← Back to list

Pengenalan Mikrotik, IP Static dan DHCP (Server dan Client)!

Praktikum Jaringan Komputer Minggu ke-11

Zulfa Nashihin · 2025-11-14 16:12 · 0 claps · 8.3 min read
#mikrotik #jaringan-komputer #winbox #static-ip #beginner
Open on Medium ↗

Pengenalan Mikrotik, IP Static dan DHCP (Server dan Client)!

Praktikum Jaringan Komputer Minggu ke-11

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:MikroTik_logo.svg

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:MikroTik_logo.svg

Mikrotik adalah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangakan oleh perusahaan MikrroTikls SIA yang berpusat di Riga, Latvia. Sistem operasi ini digunakan untuk keperluan manajemen jaringan komputer, khususnya pada perangkat router. Mikrotik dikenal dengan produk unggulannya yaitu RouterOS dan RouterBoard.

  • Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh MikroTik. Sistem ini berfungsi sebagai inti dari semua produk mereka dan dapat digunakan pada perangkat keras mereka sendiri atau pada komputer biasa. Sistem ini memiliki kemampuan seperti router, firewall dan NAT, bandwith management, hotspot, VPN, routing statis dinamis, monitoring dan logging jaringan, dll.
  • RouterBOARD: Merek perangkat keras (hardware) yang diproduksi oleh MikroTik, seperti router, switch, dan titik akses nirkabel yang secara khusus dirancang untuk menjalankan RouterOS, sehingga menjadi satu kesatuan yang berfungsi sebagai perangkat router siap pakai.

Mikrotik banyak digunakan dalam dunia pendidikan, bisnis, dan penyedia layanan internet (Internet Service Provider / ISP) karena kemudahan konfigurasi, fleksibilitas, dan harga yang relatif terjangkau dibanding perangkat sejenis seperti Cisco atau Juniper.

Mikrotik berperan sebagai pusat pengendali lalu lintas data dalam jaringan komputer. Fungsinya antara lain:

  • Routing: Menentukan jalur terbaik bagi data untuk mencapai tujuan antar jaringan (inter-networking).
  • Internet Gateway: Mengontrol dan mengatur akses internet untuk sebuah jaringan, seperti di kantor atau sekolah.
  • Firewall: Memblokir akses ke situs web atau konten tertentu yang tidak diinginkan.
  • Manajemen Bandwidth: Mengontrol dan mengatur pembagian kecepatan internet agar tidak ada satu pengguna yang menghabiskan semua bandwidth.
  • DHCP Server: Menyediakan alamat IP secara otomatis kepada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan.
  • Hotspot Gateway: Menyediakan layanan internet dengan otentikasi pengguna, seperti yang digunakan di banyak kafe atau hotel.
  • VPN (Virtual Private Network): Memungkinkan pembuatan jaringan pribadi yang aman melalui jaringan publik.

Winbox Adalah aplikasi berbasis GUI (Graphical User Interface) yang digunakan untuk mengkonfigurasi Mikrotik melalui jaringan lokal. Winbox memudahkan pengguna dalam melakukan pengaturan tanpa perlu menggunakan antarmuka berbasis perintah (CLI). Fungsi utama Winbox adalah sebagai berikut:

  • Melakukan koneksi ke router Mikrotik menggunakan MAC Address atau IP Address.
  • Melihat dan mengubah konfigurasi router (IP, routing, wireless, firewall, dll).
  • Backup dan restore konfigurasi.
  • Monitoring trafik jaringan secara real-time.

Mikrotik RB951 merupakan salah satu seri RouterBoard yang umum digunakan dalam kegiatan praktikum di laboratorium jaringan.

Gambar 1. Mikrotik RB951

Gambar 1. Mikrotik RB951

Dari gambar 1, RB951 memiliki detail sebagai berikut:

  • 5 port Ethernet (Ether1–Ether5)
  • Wireless interface (2.4 GHz)
  • CPU dan RAM internal yang mendukung performa jaringan kecil hingga menengah.

Perangkat ini ideal digunakan untuk simulasi jaringan dasar, konfigurasi DHCP, NAT, hotspot, dan routing.

