“Tentang kita dan anak burung”
Hari ini cuaca baik dan angin sejuk yang mampir lewat pintu teras pinjam pustaka menemani moment perpisahan kami dengan Ensi, salah seorang…
“Tentang kita dan anak burung”

Hari ini cuaca baik dan angin sejuk yang mampir lewat pintu teras pinjam pustaka menemani moment perpisahan kami dengan Ensi, salah seorang murid dari kelas belajar dipinjam pustaka, sebuah ruang baca dikota sorong. Ensi pasti sangat antusias dan bersemangat begitupun dengan kami, meskipun dengan program beasiswa ini Ensi akan berangkat keluar kota menuju kota study yang baru yaitu dipangandaran, jawa barat. Yang artinya Ensi dan kami tidak akan bertemu sementara waktu, namun semangat dan harapan harus menghantarnya karena ini merupakan kelanjutan dari perjuangan yang belum selesai. Setiap orang dipinjam pustaka mendukung Ensi dengan pesan-pesan positif untuk menjadi kekuatan dan semangat saat merantau dikota studi yang baru nanti, begitupun dengan saya dan chez, kami menulis sebuah kesan, pesan dan cinta yang harus terus menyala meski hujan dan badai tidak akan bertanya tentang bara dan api yang coba kita jaga.
Ya seperti anak burung yang meranjak tumbuh, akan ada waktu dimana kita akan meninggalkan sarang, kata mama meyakinkan.
Perjalanan panjang, tidak selalu sesuai ekspektasi, membangun jiwa yang tangguh tak sekedar kata, tak semudah membalik telapak tangan. Keluar dari sarang adalah proses lanjut dari belajar, untuk mulai mengenal badai.
Kadang lesu mampir sejenak namun badai harus ditaklukan jika itu mungkin, jika belum maka berteduh sebentar untuk mengasah dan menyisir kembali rencana yang belum selesai.
Dear kaka Ensi,
Keluar dari sarang mungkin tidak mudah, namun hidup terus berlanjut, akan ada pemandangan baru saat kaka Ensi mulai terbang nanti, badai hingga lautan yang bergulung — gulung, itu bukan alasan untuk berhenti, itu alasan untuk membuka sayap lebar — lebar dan mengepak lebih baik lagi.
Terbang ke pangandaran bukan sekedar jarak yang jauh tetapi impian dan harapan yang harus ditunaikan.
Jadilah tangguh hingga cita — cita terbayar. Jadi motivasi buat kami adik — adik yang ada dipinjam pustaka dan sorong raya, sehingga kelak akan ada kaka Anita dan kaka Ensi lainnya lagi.

Sumber Instagram Pinjam pustaka
Ruang ini boleh kecil, tapi impian kita harus besar, catatan penguat yang ada ditangga menuju lantai 2, setelah mata kembali menatap rak buku, ditempat belajar kami, ya ruang ini pinjam pustaka, tempat kami diberkahi dengan bekal yang mahal, yang mungkin tak cukup kami dapat diluar sana, meskipun gelora badai ekonomi tidak main — main, itu bukan alasan untuk menata masa depan yang lebih baik, karena ada bagian dalam takdir yang harus kita tulis sendiri.
Semangat Ensi,
Ester & Chezia
메타데이터
- post_id
- 5b46a5f2c4ef
- slug
- tentang-kita-dan-anak-burung-5b46a5f2c4ef
- url
- https://medium.com/@esterrons0495/tentang-kita-dan-anak-burung-5b46a5f2c4ef
- canonical_url
- https://medium.com/@esterrons0495/tentang-kita-dan-anak-burung-5b46a5f2c4ef
- author_url
- https://medium.com/@esterrons0495
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-28 14:18:06