Tak Mau Merugi
Hawa menyegarkan di pagi hari memang tiada tandingya. Setelah tidur lebih dari tiga jam karena kondisi tertekan, mungkin disebutnya…
Tak Mau Merugi
Hawa menyegarkan di pagi hari memang tiada tandingya. Setelah tidur lebih dari tiga jam karena kondisi tertekan, mungkin disebutnya burnout, kini badanku terasa lebih enteng, makanya aku menawarkan diri untuk mengantarkan ibuku ke pasar sekadar untuk menghirup udara segar. Walaupun tidak semenyegarkan di lingkungan yang ditumbuhi pohon yang rindang.
Terakhir aku menulis di platform ini yaitu dua hari yang lalu. Waktu itu aku mengatakan akan mulai menulis hal teknis. Sekarang aku memiliki pemikiran berbeda. Hehe, dasar manusia yang hatinya labil.
Semua ini disebabkan karena aku berlanggan X premium level dasar dengan ceroboh. Karena sudah kejadian, mau tidak mau aku harus memaksa diriku untuk menulis sesuatu di platform tersebut, tidak lupa memanfaatkan fitur-fitur premium yang telah disuguhkan. Jelas aku tak mau merugi! 😁
[embed]
Aku melihat orang-orang di pasar berlalu-lalang. Mereka mencari sesuatu yang tentunya untuk dibeli menyesuaikan kebutuhan atau perhitungan mereka. Tidak lama kemudian terpikirkan kalau manusia hidup di dunia ini adalah untuk bertahan hidup dengan cara melakukan sesuatu untuk memperoleh sesuatu. Menarik.
Harus kutekankan bahwa yang kumaksud ini ialah dari pengamatan singkat sebagai sesama manusia yang menjejakkan kaki di bumi, jadi jangan ditabrakkan dengan tujuan hidup dari sudut pandang agama atau keyakinan.
You do something, you gain something, in return.
Jadi manusia pada umumnya mencari keuntungan dari melakukan sesuatu. Tidak harus uang, bisa dalam bentuk lain yang bisa memuaskan keinginannya.
메타데이터
- post_id
- 5e04f7dd5d7e
- slug
- tak-mau-merugi-5e04f7dd5d7e
- url
- https://medium.com/@madyanekaseptian/tak-mau-merugi-5e04f7dd5d7e
- canonical_url
- https://medium.com/@madyanekaseptian/tak-mau-merugi-5e04f7dd5d7e
- author_url
- https://medium.com/@madyanekaseptian
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 21:30:36