← Back to list

Modus Baru Rasa Lama Fenomena Portal Berita Hasil Sadur AI

Enaknya menyadur berita media besar pakai AI untuk keuntungan pribadi...

Fikri Rachmad Ardi · 2026-05-28 12:55 · 0 claps · 9.1 min read
#journalism #indonesia #ai-ethics #ai-crawler #media
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment AI · AI · General PHI · Philosophy LIT · Literature & Writing 📰 · Journalism & News

Modus Baru Rasa Lama Fenomena Portal Berita Hasil Sadur AI

Enaknya menyadur berita media besar pakai AI untuk keuntungan pribadi...

Ada yang masih sering baca berita di internet secara utuh? Foto oleh Matthew Guay di Unsplash

Ada yang masih sering baca berita di internet secara utuh? Foto oleh Matthew Guay di Unsplash

Di zaman kiwari, siapa sih di antara kita yang masih suka baca berita langsung dari situs beritanya? Mungkin ada, tapi tak sebanyak sekitar belasan tahun yang lalu. Sejak adanya format berita kotak putih modal repost video dari medsos sebelah, pekerja media ya bakal manut sama isu yang disebar masyarakat sendiri di lapangan. Belum lagi di era penyelenggara negara sekarang yang mana akses untuk mendapatkan beritanya sulitnya minta ampun karena kena gatekeep atau terancam represi akibat pemberitaan yang “dinilai” tak selaras dengan kemauan mereka.

Menjadi wartawan memang semulia itu.

Lantas, kerja keras para kuli tinta dalam menghasilkan berita terverifikasi tampaknya akan terus diadang dengan masalah yang sejak akhir 2025 ini makin menjadi-jadi: PORTAL BERITA HASIL SADURAN AI. Modusnya, hasil tulisan yang sudah mereka sajikan di portal berita dalam media yang menaunginya ditulis ulang oleh mesin lalu dicolong dan disajikan di situs berita gadungan tersebut. Jumlahnya ratusan, modusnya sebelas-dua belas, dan rawan disalahgunakan apabila pembaca tak tahu konteks dari sumber aslinya. Mari saya ceritakan.

powerhayden58@gmail.com

Balicitizen, artefak salah satu situs berita modal translate yang disokong powerhayden58@gmail.com.

Balicitizen, artefak salah satu situs berita modal translate yang disokong powerhayden58@gmail.com.

Akhir 2010-an, pernah ada ratusan situs berita, baik yang alamat URL-nya mencantumkan nama daerah di Indonesia untuk portal beritanya maupun asalnya dari luar negeri, yang isi beritanya tak selaras dengan semangat kelokalannya sesuai URL yang mereka daftarkan ke internet. Satu portal bisa menghasilkan ratusan berita dalam sehari, padahal tim redaksinya bahkan 20 orang saja tidak tembus. Sebagian kecil beritanya terpampang di agregator berita utama seperti Google News, terutama di tab sains dan lingkungan — tak banyak media dalam negeri yang serius menulis berita pada topik ini, kecuali pada portal yang memang spefisik ke arah sana. Entah apa modusnya, yang jelas kualitas hasil terjemah beritanya hancur mentok.

Usut punya usut, situs-situs ini cuma bermodalkan Google Translate untuk mengopas semua berita yang sudah dituturkan dari media-media besar. Saya tersadar bahwa semua portal gadungan ini mengakar pada satu payung surel yang sama, namanya powerhayden58@gmail.com. Hingga 2026, portal-portal sejenis ini mulai gugur dalam menulis berita secara otomatis, mengingat ada modus baru yang lebih menguntungkan dan gampang dieksekusi ketimbang sekadar terjemah: pakai akal imitasi (AI) saja.

Kebhinnekaan dalam men-crawling berita yang sama

Laman Google News per 28 Mei 2026. Silakan cek sumbernya langsung di bawah.

Laman Google News per 28 Mei 2026. Silakan cek sumbernya langsung di bawah.

Jika Anda sudah sampai pada bagian ini, coba hentikan dulu membacanya dan ikuti instruksi dari saya berikut ini.

