Entah kamu datangnya kapan, ku tulis dulu ya
Hi, my future special one,
Entah kamu datangnya kapan, ku tulis dulu ya

Hi, my future special one,
Aku memang sibuk dengan pekerjaan, tapi untuk orang yang tepat, selalu ada waktu yang tepat. Mungkin nanti kamu akan bosan dengan candaku yang terasa seperti orang tua agak kaku, tapi selalu kucoba untuk membuatmu tertawa. Semoga kamu nggak pernah lelah dengan caraku yang selalu ingin memberi kabar tanpa kamu minta: “Aku mandi dulu ya, sayang.” “Aku nyetir dulu ke kantor.” “Aku ngantuk, sayang.” Dan di sela-sela harimu yang padat, aku cuma ingin sempat bilang dengan lirih tapi tulus: “Biar chat terakhir hari ini dari aku. Masih ada waktu besok untuk kita ngobrol tentang hari-hari kita. Jangan khawatir aku marah, aku mengertimu.”
Pap hari-hariku, cerita kecil tentang apa pun yang aku rasakan, dan kabar sederhana di sela kesibukan. Kadang diselipin pertanyaan yang dalam, meski ujung-ujungnya pasti berakhir dengan tawa entah saling ejek, atau pura-pura ngambek. Tapi mungkin di situ letak nyamannya, ya bisa jadi serius, bisa juga main-main, asal sama kamu.
Aku nggak pernah merokok atau minum alkohol, tapi kalau kamu melakukannya, aku nggak akan melarang selama masih dalam batas yang wajar. Aku percaya, setiap orang punya caranya sendiri untuk menikmati hidup, asal tetap tahu kapan harus berhenti.
Jika kamu marah dan butuh waktu sendiri, aku akan menjaga jarak tanpa benar-benar pergi. Aku akan tetap di sini, cukup dekat untuk menunggu, tapi cukup bijak untuk tidak memaksa. Dan kalau suatu hari kita bertengkar, aku harap kita nggak saling berlomba untuk menang. Aku ingin kita sama-sama belajar bahwa hubungan bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang tetap memilih bertahan dan memperbaiki. Mungkin akan ada hari di mana obrolan kita terasa dingin, balasan chat jadi singkat, atau ego sama-sama lagi tinggi. Tapi semoga, seberapa pun besarnya masalah kita nanti, jangan pernah membiasakan pergi tanpa penjelasan atau membuat satu sama lain merasa sendirian.
Kalau suatu hari kita sama-sama lelah menghadapi dunia, marah karena keadaan, atau kecewa bahkan padaku sekalipun, ceritalah. Aku mungkin nggak selalu punya solusi terbaik, tapi aku akan tetap tinggal untuk mendengarkan. Dalam pekerjaanku, aku terbiasa mendengar orang lain berjam-jam, jadi untukmu, mendengarkan bukan beban, jika itu menyangkut kita usahakan kita cari solusi bersama ya.
Meskipun nanti kita mungkin tertaut jarak, aku ingin kita tetap saling hadir dengan cara yang sederhana: kabar kecil, tawa singkat, dan rasa saling percaya. Karena hubungan yang jauh sering kali bukan kalah oleh jarak, tapi oleh prasangka, ego, dan hal-hal yang dibiarkan tumbuh diam-diam. Jadi kalau ada sesuatu yang mengganggumu, katakan saja. Kita hadapi pelan-pelan, tanpa harus saling meninggalkan.
Aku juga nggak ingin kehadiranku membuatmu kehilangan dirimu sendiri. Tetaplah jadi seseorang dengan dunia, mimpi, dan cara hidupmu sendiri. Tetap menikmati hal-hal kecil yang kamu suka, tetap tertawa dengan caramu, bahkan saat suatu waktu tanpaku. Karena buatku, mencintai bukan tentang memiliki seluruh hidupmu atau membuatmu selalu bergantung padaku. Kadang, cukup melihatmu tetap utuh menjadi dirimu sendiri dan tahu kamu baik-baik saja, itu sudah terasa menenangkan.
Dan kalau suatu hari kita akhirnya bertemu dan berhasil memangkas jarak, aku nggak butuh tempat megah atau suasana ramai. Cukup di rumah, jalan-jalan santai, atau sekadar duduk di mobil sambil bernyanyi bersama ditambah foto-foto konyol kita yang entah kenapa selalu bikin ketawa kalau diingat lagi. Karena buatku, kebersamaan itu bukan tentang ke mana kita pergi, tapi siapa yang duduk di sebelah saat pulang.
Sampai waktu itu tiba, aku simpan rindu ini dengan tenang.
From me, your future special one.
메타데이터
- post_id
- 5ccbacc10aa1
- slug
- entah-kamu-datangnya-kapan-ku-tulis-dulu-ya-5ccbacc10aa1
- url
- https://medium.com/@adaptasi/entah-kamu-datangnya-kapan-ku-tulis-dulu-ya-5ccbacc10aa1
- canonical_url
- https://medium.com/@adaptasi/entah-kamu-datangnya-kapan-ku-tulis-dulu-ya-5ccbacc10aa1
- author_url
- https://medium.com/@adaptasi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01