Untuk praktikum kali ini, alat dan bahan yang digunakan adalah

  1. Router Mikrotik RB951
  2. Power Adaptor Mikrotik
  3. Laptop/PC
  4. Kabel UTP dengan konfigurasi Straight-Through
  5. Aplikasi Winbox yang dapat diunduh melalui link berikut: **https://mikrotik.com/download**

Gambar 2. Perangkat PC, adaptor daya, Mikrotik RB951

Gambar 2. Perangkat PC, adaptor daya, Mikrotik RB951

Langkah Praktikum

Persiapan awal:

  1. Pastikan Laptop/PC sudah terinstall aplikasi Winbox.
  2. Siapkan Mikrotik RB951, adaptor daya, dan kabel UTP.
  3. Hubungkan salah satu port Ether Mikrotik ke port LAN laptop/PC seperti pada gambar berikut:

Gambar 3. Router Mikrotik RB951 yang sudah dihubungkan ke daya dan UTP pada Ether3

Gambar 3. Router Mikrotik RB951 yang sudah dihubungkan ke daya dan UTP pada Ether3

Gambar 4. Kabel UTP yang sudah terpasang pada perangkat PC

Gambar 4. Kabel UTP yang sudah terpasang pada perangkat PC

IP Static

Menjalankan Aplikasi Winbox

Langkah selanjutnya adalah Menjalankan aplikasi Winbox. Winbox akan menampilkan daftar router Mikrotik yang terdeteksi secara otomatis melalui MAC Address. Pilih router Mikrotik yang muncul kemudian klik Connect.

  • Username defaultnya adalah admin sedangkan passwordnya adalah kosong.

Gambar 5. Menghubungkan ke router yang terdeteksi

Gambar 5. Menghubungkan ke router yang terdeteksi

Gambar 6. Change Password

Gambar 6. Change Password

Jika muncul jendela di atas, klik saja cancel. Kita akan membuat username dan password baru nantinya.

Mengakses dan Mengenal Antarmuka Winbox

Setelah login berhasil, kita dapat melihat jendela utama dari Winbox.

Gambar 7. Antarmuka awal aplikasi Winbox

Gambar 7. Antarmuka awal aplikasi Winbox

Dapat dilihat pada bagian kiri gambar, bagian tersebut adalah menu yang ada di dalam Winbox ini.

Untuk melihat daftar port Ethernet dan Wireless, klik menu ‘Interfaces’.

Gambar 8. Menu Interfaces

Gambar 8. Menu Interfaces

Dapat dilihat pada gambar di atas, daftar port ethernet yang tersambung. Karena saya memasangkan kabel UTP ke port Ethernet3, dapat dilihat bahwa port tersebut memiliki tanda kecepatan transfer data dalam ukuran Kbps yang menandakan bahwa port tersebut berfungsi dengan baik.

Untuk melihat konfigurasi jaringan dasar, klik ‘Quick Set’.

Gambar 9. Menu Quick Set Konfigurasi Jaringan Dasar

Gambar 9. Menu Quick Set Konfigurasi Jaringan Dasar

Pengaturan Identitas Router

Masuk ke menu ‘System’ kemudian klik ‘Identity’.

Gambar 10. Menu System Identity

Gambar 10. Menu System Identity

Selanjutnya maka akan muncul jendela berikut:

Gambar 11. Jendela Identity

Gambar 11. Jendela Identity

Ganti identitas router sesuai dengan kebutuhan. Di sini saya menggantinya dengan ‘KelompokAZ’. Kemudian klik ‘Apply’ selanjutnya klik ‘OK’.

Pengaturan User Login

Masuk ke menu ‘System’ kemudian klik ‘Users’.

Gambar 12. Pengaturan User Login

Gambar 12. Pengaturan User Login

Tambahkahkan user baru dengan mengeklik tombol ‘+’ kemudian isikan data user (username dan password). Untuk ‘Group’ kita pilih ‘full’.

Gambar 13. Menambah user baru

Gambar 13. Menambah user baru

Setelah itu klik ‘Apply’ kemudian ‘OK’. Maka user yang sudah kita tambahkan tadi akan muncul ke dalam ‘User List’.

Gambar 14. User sudah ditambahkan

Gambar 14. User sudah ditambahkan

Kita logout kemudian login kembali menggunakan user tersebut.

Gambar 15. Mencoba login menggunakan user baru yang ditambahkan

Gambar 15. Mencoba login menggunakan user baru yang ditambahkan

Jika berhasil maka akan muncul tampilan antarmuka dari Winbox ini.

Gambar 16. Berhasil login menggunakan user baru yang ditambahkan

Gambar 16. Berhasil login menggunakan user baru yang ditambahkan

Melihat Informasi IP Address

Buka menu ‘IP’ kemudian pilih ‘Addresses’.

Gambar 17. Membuka Menu IP →Addresses

Gambar 17. Membuka Menu IP →Addresses

Maka akan muncul tampilan berikut:

Gambar 18. Address List

Gambar 18. Address List

Kita tambahkan IP Addres secara manual (misal: 192.168.10.1/24) pada interface ethernet3. Untuk networknya kita isi 192.168.10.0.

