← Back to list

Membayangkan Kehidupan Orang yang Semenjana di Kala Persaingan Menjadi Biasa

Ah, rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau.

Mujtaba · 2022-08-14 06:26 · 1 claps · 3.1 min read
#opini #kehidupan #bahagia #biasa-saja #semenjana
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment

Membayangkan Kehidupan Orang yang Semenjana di Kala Persaingan Menjadi Biasa

Hiroshi Satou, si paling normal di anime "Saiki Kusuo no Psi-Nan"

Hiroshi Satou, si paling normal di anime "Saiki Kusuo no Psi-Nan"

Bagi orang yang tidak pernah puas dengan kehidupannya, tiada hari tanpa kegelisahan. Hari-hari selalu dibayangi ambisi, target, dan rencana yang belum terealisasikan. Tidak peduli apakah ia masyarakat kelas menengah ke bawah atau tokoh elit papan atas, selama seseorang tidak bisa menerima kehidupannya, ia tidak akan pernah merasa tenang. Rasanya, selalu saja ada yang kurang. Bagi orang-orang seperti ini, hidup adalah persaingan.

Merasa lebih dari orang lain memang memberikan kebanggaan tersendiri. Apalagi jika perasaan itu sudah mendapatkan pengakuan dari orang-orang di sekitarnya. Terlebih, watak dasar manusia memang tidak pernah puas. Maka tidaklah aneh jika banyak orang yang memburu predikat “lebih” tersebut. Mulai dari lebih pandai, lebih kaya, lebih tampan, lebih cantik, lebih tinggi, dan masih banyak lebih-lebih yang lain. Pokoknya yang penting bisa lebih dari orang lain. Bahkan lebih menderita pun tidak masalah. Lumayan kan, bisa menang kalau lagi adu nasib.

Kemudian, setelah mengetahui banyak orang yang berlomba-lomba mendapatkan predikat tersebut, para pelaku ekonomi tidak mau kalah. Mereka juga berlomba-lomba menyediakan fasilitas yang membantu seseorang menjadi lebih dari orang lain. Pebisnis, investor, maupun pengusaha, semuanya bahu-membahu sekaligus sikut-sikutan mengkomersialkan perlombaan yang tidak akan pernah dimenangkan ini. Lengkap sudah persaingan ini, dengan segala ironi dan kisah tragisnya.

Sementara itu, lihatlah di ujung sana! Sekelompok manusia berjalan dengan tenang. Di kala orang lain berlarian, mereka tetap berjalan dengan tenang. Di saat yang lain mulai kelelahan, mereka masih konsisten dengan langkahnya. Bahkan seandainya suatu saat nanti semua orang selain mereka akan berhenti, ketenangan langkah mereka tetap tidak terusik. Sungguh sebuah pemandangan yang indah. Alangkah beruntungnya jika bisa menjadi bagian dari mereka.

Mereka adalah orang-orang yang semenjana hidupnya. Orang yang tidak neko-neko dan tidak panjang angan-angannya. Orang-orang yang berusaha secukupnya dan beristirahat sekadarnya. Bisa dibilang, merekalah orang normal yang sebenarnya. Kalau dalam karakter fiksi, mungkin bisa diibaratkan seperti Hiroshi Satou dalam anime Saiki Kusuo no Psi-Nan.

Bayangkan betapa tenangnya kehidupan orang-orang semacam itu. Mereka hanya perlu menghadapi rutinitas harian yang menurut orang-orang idealis dan sok kreatif itu membosankan. Mereka tidak mengenal quarter life crisis. Overthinking? Jangan harap mereka tahu hal-hal yang ada kata-kata “over”-nya. Mereka itu hidupnya biasa-biasa saja. Tidak susah-susah banget, tapi juga tanpa privilege yang sangat memudahkan. Semuanya serba semenjana.

Lalu, apakah mereka pernah mendapatkan masalah? Tentu saja, karena masalah termasuk hal yang harus ada dalam kehidupan. Namun, masalah mereka adalah masalah yang biasa-biasa saja. Tidak ada masalah yang rumit seperti diterima di Stanford dan Harvard sehingga galau harus memilih di antara keduanya. Tidak ada juga masalah seperti dikritik warga satu negara gara-gara dianggap mendiskreditkan salah satu profesi yang banyak dijalani dan dirasakan manfaatnya oleh warga negara tersebut. Tidak, mereka — orang-orang yang hidupnya semenjana itu — tidak akan mengalaminya. Permasalahan hidup mereka berkutat pada hal-hal remeh. Misalnya, lupa tidak menyalakan rice cooker setelah memasukkan air dan beras ke dalamnya. Atau gelisah karena menunggu balasan yang tak kunjung datang untuk pesan singkat yang sudah dilihat 1 hari yang lalu. Memang benar, mereka sesekali mengalami masalah yang cukup berat seperti kemalingan, sakit keras, perpecahan dalam keluarga, atau malah ditinggal wafat oleh orang-orang terdekat. Namun, yang membuat mereka tetap biasa-biasa saja adalah cara mereka menghadapi masalah tersebut.

Orang-orang yang hidupnya serba semenjana ini selalu mengedepankan sikap husnudzon (berbaik sangka) kepada Tuhan. Mereka meyakini, semua yang terjadi memang sudah digariskan demikian oleh Yang Maha Kuasa. Mereka menanamkan prinsip “narimo ing pandum”. Pokoknya, semua yang terjadi itu harus diterima dan disyukuri. Tidak masalah jika harus mendapat cap “toxic positivity” dari orang lain. Meski demikian, bukan berarti kemudian mereka hanya berpangku tangan dan rebahan sembari scrolling beranda media sosial menunggu rezeki datang dari jalan yang tidak disangka-sangka. Usaha tetap mereka lakukan, do’a tetap mereka panjatkan, dengan harapan semuanya bisa berjalan sesuai alur terbaiknya. Begitulah kehidupan yang mereka jalani, hingga nantinya ajal menemui mereka.

Jika kalian berpikir bahwa orang-orang semenjana ini sangat datar dan hidup tanpa emosi, kalian salah besar. Justru emosi adalah kawan karib mereka. Sedih, senang, marah, kecewa, semuanya mereka rasakan dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Mereka tidak menahan kesedihan, menyembunyikannya rapat-rapat, ataupun memendamnya dalam-dalam. Mereka meluapkannya, meski tidak sampai membagikannya di media sosial juga. Kesedihan itu diterima dengan legowo, untuk kemudian dipersilakan pergi dengan legowo juga. Begitu juga dengan kemarahan, kekecewaan, ataupun kebahagiaan. Semuanya diperlakukan secara apik sehingga tidak ada emosi yang timbul di saat yang tidak seharusnya.

Ah, rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau. Namun jika “rumput” itu adalah kehidupan yang semenjana, maka saya yakin itu benar-benar rumput yang paling hijau.


메타데이터
post_id
5b99b5d85a77
slug
membayangkan-kehidupan-orang-yang-semenjana-di-kala-persaingan-menjadi-biasa-5b99b5d85a77
url
https://medium.com/@mujtaba231121/membayangkan-kehidupan-orang-yang-semenjana-di-kala-persaingan-menjadi-biasa-5b99b5d85a77
canonical_url
https://medium.com/@mujtaba231121/membayangkan-kehidupan-orang-yang-semenjana-di-kala-persaingan-menjadi-biasa-5b99b5d85a77
author_url
https://medium.com/@mujtaba231121
status
ok
fetched_at
2026-06-25 07:00:49