  1. Buka Google News.
  2. Sisir semua berita yang sedang diunggulkan saat ini. Anda bisa memulainya dari tab “Untuk Anda” atau topik sesuai minatmu.
  3. Cari tahu adakah portal berita yang namanya baru Anda lihat akhir-akhir ini. Portal berita yang dimaksud berada di luar portal berita kelas kakap dan memang sudah rajin menulis berita sebelumnya (jikalau harus sebut merek, Republika, Kompas.com, Detikcom, BBC News Indonesia, Katadata, VIVA, Kumparan, Tribun, Pikiran Rakyat, dan puluhan portal berita yang masuk ke dalam daftar media yang dihimpun Dewan Pers harusnya masuk di sini).
  4. Jika menemukan 2–3 portal berita yang kelihatan rajin menulis berita, sering terpampang di Google News, tapi tak masuk dalam daftar dewan pers, selamat! Anda baru saja menemukan portal berita hasil AI.

Selamat datang di modus baru (rasa lama) pencurian karya jurnalistik masa kini. Tulisan para wartawan yang telah berlama-lama riset dan mengumpulkan informasi dari beragam sumber — bahkan terpaksa harus via media sosial dari para akun homeless media — langsung dicolong pemilik situs nakal ini. Setiap artikel yang naik di portal media besar langsung diparafrase oleh mesin akal imitasi dan diterbitkan ulang kurang dari 3 jam setelah artikel aslinya mengudara. Tak jelas siapa yang menulis artikel bodong hasil sumber aslinya, yang jelas pembaca yang sejak awal ngeh dengan portal berita gadungan ini dengan mudah menebak bahwa,

KnowYourMeme

KnowYourMeme

Praktik jahat ini dilakukan tidak hanya untuk 2–3 situs saja. Ada belasan situs yang melakukan rephrase artikel ini dan menggenerasikannya ke dalam situs mereka — bahkan tak kurang dari 1.100 situs lintas bahasa dan negara yang turut terlibat dalam aksi nakal ini. Mudah untuk mengecek ciri-ciri situs berita gadungan seperti ini:

Laman depan empat situs web tukang maling. Sama formatnya, sampai ke bagian paling bawahnya.

Laman depan empat situs web tukang maling. Sama formatnya, sampai ke bagian paling bawahnya.

Templat bagian bawah website-website maling ini. Bagian halaman jelas tidak ada isinya, karena semua informasi yang dihasilkan adalah hasil AI, termasuk alamat redaksi dan surelnya yang asal hajar saja. Percuma.

Templat bagian bawah website-website maling ini. Bagian halaman jelas tidak ada isinya, karena semua informasi yang dihasilkan adalah hasil AI, termasuk alamat redaksi dan surelnya yang asal hajar saja. Percuma.

Layout situs umumnya mirip dan menggunakan templat yang sama. Dari logo di pojok kiri atas, tampilan kurasi berita yang dicuri, sampai halaman “profil” perusahaan situs beritanya.

Di Inikata.co.id, satu berita bisa dihasilkan kurang dari 3 menit. Ya iyalah, tinggal colong.

Di Inikata.co.id, satu berita bisa dihasilkan kurang dari 3 menit. Ya iyalah, tinggal colong.

Berita yang dihasilkan bisa otomatis muncul 3–10 menit sekali yang isinya bisa 3 berita dalam satu waktu. Macam berita dari media besar, bedanya ini pakai AI. Tidak payah mencari wartawan, langsung hasilkan saja.

Arawinda? Artis suruh kerja rodi? Tangkapan layar Media Perjuangan / domain milik PDIP DPD Bali.

Arawinda? Artis suruh kerja rodi? Tangkapan layar Media Perjuangan / domain milik PDIP DPD Bali.

Contoh lain dari Babel Insight.

Contoh lain dari Babel Insight.

Susunan redakturnya juga aneh, entah tidak dikreditkan ke dalam tulisannya atau sudah masuk ke dalam beritanya, foto profil dan nama “penulis”-nya jelas hasil generasi AI, selaras dengan tujuan dari penulisan artikelnya. Nantinya, pembaca yang terlanjur kecemplung di salah satu situs ini akan menemukan bahwa kumpulan artikel yang dihasilkan, jelas hasil AI, mesin, dan sejenisnya. Tidak nyaman membacanya.