Gambar 19. Menambahkan IP addres secara manual

Gambar 19. Menambahkan IP addres secara manual

Jika sudah maka klik ‘Apply’ kemudian ‘OK’. Maka IP addres akan muncul ke dalam list seperti pada gambar berikut:

Gambar 20. IP Addres baru berhasil ditambahkan

Gambar 20. IP Addres baru berhasil ditambahkan

Uji Koneksi

Untuk menguji koneksi, kita harus memastikan bahwa komputer yang kita pakai berada pada subnet yang sama. Berikut adalah cara menyamakan subnetnya.

Buka ‘Control Panel’ pada Windows. Kemudian pilih ‘Network and Internet’.

Gambar 21. Control Panel

Gambar 21. Control Panel

Jika sudah pilih ‘Network and Sharing Center’.

Gambar 22. Control Panel ‘Network and Internet’

Gambar 22. Control Panel ‘Network and Internet’

Jika sudah klik bagian ‘Properties’.

Gambar 23. Ethernet Status

Gambar 23. Ethernet Status

Kemudian Scroll dan klik pada bagian ‘IPv4'.

Gambar 24. Ethernet Properties

Gambar 24. Ethernet Properties

Kemudian isikan konfigurasi berikut:

  • Ip address: 192.168.10.2
  • Subnet mask: 255.255.255.0
  • Default Gateway: 192.168.10.0

Kemudian klik ‘OK’.

Jika sudah, kita akan coba untuk melakukan tes ‘ping’ pada Mikrotik dengan menggunakan perintah: ping 192.168.10.1. Jika berhasil maka akan mencapatkan repy dari Mikrotik tersebut seperti pada gambar berikut:

Gambar 25. ping test

Gambar 25. ping test

DHCP (Server dan Client)

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah salah satu protokol layanan jaringan yang digunakan untuk mengotomatisasi proses pemberian alamat IP (Internet Protocol) dan parameter jaringan lainnya kepada perangkat klien dalam suatu jaringan. DHCP bekerja berdasarkan model client-server, di mana DHCP Server bertugas memberikan konfigurasi jaringan kepada DHCP Client yang memintanya.

Dengan adanya DHCP, administrator jaringan tidak perlu lagi mengatur alamat IP secara manual pada setiap perangkat. Hal ini sangat bermanfaat pada jaringan denan jumlah host yang banyak, seperti di laboratorium, kantor, sekolah, atau perusahaan.

Fungsi Utama DHCP

  1. Otomatisasi Alokasi IP Address DHCP secara dinamis mengalokasikan IP Address kepada setiap perangkat klien yang terhubung ke jaringan.
  2. Menghindari Konflik IP Address Karena IP diberikan secara terpusat oleh server, tidak ada dua perangkat yang akan memiliki IP Address yang sama.
  3. Manajemen Terpusat Administrator dapat dengan mudah mengubah atau memperbarui konfigurasi jaringan dari satu titik (server).
  4. Efisiensi dan Skalabilitas DHCP mendukung perubahan jumlah perangkat dalam jaringan tanpa perlu konfigurasi manual satu per satu.

Arsitektur DHCP

  1. DHCP Server Perangkat atau sistem (seperti Mikrotik, Windows Server, atau Linux) yang menyediakan layanan DHCP untuk mendistribusikan alamat IP dan parameter jaringan kepada klien.

  2. DHCP Client Perangkat pengguna (misalnya PC, laptop, smartphone) yang meminta alamat IP dari DHCP Server agar dapat berkomunikasi dalam jaringan.

DHCP Server pada Mikrotik Dalam RouterOS Mikrotik, layanan DHCP Server digunakan untuk menyediakan alamat IP secara otomatis kepada perangkat klien yang terhubung ke interface tertentu.

DHCP Client pada Mikrotik Selain berfungsi sebagai DHCP Server, Mikrotik juga dapat bertindak sebagai DHCP Client, yaitu perangkat yang menerima IP Address secara otomatis dari perangkat lain (misalnya modem ISP atau router upstream).

Langkah Praktikum

Topologi Jaringan

Gambar 26. Desain topologi jaringan

Gambar 26. Desain topologi jaringan

Keterangan:

  • Ether 1: Interface Mikrotik yang menerima IP dari ISP (DHCP Client).
  • Ether3: Interface milik Mikrotik yang memberikan IP ke PC (DHCP Server).
  • PC: Bertindak sebagai DHCP Client untuk menerima IP Addres otomatis.

