← Back to list

Ribut-ribut Soal Bursa Saham

Duit Asing Gak Cuma Bursa Saham

Sirod Muhammad · 2025-03-26 12:38 · 6 claps · 3.9 min read paywalled
#saham #ihsg #bursa #investasi #danantara
Open on Medium ↗

Ribut-ribut Soal Bursa Saham

Duit Asing Gak Cuma Bursa Saham

Photo by Maxim Hopman on Unsplash

Photo by Maxim Hopman on Unsplash

Untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, seorang pengamat berkata kita butuh investasi asing. Ya, karena kalau hanya mengandalkan konsumsi dalam negeri, belajar dari data masa lalu maka paling-paling hanya didapatkan maksimal di 5 persenan saja.

Kejadian penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) dimulai pada 21 hingga 24 maret lalu dapat dianalisa sebagai aksi oportunis para investor jangka pendek. Sementara seorang kawan di Dewan Pakar GSN berujar “ Rational investor akan melihat chance to build portfolio at deep discount back to fundamental instead of hates/sentiments”. Artinya, aksi jual saham-saham kemarin hanya dilakukan oleh emotional investor alias investor jangka pendek saja.

Arus modal asing yang masuk ke Indonesia sebenarnya bisa terjadi melalui berbagai mekanisme, tidak hanya lewat saham di bursa efek. Secara umum, aliran modal asing dapat dikategorikan menjadi Foreign Direct Investment (FDI) dan Foreign Portfolio Investment (FPI), serta beberapa bentuk lainnya.

Pertama* *Foreign Direct Investment (FDI) **— Investasi Langsung Asing FDI adalah investasi yang dilakukan oleh entitas asing dengan tujuan memiliki kendali atas bisnis atau aset di dalam negeri. Biasanya, FDI bersifat jangka panjang dan lebih stabil dibandingkan FPI. Contohnya misalnya perusahaan multinasional mendirikan pabrik atau kantor cabang di sini, misalnya BYD yang berkomitmen menggelontorkan 16 trilyun rupiah dengan mendirikan pabriknya di Subang.

Contoh lain misalnya akuisisi atau pengambilalihan perusahaan lokal oleh investor asing dan joint venture antara investor asing dengan perusahaan domestik.

FDI biasanya masuk melalui kebijakan pemerintah yang menarik investor asing, seperti insentif pajak, keringanan regulasi, dan kemudahan berbisnis.

Kedua yaitu Foreign Portfolio Investment (FPI) — Investasi Portofolio Asing FPI adalah investasi modal yang dilakukan dalam bentuk sekuritas keuangan, seperti saham dan obligasi. FPI bisa bersifat jangka pendek dan kadang lebih spekulatif, karena investor bisa dengan cepat menarik modalnya. Contohnya: Investor asing membeli saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Investor asing membeli obligasi pemerintah atau surat utang korporasi, Reksa dana asing membeli aset keuangan di pasar modal domestik.

FPI lebih rentan terhadap perubahan sentimen global dan nilai tukar, sehingga arus modal ini bisa sangat fluktuatif.

Yang ketiga adalah Pinjaman dan Utang Luar Negeri. Modal juga bisa masuk dalam bentuk pinjaman dari lembaga keuangan luar negeri, baik kepada pemerintah maupun sektor swasta. Contohnya pinjaman bilateral atau multilateral, misalnya dari IMF, Bank Dunia, atau ADB (Asian Development Bank). Penerbitan surat utang global, seperti global bond atau sovereign bond yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan swasta.

Kredit perbankan yang asal modalnya dari bank luar negeri untuk kemudian disalurkan ke dalam negeri juga masuk dalam kategori ini. Utang luar negeri bisa menjadi sumber modal yang besar, tetapi juga memiliki risiko ketergantungan pada ekonomi global dan perubahan suku bunga internasional.

Keempat negara bisa mendapatkan arus modal masuk dari remitansi Pekerja Migran. Remitansi adalah aliran dana yang dikirim oleh pekerja migran ke negara asalnya. Ini merupakan salah satu sumber arus modal yang signifikan bagi beberapa negara berkembang seperti Indonesia.

