← Back to list

Sunyi di Tempat yang Pernah Paling Ramai

Empat tahun berlalu.

Naaysilaputri · 2026-06-13 16:42 · 0 claps · 1.2 min read
#personal-writing #kehilangan-seseorang #grief #memories
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🧠 · Mental Wellness

Sunyi di Tempat yang Pernah Paling Ramai

Empat tahun berlalu.

Empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Empat tahun seharusnya cukup untuk membuat seseorang terbiasa dan menerima kenyataan yang tak pernah diminta untuk datang.

Orang-orang selalu berkata bahwa seiring berjalannya waktu semua akan terasa lebih mudah, luka akan memudar dan kehilangan akan terasa lebih ringan.

Bohong.

Hingga hari ini aku masih berusaha untuk mencerna semuanya.

Aku masih mempertanyakan bagaimana bisa seseorang begitu hadir dalam hidupku, lalu tiba-tiba menghilang dan hanya menyisakan kenangan.

Aku masih merasa ada yang hilang setiap pulang. Masih berharap mendengar suara yang sudah lama tak terdengar.

Aku masih merindu, selalu.

Dahulu aku selalu mengira bahwa rumah adalah bangunan dengan tembok tinggi yang kokoh dan atap yang melindungi kita dari panas dan hujan. Namun, sekarang aku menyadari bahwa rumah bukan sekedar tentang tembok dan atap.

Rumah adalah dimana kita merasa nyaman. Rumah adalah suara orang-orang yang kita sayangi. Rumah adalah obrolan dan candaan yang dahulu terasa biasa. Rumah adalah ruang tamu yang tak pernah sepi, juga seseorang yang membuatku merasa aman.

Rumah adalah kalian.

Kini rumah itu masih sama. Masih berdiri di tempat yang sama. Temboknya masih sama. Atapanya masih sama. Halamannya masih sama. Bahkan barang-barang di dalamnya masih berada di posisi yang tidak berubah sejak terakhir kali.

Rumah itu masih ada.

Namun keramaiannya ikut pergi dan hanya menyisakan kesunyian.

Kesunyian yang sulit untuk dijelaskan.

Kesunyian yang tak pernah terbayangkan hadir dalam hidupku. Kesunyian yang perlahan mengisi ruang-ruang yang dahulu dipenuhi oleh canda dan tawa yang kini menghilang.

Aku enggan menerima kesunyian yang datang tanpa mengetuk pintu dan aku benci untuk menerima kenyataan bahwa kesunyian ini datang untuk menetap.

Dan aku menyadari bahwa yang hilang bukan hanya kalian. Yang hilang adalah rumah yang selama ini aku tinggali.

Rumah itu tidak runtuh ketika kalian pergi.

Tempat itu tidak kehilangan penghuninya, tempat itu kehilangan jiwanya.


메타데이터
post_id
5c0c7e43bf9f
slug
sunyi-di-tempat-yang-pernah-paling-ramai-5c0c7e43bf9f
url
https://medium.com/@naaysilaputri/sunyi-di-tempat-yang-pernah-paling-ramai-5c0c7e43bf9f
canonical_url
https://medium.com/@naaysilaputri/sunyi-di-tempat-yang-pernah-paling-ramai-5c0c7e43bf9f
author_url
https://medium.com/@naaysilaputri
status
ok
fetched_at
2026-06-21 22:26:41