Konfigurasi DHCP Client (Interface ke ISP)

Langkah ini bertujuan agar Mikrotik mendapatkan IP Address otomatis dari modem atau penyedia internet.

Buka menu ‘IP’, → ‘DHCP Client’ → klik ‘+ (Add)’.

Gambar 27. Memilih menu IP → DHCP Client

Gambar 27. Memilih menu IP → DHCP Client

Pada kolom Interface, pilih ether1 (interface yang terhubung ke modem/ISP)

Selanjutnya kita bisa mencentang opsi yang diberikan:

  • Use Peer DNS: supaya Mikrotik menerima DNS otomatis dari ISP.
  • Use Peer NTP: supaya Mikrotik menerima waktu (Network Time Protocol) otomatis.

Gambar 28. Setting DHCP Client

Gambar 28. Setting DHCP Client

Klik ‘Apply’ → ‘OK’.

Jika berhasil maka akan muncul status bound dan Mikrotik akan memperoleh IP Address dari ISP.

Gambar 29. Status bound

Gambar 29. Status bound

Konfigurasi DHCP Server

Tujuan konfigurasi ini adalah untuk membuat Mikrotik mendistribusikan IP otomatis kepada perangkat klien.

Untuk memberi IP Addres ke Interface LAN, buka menu ‘IP’ → ‘Addresses’ → ‘+’ (Add).

Isikan

  • Address: 192.168.50.1/24
  • Network: 192.168.50.0
  • Interface: Ether 3 (karena kabel UTP dipasang pada port Ether3)

Gambar 30. Pemberian IP Address ke Interface

Gambar 30. Pemberian IP Address ke Interface

Klik ‘Apply’ kemudian ‘OK’.

Membuat DHCP Server, Buka menu ‘IP→ ‘DHCP Server→ ‘DHCP Setup’.

Interface: ether3.

Gambar 31. Interface DHCP Setup

Gambar 31. Interface DHCP Setup

Berikut adalah konfigurasinya:

  • DHCP Address Space : 192.168.50.0/24
  • Gateway : 192.168.50.1
  • IP Pool : 192.168.50.2–192.168.50.100
  • DNS Server : 8.8.8.8, 8.8.4.4
  • Lease Time : 10m (10 menit, bisa diubah sesuai kebutuhan).

Gambar 32. WIzard Konfigurasi DHCP Server

Gambar 32. WIzard Konfigurasi DHCP Server

Konfigurasi DHCP Client Pada Komputer

Buka ‘Control Panel’ pada Windows → Pilih ‘Network and Internet’ → ‘Network Connectionpilih ‘Ethernet 3klik Propertiescari ‘Ipv4' → klik → checklist bagian ‘Optain an IP adress automatically’ dan ‘Obtain DNS Server address automaticallyKlik ‘OK’.

Selanjutnya adalah kita tes kita mendapatkan IP berapa menggunakan command prompt. Gunakan perintah ipconfig.

Gambar 33. Cek IP Address

Gambar 33. Cek IP Address

Dapat dilihat pada IPv4 saya mendapatkan IP Address yaitu 192.168.50.100.

Kesimpulan

Setelah menjalankan praktikum kali ini, dapat disimpulkan bahwa kita telah mencoba untuk menjalankan Mikrotik RouterOS yaitu Winbox yang berjalan pada perangkat RouterBoard yaitu Mikrotik Router RB951. Di sini kita telah mencoba untuk menambah user baru pada Winbox. Kemudian melakukan konfigurasi alamat IP statis pada interface tertentu (Ether 3). Tahap akhirnya adalah kita telah berhasil melakukan tes ping ke alamat IP router setelah memastikan alamat IP komputer berada pada subnet yang sama.

Kita juga telah mempraktikkan bagaimana cara mengatur DHCP Client dan Server menggunakan Winbox. Kita atur juga DHCP Client pada komputer agar mendapatkan IP Address secara otomatis dan kita berhasil mendapatkan IP tersebut.

Referensi

Hidayat, M. M. (2025). MODUL PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER BASED ON MIKROTIK: Modul IIPengenalan Mikrotik dan Modul III DHCP Server & Client (hal. 33–60). Universitas Tidar.


메타데이터
post_id
5b8a95965b0f
slug
pengenalan-mikrotik-5b8a95965b0f
url
https://medium.com/@zulfanashihin/pengenalan-mikrotik-5b8a95965b0f
canonical_url
https://medium.com/@zulfanashihin/pengenalan-mikrotik-5b8a95965b0f
author_url
https://medium.com/@zulfanashihin
status
ok
fetched_at
2026-07-18 10:19:35