Pada tahun 2023, pekerja migran Indonesia (PMI) menyumbang Rp 230,81 triliun atau sekitar 10% dari total cadangan devisa Indonesia, dengan total jumlah PMI yang ditempatkan sebanyak 273.747 orang. Artinya para pekerja migran ini secara rutin mengirimkan uang ke keluarganya di Indonesia dan memutar ekonomi di sini.

Remitansi tidak hanya membantu ekonomi rumah tangga penerima, tetapi juga meningkatkan cadangan devisa negara.

Kelima investasi dalam Properti dan Real Estat oleh investor asing. Pembelian apartemen, rumah, atau gedung komersial oleh investor asing di kota besar dapat dikategorikan ke dalam jenis investasi ini, berikut proyek-proyek properti, seperti hotel, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri.

Negara yang membuka sektor properti untuk asing cenderung menarik arus modal besar, tetapi juga bisa menyebabkan kenaikan harga properti di dalam negeri.

Berikutnya adalah Investasi dalam Startup dan Venture Capital (VC). Dalam era digital, modal asing juga masuk melalui investasi dalam ekosistem startup dan teknologi. Contohnya Venture capital (VC) asing yang mendanai startup lokal, seperti Gojek atau Tokopedia yang mendapat pendanaan dari SoftBank Jepang.

Ada juga Private equity asing mengakuisisi perusahaan teknologi domestik yang berkembang. Investasi ini biasanya dilakukan dalam beberapa tahap dan bisa berujung pada pencatatan saham di bursa (IPO).

Untuk membandingkan contoh riil besaran investasi asing di Indonesia, bisa ditengok pada tahun 2023, maka terdapat realitas investasi asing di Indonesia seperti tampak pada bagan berikut:

Realitas Investasi Asing tahun 2023

Realitas Investasi Asing tahun 2023

Pada triwulan I 2023 (Januari-Maret), realisasi PMA mencapai Rp177,0 triliun, yang merupakan 53,8% dari total investasi pada periode tersebut. Pada triwulan II 2023 (April-Juni), kontribusi PMA mencapai 53,3% dari total investasi atau sebesar Rp186,3 triliun, yang merupakan nilai tertinggi sejak 2019.

Sementara untuk pasar modal baik saham maupun obligasi didapat: Secara kumulatif, sejak 1 Januari hingga 30 November 2023:​ modal asing yang masuk via Surat Berharga Negara (SBN) Rp71,69 triliun, via Sekuritas Rupiah Bank Indonesia SRBI: Rp37,27 triliun dan Pasar Saham: keluar/minus bersih sebesar Rp15,22 triliun​. Selain itu, sepanjang tahun 2023, pasar modal Indonesia kedatangan 79 perusahaan baru yang melaksanakan Initial Public Offering (IPO), dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp54,14 triliun.

Pada tahun 2023 tersebut investasi asing menyasar pada sektor-sektor pertumbuhan yaitu: Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatan sebesar Rp46,7 triliun (triwulan I 2023​), Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp36,1 triliun (triwulan I 2023) dan Pertambangan sebesar Rp33,5 triliun (triwulan I).

Dari kejadian pada tahun 2023 ini saja sebenarnya kehebohan di media dalam beberapa waktu ini terlalu berlebihan dibahas (overrating) sehingga hanya membuat kebisingan di media dan perbincangan media sosial kita, tetapi minim pembelajaran dan esensi yang signifikan.


메타데이터
post_id
5e20a9408d2b
slug
ribut-ribut-soal-bursa-saham-5e20a9408d2b
url
https://medium.com/@msirod/ribut-ribut-soal-bursa-saham-5e20a9408d2b
canonical_url
https://medium.com/@msirod/ribut-ribut-soal-bursa-saham-5e20a9408d2b
author_url
https://medium.com/@msirod
status
ok
fetched_at
2026-06-26 03:39:16