← Back to list

UNIMMA Menyala di Dies Natalis ke-61: Lahir Guru Besar Baru dan Penghargaan Akademik

Sabtu, 30 Agustus 2025, menjadi momen bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Dalam suasana penuh kebanggaan, kampus…

Muji Setiyo · 2025-09-02 08:49 · 0 claps · 1.7 min read
#kampus #profesor #scientist #muji-setiyo #unimma
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🛠️ · Crafts & DIY 🥊 · Combat Sports

UNIMMA Menyala di Dies Natalis ke-61: Lahir Guru Besar Baru dan Penghargaan Akademik

Pemberian penghargaan oleh Rektor UNIMMA (Sumber: Dok Penulis)

Pemberian penghargaan oleh Rektor UNIMMA (Sumber: Dok Penulis)

Sabtu, 30 Agustus 2025, menjadi momen bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Dalam suasana penuh kebanggaan, kampus ini merayakan Dies Natalis ke-61 sekaligus mengukuhkan seorang profesor baru: Prof. Heni Setyowati Esti Rahayu, M.Kep.

Orasi Ilmiah yang Relevan dengan Bangsa

Prosesi pengukuhan bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga panggung ilmiah. Prof. Heni menyampaikan orasi berjudul Terapi Komplementer dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia.

Topik ini terasa sangat relevan. Di tengah tantangan kesehatan ibu dan anak yang masih menjadi pekerjaan rumah nasional, pendekatan terapi komplementer membuka ruang inovasi di ranah keperawatan maternitas. Prof. Heni tidak hanya berbicara soal teori, melainkan tentang bagaimana keilmuan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Apresiasi yang Membekas di Hati

Saya pribadi berkesempatan mendampingi beliau sepanjang hari itu. Ada satu momen yang tak akan saya lupakan: ketika dalam sambutannya, Prof. Heni menyebut saya dan Dr. Zulfikar Bagus Pambuko sebagai “sosok langka.” Beliau menuturkan bahwa proses pengusulan jabatan fungsional guru besar terasa lebih ringan berkat motivasi, inspirasi, dan bantuan yang kami berikan. Mendengar ucapan itu, saya merasa bangga sekaligus rendah hati. Karena sejatinya, segala pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi Prof. Heni sendiri. Ucapan beliau justru mengajarkan pada saya makna kebersamaan dan saling menguatkan dalam dunia akademik.

Penghargaan untuk Sivitas Akademika

Dies Natalis tahun ini juga diwarnai dengan penghargaan bagi dosen dan tenaga kependidikan berprestasi. Saya pun mendapat kesempatan menerima apresiasi sebagai salah satu *World’s Top 2% Scientist 2024*, sebagaimana diumumkan oleh John P. Leonard dari Stanford University.

Penghargaan ini bagi saya bukan sekadar pengakuan personal, melainkan sebuah motivasi kolektif. Bahwa dari Magelang, dari sebuah kampus Muhammadiyah, kita bisa berkontribusi nyata dalam peta keilmuan global.

Refleksi dan Harapan

Perayaan Dies Natalis dan pengukuhan guru besar bukan hanya tentang seremonial, melainkan juga momentum refleksi. UNIMMA yang kini memasuki usia ke-61 telah membuktikan diri sebagai perguruan tinggi yang terus melahirkan karya, prestasi, dan kontribusi.

Harapan saya sederhana namun besar: semoga dari kampus ini lahir semakin banyak profesor, peneliti, dan ilmuwan yang tidak hanya memperkuat reputasi akademik UNIMMA, tetapi juga memberi dampak luas bagi bangsa dan negara.

Dies Natalis ke-61 ini saya maknai sebagai energi baru. Energi untuk terus belajar, meneliti, mengabdi, dan menginspirasi. Energi untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan benar-benar hadir bagi kemanusiaan.


메타데이터
post_id
59bf35223979
slug
unimma-menyala-di-dies-natalis-ke-61-lahir-guru-besar-baru-dan-penghargaan-akademik-59bf35223979
url
https://medium.com/@setiyo.muji/unimma-menyala-di-dies-natalis-ke-61-lahir-guru-besar-baru-dan-penghargaan-akademik-59bf35223979
canonical_url
https://medium.com/@setiyo.muji/unimma-menyala-di-dies-natalis-ke-61-lahir-guru-besar-baru-dan-penghargaan-akademik-59bf35223979
author_url
https://medium.com/@setiyo.muji
status
ok
fetched_at
2026-06-22 12:55:45