Routing Static
Routing Static adalah metode perutean manual di mana administrator jaringan menentukan jalur paket data secara langsung tanpa otomatisasi.
Routing Static
1. Apa itu Routing Static?
Routing Static adalah metode perutean manual di mana administrator jaringan menentukan jalur paket data secara langsung tanpa otomatisasi. Jalur ini ditentukan dengan parameter seperti:
- Network tujuan
- Subnet Mask
- Gateway (Router berikutnya / Next Hop)
2. Apa Kelebihan dan Kekurangan Routing Static?
Lalu apakah Perutean Statis ini memiliki kelebihan dan kekurangan? Tentu saja ada, ini dia beberapa kelebihan dan kekurangannya:
Kelebihan:
- Lebih aman karena hanya administrator yang bisa mengubah jalur.
- Tidak membebani resource perangkat.
Kekurangan:
- Tidak otomatis (harus dikonfigurasi manual satu per satu).
- Tidak cocok untuk jaringan besar.
3. Bagaimana Mengonfigurasi Routing Static?
Di sini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara mengonfigurasi Routing Static pada aplikasi Cisco Packet Tracer:

Gambar 1: Topologi Jaringan
Kita masuk pada CLI Router0 untuk mengonfigurasi Routing Static:
- Router> enable
- Router# configure terminal
- Router(config)#
- Router(config-if)# ip address 10.10.10.1 255.255.255.252
- Router(config)# interface fa0/0
- Router(config-if)# ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
- Router(config-if)# no shutdown
- Router(config-if)# exit
- Router(config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.10.10.2
- Router(config)# end
- Router# write

Gambar 2: Konfigurasi Perutean Statis
- Show ip route = Melihat static routing yang telah diconfig (S)

Gambar 3: Routing Table
Keterangan:
- S → Static Route
- C → Connected Route (langsung terhubung)
Jika Router0 sudah dikonfigurasi, sekarang saatnya Router1:
Router> enable Router# configure terminal Router(config)# interface fa0/0 Router(config-if)# ip address 10.10.10.2 255.255.255.252 Router(config-if)# no shutdown Router(config-if)# exit Router(config)# interface fa1/0 Router(config-if)# ip address 192.168.2.1 255.255.255.0 Router(config-if)# no shutdown Router(config-if)# exit Router(config)# ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1 Router(config)# end Router# write

Gambar 4: Konfigurasi Perutean Statis
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
4. Konfigurasi IP pada PC
Jika sudah sekarang konfigurasikan masing-masing PC dengan IP Network masing-masing dan IP Gateway yang sudah diteteapkan.

Gambar 5: IP Configuration
Lalu ping, pc0 ke pc0(1), dengan masuk ke dalam CMD di bagian opsi dekstop “ping 192.168.2.2”. Jika masih ada request timout, tunggu saja dikarenakan Cisco Packet Tracer membutuhkan waktu untuk meralisasikan hasil dari konfigurasi yang telah dilakukan.
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
🔑 Kesimpulan
Routing Static cocok untuk jaringan kecil karena lebih aman dan tidak membebani perangkat. Namun, metode ini kurang efisien jika digunakan pada jaringan besar.
메타데이터
- post_id
- 5b878b7b50ef
- slug
- routing-static-5b878b7b50ef
- url
- https://medium.com/@siscognu/routing-static-5b878b7b50ef
- canonical_url
- https://medium.com/@siscognu/routing-static-5b878b7b50ef
- author_url
- https://medium.com/@siscognu
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 22:44:20