← Back to list

Sistem Transportasi dalam Perencanaan Wilayah & Kota

kadang suka kesel ya kalo kita lihat jalanan yang macet di kota-kota besar dan berpikir penataan sebuah kota yang sedang kita kunjungi…

Amalia Almira Nurita · 2021-06-07 06:17 · 0 claps · 5.0 min read
#unikom #perencanaan-wilayah #perencanaan-kota #pwk
Open on Medium ↗

Sistem Transportasi dalam Perencanaan Wilayah & Kota

kadang suka kesel ya kalo kita lihat jalanan yang macet di kota-kota besar dan berpikir penataan sebuah kota yang sedang kita kunjungi kayaknya semrawut banget? Nah, yang menata sebuah kota agar lebih baik biasanya dari bidang Perencanaan Wilayah & Kota nih.. sebelumnya, kita bahas dulu yuk apa itu jurusan Perencanaan Wilayah & Kota?

PERENCANAAN WILAYAH & KOTA

Sesuai dengan namanya, jurusan ini merupakan ilmu yang mempelajari segala aspek yang berkaitan dengan perencanaan dan penataan suatu wilayah & kota. jurusan ini seringkali disebut juga sebagai PLANOLOGI, yang berarti pengetahuan mengenai rancangan pembangunan kota atau sebagainya. Ilmu planologi bukan hanya mmepelajari ilmu-ilmu keteknikan, tetapi juga ekonomi, politik, statistika, geologi lingkungan, sosial budaya, dan komunikasi karena perencanaan wilayah & kota bukan hanya berkutat pada estetika bangunan di wilayah &kota tersebut saja. tetapi juga berkaitan dengan fungsi dan relasinya dengan penduduk yang ada di wilayah & kota tersebut.

Sebelum melakukan perencanaan & penataan sebuah wilayah & kota, ilmu planologi akan meneliti masalah & potensi yang ada di wilayah tersebut. Setelah melakukan penelitian, semua masalah & potensi wilayah tersebut akan dicoba ditangani melalui kebijakan publik & rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang diatur bersama pemerintah daerah wilayah setempat. dalam melihat potensi sebuah wilayah &kota, ilmu planologi akan menitik beratkan pada kondisi ekonomi, sosial, kepadatan penduduk, pemukiman, kondisi geologi lingkungan, serta sistem transportasi di wilayah tersebut. semua aspek tersebut penting dianalisa karena hasil dari rencana dan penataan wilayah kota tersebut akan berkenaan dengan kesejahteraan penduduk setempat dan kualitas lingkungan tersebut.

Selain itu, dalam merencanakan penataan sebuah wilayah & kota, seorang planner (Ahli Planologi) juga harus memikirkan bagaimana kondisi berbagai aspek wilayah & kota yang akan dibangun saat pembangunan tersebut dilaksanakan (masa kini), sejarahnya (masa lampau), dan bagaimana prediksi kebutuhan wilayah & kota tersebut di masa mendatang (biasanya sampai 20tahun kedepan). berdasarkan hasil analisis yang khas dalam ilmu planologi, rencana-rencana yang dihasilkan oleh planner juga kemudian harus disesuaikan dengan perkembangan wilayah & kota tersebut. Makannya evaluasi kondisi suatu wilayah&kota idealnya dievaluasi dalam 5 tahun sekali, terhitung dari dokumen rencana wilayah & kota tersebut disahkan melalui Peraturan Daerah (Perda)

Indonesia merupakan negara yang luas, terdiri dari beribu pulau dengan jumlah penduduk yang besar. Semakin meningkatnya pertumbuhan jumlah & kebutuhan penduduk, semakin meningkat pula kebutuhan tempat atau lahan untuk tempat kegiatan dan tentunya prasarana untuk menunjang dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu prasarana untuk menunjang hal tersebut yaitu jalan dan transportasi. Berikut penjelasan mengenai sistem transportasi dalam perencanaan wilayah & kota.

