ANTARA CERDAS CEPAT DAN PELUPA CEPAT
Kalau kita lihat dunia hari ini, TikTok bukan lagi sekadar aplikasi hiburan. Ia sudah berubah jadi “ruang publik baru” tempat orang…
ANTARA CERDAS CEPAT DAN PELUPA CEPAT

https://i.pinimg.com/736x/99/21/37/992137e1acb13883bc655a67b110e61f.jpg
Kalau kita lihat dunia hari ini, TikTok bukan lagi sekadar aplikasi hiburan. Ia sudah berubah jadi “ruang publik baru” tempat orang belajar, tertawa, marah, bahkan terseret arus opini tanpa sempat berpikir panjang.
Algoritma TikTok bekerja seperti arus sungai deras: cepat, personal, dan kadang tidak memberi kita waktu untuk berhenti dan bertanya, “ini benar atau cuma viral?”. Penelitian menunjukkan bahwa sistem rekomendasi TikTok sangat dipengaruhi oleh interaksi pengguna seperti like, durasi tontonan, dan follow, yang kemudian membentuk “filter bubble” ruang informasi yang makin sempit sesuai kebiasaan kita sendiri .
Masalahnya, di situ letak paradoksnya.
Di satu sisi, TikTok bikin informasi lebih cepat sampai ke orang banyak. Tapi di sisi lain, cara kita menyerap informasi jadi makin dangkal. Bahkan riset lain menemukan bahwa konsumsi video pendek dapat menurunkan kemampuan fokus dan daya ingat karena otak terus berpindah stimulus secara cepat .
Nah, kalau kita tarik ke realita sosial kita di Indonesia — termasuk di Makassar tikTok itu sudah seperti “pasar malam digital”. Semua ada: ilmu, hiburan, gosip, sampai drama. Tapi tidak semua bisa jadi pegangan.
Di sinilah pentingnya kesadaran digital. Bukan soal melarang, tapi soal mengendalikan diri. Karena kalau tidak, kita bukan lagi pengguna teknologi, tapi justru dikendalikan teknologi.
Dalam perspektif saya, TikTok itu seperti pisau: bisa jadi alat masak, bisa juga melukai kalau salah pakai. Yang membedakan bukan aplikasinya, tapi cara kita berpikir saat menggunakannya, Jadi, sebelum ikut terbawa arus viral, ada baiknya kita tanya pelan: ini informasi atau sekadar distraksi?
Karena di era sekarang, yang paling mahal bukan kuota internet — tapi kejernihan berpikir.
Refrensi
- Boeker, M. & Urman, A. (2022). An Empirical Investigation of Personalization Factors on TikTok. arXiv.
- Chiossi, F. et al. (2023). Short-Form Videos Degrade Our Capacity to Retain Intentions. arXiv.
- TikTok Support Documentation (2025). How TikTok Recommendation Works
메타데이터
- post_id
- 5a12deff6992
- slug
- antara-cerdas-cepat-dan-pelupa-cepat-5a12deff6992
- url
- https://medium.com/@frotzaa/antara-cerdas-cepat-dan-pelupa-cepat-5a12deff6992
- canonical_url
- https://medium.com/@frotzaa/antara-cerdas-cepat-dan-pelupa-cepat-5a12deff6992
- author_url
- https://medium.com/@frotzaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-23 06:34:20