← Back to list

Last to Be Heard, Senandika Anak Perempuan

Aku lahir lebih dulu dari adikku. Bukan hanya soal urutan waktu, tapi juga soal urutan belajar. Belajar mengalah, belajar memahami, belajar…

nishi · 2026-02-04 21:07 · 0 claps · 1.0 min read
#anak-perempuan-pertama #kakak
Open on Medium ↗

Last to Be Heard, Senandika Anak Perempuan

Aku lahir lebih dulu dari adikku. Bukan hanya soal urutan waktu, tapi juga soal urutan belajar. Belajar mengalah, belajar memahami, belajar menahan perasaan sendiri sebelum sempat menanyakan perasaan orang lain. Sejak kecil, aku tumbuh dengan kalimat-kalimat tak tertulis.

“Kak, kamu lebih besar”

“Kak, kamu perempuan. Kamu harusnya lebih mengerti”

Kalimat-kalimat itu tidak pernah terdengar sebagai perintah, tapi perlahan menjadi tuntutan yang diam-diam kupatuhi.

Aku jarang sekali marah. Aku lebih sering memilih diam, bukan karena tidak punya kata, melainkan karena lelah menjelaskan perasaan yang selalu dianggap berlebihan.

Hari itu aku dan ibu bertengkar lewat layar. Pesan-pesan pendek, tanpa nada, tanpa mata yang saling menatap. Ibu membela adikku, seperti biasa. Aku mencoba menjelaskan, seperti biasa. Dan seperti biasa pula, penjelasanku terdengar seperti kesalahan.

Aku tidak iri pada adikku. Aku hanya lelah menjadi orang yang selalu memahami, tapi jarang dipahami. Karena aku terlihat kuat, tak ada yang bertanya apakah aku sedang lelah. Karena aku jarang menangis, tak ada yang sadar bahwa aku menyimpan banyak hal sendiri. Di keluarga ini, aku bukan anak yang paling bermasalah mungkin itu sebabnya aku sering dilupakan.

Kadang aku bertanya dalam hati,

“Apakah menjadi yang pertama berarti menjadi yang terakhir didengar?”

Aku tetap anak ibu, tapi di antara semua peran yang kupelajari: menjadi kakak, menjadi penengah, menjadi yang selalu mengerti tapi aku lupa bagaimana caranya menjadi anak yang boleh rapuh.

Maka aku menulis ini sebagai Senandika, bukan untuk menyalahkan siapa pun, hanya untuk mengakui satu hal yang lama kusembunyikan:

“Aku hanya ingin, sekali saja, perasaanku tidak dianggap berlebihan”

“Aku tidak ingin selalu mengerti, aku ingin juga dimengerti”


메타데이터
post_id
5cddbcbd68ed
slug
last-to-be-heard-senandika-anak-perempuan-5cddbcbd68ed
url
https://medium.com/@anesaour/last-to-be-heard-senandika-anak-perempuan-5cddbcbd68ed
canonical_url
https://medium.com/@anesaour/last-to-be-heard-senandika-anak-perempuan-5cddbcbd68ed
author_url
https://medium.com/@anesaour
status
ok
fetched_at
2026-06-24 16:30:55