SISTEM TRANSPORTASI

Peranan Transportasi dalan Tata Ruang Wilayah & Kota

Perencanaan transportasi merupakan salah satu sektor yang sangat berperan dalam pembangunan ekonomi yang menyeluruh. Perkembangan sektor transportasi akan secara langsung mencerminkan pertumbuhan pembangunan ekonomi yang berjalan. Namun demikian sektor ini dikenal pula sebagai salah satu sektor yang dapat memberikan dampak terhadap lingkungan dalam cakupan spasial dan temporal yang besar. Transportasi sebagai salahsatu sektor kegiatan perkotaan, merupakan kegiatan yang potensial mengubah kualitas udara perkotaan. Perkembangan perkotaan berjalan secara dinamik, mengikuti perkembangan sosial-ekonomi perkotaan itu sendiri. Dengan semakin berkembangnya perkotaan dalam hal wilayah spasial (ruang) dan aktivitas ekonominya, akan semakin besar pula beban pencemaran udara yang dilekuarkan ke atmosfer perkotaan. Dampak ini akan semakin terasa di daerah-daerah pusat kegiatan kota. Transportasi yang berwawasan lingkungan perlu memikirkan implikasi/dampak terhadap lingkungan yang mungkin timbul, terutama pencemaran udara dan kebisingan. Ada 3 aspek utama yang penggunaan energi di daerah perkotaan (Moestikahadi 2000) yaitu:

  1. Aspek perencanaan transportasi (barang & manusia)
  2. Aspek rekayasa transportasi, meliputi pola aliran moda transportasi, sarana jalan, sistem lalu lintas, dan faktor transportasi lainnya.
  3. Aspek teknik mesin & sumber energi (bahan bakar) alat transportasi

Sistem transportasi di perkotaan adalah faktor utama yang menentukan pola ruang (spatial pattern), derajat kesemrawutan, dan tingkat pertumbuhan ekonomi dari suatu daerah perkotaan. ada 3 jenis utama tansportasi yang digunakan orang di perkotaan (Miller 1985):

  1. Angkutan pribadi (individual transit) seperti mobil pribadi, sepeda motor, sepeda atau berjalan kaki
  2. Angkutan masal (mass transit) seperti kereta api, bis, opelet, dan sebagainya.
  3. Angkutan sewaan (para transit) seperti mobil sewaan, taksi yang menjalani rute tetap atau yang disewa untuk sekali jalan, dan sebagainya

setiap jenis angkitan mempunyai keuntungan dan kerugian tersendiri. Sistem transportasi perkotaan yang berhasil, memerlukan gabungan dari cara angkutan pribadi, massal, dan sewaal yang dirancang memenuhi kebutuhan daerah perkotaan tertentu.

Pola Perjalanan di Daerah Perkotaan

Kebanyakan orang memerlukan perjalanan untuk mencapai tempat-tempat tujuan bekerja, bersekolah, berbelanja, ke tempat pelayanan, serta banyak hal lain. Hal yangutama dalam masalah perjalaan adalah adanya hubungan antara tempat asal dan tujuan, yang memperlihatkan adanya lintasan, alat angkut (kendaraan) san kecepatan. Pola perjalanan di daerah perkotaan dipengaruhi oleh tata letak pusat-pusat kegiatan di perkotaan (permukiman, perbelanjaan, perkantoran, sekolah, rumah sakit , dan lain-lain)

