← Back to list

Korek Mild

#69: Catatan perjalanan tahun 2016

Ah. Syahrul Ansori · 2024-11-07 07:01 · 372 claps · 2.2 min read paywalled
#korek-api #rokok-mild #cerita-perjalanan #jurnalharian #cerita-warung
Open on Medium ↗

CATATAN PERJALANAN

Korek Mild

#69: Catatan perjalanan tahun 2016

Deruan suara motor mengiringi langkah saya keluar dari gerbang pondok, beberapa teman saya jumpai dan mereka melontarkan pertanyaan tentang tujuan saya.

Ilustrasi: Edward Lawrence/Unsplash

Ilustrasi: Edward Lawrence/Unsplash

Dengan membawa tas coklat, layaknya santri umumnya yang ingin pulang ke rumah. “Sambang orang tua.” Jawab saya sederhana,

Wah kalau jadi mahasiswa sudah beda ya, orang tua malah yang disambang!” Seorang teman menimpali dengan nada canda. Saya hanya tersenyum manis mengiyakannya.

***Sila lanjutkan baca secara gratis di sini.***

Setelah lumayan lama menunggu angkot oranye atau angkot hijau — yang menuju ke Surabaya, akhirnya dari arah utara terlihat angkot yang saya tunggu-tunggu. Angkot oranye yang mengantarkan saya sampai SPBU Bunder.

Setelah turun di SPBU, saya mencoba mengamati sekitar. Hasil pengamatan saya, ada warung kecil yang menjual makanan, minuman dan juga rokok tentunya, ada juga orang-orang yang menunggu kedatangan bus (Semarang-Surabaya).

Ada juga dua pengamen yang juga menunggu untuk mengais rezeki dari setiap bus yang lewat, termasuk ada beberapa orang, sepertinya seorang pengantar dan preman jalan.

Saya tersadar, ketika seorang turun dari angkotan umum merah. Orang tersebut langsung mengambil korek yang ada di warung mungil itu.

Bu, korek Mild!” Orang tersebut berseloroh seenaknya.

Apa pak? Korek Mild! Tidak ada pak, adanya rokok Mild.” Ibu penjual menimpali. baru kemudian orang tersebut menyadari bahwa ia salah berkata.

Setelah ia mendapatkan rokok mild, “Bu, koreknya mana?” Ia bertanya lagi kepada si penjual, tanpa menyadari bahwa koreknya sudah ia gengga.

Korek e gak onok pak!” Si ibu penjual menjawab dengan wajah ketus.

Saya hanya menahan tawa saja melihat ihwal bapak satu itu.

Loh, kok bisa gak ada to bu, sampeyan iki niat dodolan ta opo! rokok tanpa korek iku ibarat….ibarat opo yo!” Sambil menengadah ke atas mencoba mengingat-ingat.

Sekarang saya sudah tidak bisa menahan tawa, tawa kecil saya pecah. Mulut saya bungkam agar tidak menyinggung si bapak.

Opo yo pengibaratan e, aku kok lali yo bu, pyn ngerti a bu!”. Bapak itu meminta bantuan si ibu.

Sampeyan iki golek korek ta mau belajar pengibaratan korek dan rokok!” Ibu pun menimpali dengan muka yang agak gregeten.

Wah iyo eh ibu, aku kan mau golek korek yo. Mana bu koreknya?” Ia bertanya lagi.

Walah pak …, pak …, sampeyan golek korek ta! Iku nang tangan sampeyan duduk korek ta!” Si ibu penjual menjawab dengan tawa yang sudah ia tahan sedari tadi.

Si bapak sesaat setelah menyadari keberadaan korek yang sudah di genggamannya terbahak-bahak, termasuk saya juga tertawa lepas.

Walah korek e wes tak cekel ta iki mau ….”

Pripun toh pak sampeyan iku, rambut jik ireng kabeh, kok wes pikunan!” Ejek si ibu penjual.

Terkadang hal-hal kecil dalam kehidupan bisa membuat kita tertawa lepas. Saya termasuk orang yang senang mengamati, sembari berharap menemukan pelajaran dan pesan sebagai bekal kehidupan saya.

Bersambung ….

28 Januari 2016

Baca Juga

[embed]Bercerita, Metode Efektif Sampaikan Pesan #68: Pentingnya belanja bahan ceritamedium.com

[embed]Buku Cerita kecintaan pada bukumedium.com

[embed]Sebab makin Hari makin Malas Membaca #41: Keseruan mengikuti Tabah bersama Narabahasa dan Uda Ivan Laninmedium.com

[embed]Warung Kopi, Nongkrong, & Nongki #30: Alasan nongki di warung kopimedium.com

Silakan beri feedback berupa tepuk tangan 👏 atau komentar 📝, agar penulis semakin semangat menulis. Terimakasih. Salam hangat dari kami.


메타데이터
post_id
5ce982f23fef
slug
korek-mild-5ce982f23fef
url
https://medium.com/@syahrulansori/korek-mild-5ce982f23fef
canonical_url
https://medium.com/@syahrulansori/korek-mild-5ce982f23fef
author_url
https://medium.com/@syahrulansori
status
ok
fetched_at
2026-08-10 10:30:35