita bisa.
메타데이터
- post_id
- 58abbedbc240
- slug
- ppt-papa-58abbedbc240
- url
- https://medium.com/@ivanlanin/ppt-papa-58abbedbc240
- canonical_url
- https://medium.com/@ivanlanin/ppt-papa-58abbedbc240
- author_url
- https://medium.com/@ivanlanin
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-26 07:39:23