Kebijakan Transportasi

Pola jaringan jalan dapat mempengaruhi perkembangan tata guna lahan. Jaringan jalan yang direncanakan secara tepat akan merupakan pengatur lalu lintas yang baik. Jadi ada kaitan antara perencanaan kota dengan perencanaan transportasi. Perencanaan kota mempersiapkan kota untuk menghadapi perkembangan dan mencegah timbulnya berbagai persoalan agar kota menjadi suatu tempat kehidupan yang layak. Sedangkan perencanaan transportasi mempunyai sasaran mengembangkan sistem transportasi yang memungkinkan orang atau barang bergerak dengan aman, murah, cepat, dan nyaman, dan mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas di jalan-jalan dalam kota. Penyusunan kebijakan transportasi dilakukan oleh Departemen Perhubungan, setelah berkoordinasi dengan beberapa departemen lain yang terkait, misal: Departemen Dalam Negeri, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Pertahanan, dan Departemen Keuangan. Selanjutnya pelaksanaan dari kebijakan transportasi tersebut dilakukan secara terpadu oleh unsur-unsur pelaksana di daerah, seperti Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Bina Marga, Polisi Lalu Lintas, dan Instansi lain yang terkait, serta pihak swasta (perusahaan perangkutan)

Disamping dampak transportasi terhadap lingkungan alamiah, terdapat juga dampak terhadap tata guna lahan dan nilai lahan. Barangkali yang paling nyata dari dampak ini ialah pembebasan lahan untuk pembuatan jalan baru bagi sarana transportasi, dengan demikian tata guna lahan diubah untuk keperluan transportasi. Juga perubahan tingkat pelayanan transportasi (dan harga) di suatu daerah mungkin akan mempengaruhi jenis tata guna lahan tertentu yang tidak akan terjadi tanpa adanya perubahan tadi. Ini mempunyai dampak yang potensial dalam mengubah bukan saja tata guna lahans ecara parsial, tetapi juga melalui perubahan tersebut kualitas kehidupan secara keseluruhan dari satu daerah dan nilai lahannya akan berwujud lain.

Transportasi merupakan salah satu hal yang sangat berperan dalam pembangunan secara menyeluruh. Transportasi juga sangat berkaitan dengan penggunaan lahan, baik di desa maupun di kota. Maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Transportasi dan penggunaan lahan menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan. Dalam konteks perencanaan, tansportasi dan penggunaan lahan memiliki tujuan yang terarah dan spesifik.
  2. Keterkaitan antara Sistem Transportasi dan Pengembangan Lahan yaitu kajian yang tidak dapat terlepas dari eksistensi ruang dalam studi geografi. Sistem transportasi dan pengembangan lahan (land development) saling berkaitan satu sama lain.
  3. Pengembangan lahan tidak akan terjadi tanpa sistem transportasi, sedangkan sistem transportasi tidak mungkin disediakan apabila tidak melayani kepentingan ekonomi atau aktivitas pembangunan.
  4. Pola jaringan jalan dapat mempengaruhi perkembangan tata guna lahan. Jaringan jalan yang direncanakan secara tepat merupakan pengatur lalu lintas yang baik.
  5. Pengurangan biaya transportasi pada umumnya akan membawa lebih banyak lahan yang dapat dipakai untuk pemukiman atau kegiatan ekonomi lainnya dengan akibat kepdatan pemakaian rata-rata akan berkurang.

10618026-Amalia Almira Nurita

Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota

Fakultas Teknik & Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

Sumber:

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan.2016.Peranan Transportasi Dalam Tata Ruang Kota dan Wilayah. diakses di :

http://perkimtaru.pemkomedan.go.id/artikel-808-peranan-transportasi-dalam-tata-ruang-kota-dan-wilayah.html# . waktu 5 Juni 2021, pukul 15 : 25


메타데이터
post_id
5dfd6872dccb
slug
sistem-transportasi-dalam-perencanaan-wilayah-kota-5dfd6872dccb
url
https://medium.com/@amaliaalmira123/sistem-transportasi-dalam-perencanaan-wilayah-kota-5dfd6872dccb
canonical_url
https://medium.com/@amaliaalmira123/sistem-transportasi-dalam-perencanaan-wilayah-kota-5dfd6872dccb
author_url
https://medium.com/@amaliaalmira123
status
ok
fetched_at
2026-07-09 08:27:28