This article nyenyenyenye. Startpage

This article nyenyenyenye. Startpage

(Beruntung) ada yang jujur. Di akhir berita, sebuah penafian (disclaimer) muncul untuk mengindikasikan bahwa tulisan berita ini hasil crawl, bukan diriset sendiri. Ada juga yang nakal karena penafian tersebut hilang, bahkan ada juga yang berani sebut bahwa tulisannya asli.

Dalam salah satu topik, 5 dari 6 berita “mencuri” tulisan asli Kompas.com ini. Google News

Dalam salah satu topik, 5 dari 6 berita “mencuri” tulisan asli Kompas.com ini. Google News

Topik yang di-cover juga biasanya selaras dengan sumber aslinya. Makanya, jangan heran kalau portal macam ini kadang memberitakan isu yang unik dan jarang dibahas portal media besar, kecuali media besar tersebut sudah membahasnya duluan.

Bagi kita yang pernah berada pada pusaran kasus Triomacan2000, asatunews pernah jadi aktor utamanya. Beritasatu

Bagi kita yang pernah berada pada pusaran kasus Triomacan2000, asatunews pernah jadi aktor utamanya. Beritasatu

Kini. Hehehehe.

Kini. Hehehehe.

Domainnya kebanyakan berasal dari mantan situs berita yang sudah tidak terurus. Asatunews, misalnya, adalah bekas majalah bulanan yang eksis hingga 2020-an (menariknya, domain asatunews masih aktif sebagai mouth-piece Bambang Soesatyo, ketua MPR periode 2024–29). Banyak situs lainnya dalam kasus ini juga hasil dari bekas situs berita yang gagal berkembang dan berkelanjutan. Ya pantas saja pihak-pihak beraji mumpung sangat mudah mengakuisisi domain kosong ini.

Tampilan bahasa Inggris dari readers.id. Jelas tidak mungkin redaksi yang lama menulis semua berita ini dong di website lama mereka.

Tampilan bahasa Inggris dari readers.id. Jelas tidak mungkin redaksi yang lama menulis semua berita ini dong di website lama mereka.

Di salah satu situs, berita yang dicolong juga tidak hanya dari media lokal, bahkan bisa maling berita dari media dengan basis bahasa Eropa (de, fr, en, es). Keren.

Tersangka

Selama proses riset, sedikitnya ada belasan domain berita yang jelas-jelas melakukan praktik kotor ini. Jumlahnya jelas akan terus bertambah seiring makin banyak domain yang (untungnya) punya penafian di setiap teks berita yang otomatis naik layar. Kalau mau list sendiri, bisa. Gunakan metode petik di pencarian utama Google, kopas kata kunci “This Article was automatically rewritten by AI based on source” dan persempit pencarian, cukup 24 jam terakhir. Ketemu deh portal berita bekas malingnya. Mereka di antaranya adalah ini.

  1. asatunews.co.id. Paling besar karena juga mencaplok berita berbahasa lain. Sepertinya akan jadi role model buat semua situs berita dengan modelan maling begini.
  2. mediakampung.com. Paling tidak jujur karena main klaim bahwa artikel mereka hasil penulisan sendiri, padahal kita tahu asal sumbernya kalau tinggal cuplik salah satu teksnya.
  3. babelinsight.id. Paling menyedihkan karena domain ini sebelumnya digunakan Diskominfo Bangka Belitung untuk mouth-piece penyelenggara provinsi kepulauan di timur Sumatera ini. Sejak Babel Insight setop beroperasi karena berganti gubernur, jadilah domain ini jadi portal maling berita.
  4. readers.id (sama kasusnya seperti asatunews), punya banyak anakan website untuk alternatif berita maling berbahasa di luar Indonesia.
  5. pojokpapua.id. Sering muncul di permukaan seperti babelinsight.
  6. pdiperjuanganbali.id. Situs DPD partai daerah disikat juga 😝
  7. idnstart.com. Used to be a startup news website.
  8. sekbernews.id
  9. inikata.co.id. Kasus khusus, mengingat layout situsnya sedikit beda. Sayangnya, modus mengambil beritanya sama persis dengan contoh-contoh di atas.
  10. tribratatv.com
  11. kabarpalangkaraya.id
  12. kabarnusantara.id
  13. beritadata.com
  14. beritajejakfakta.id
  15. batuahnews.id
  16. publika.id
  17. zonaintegritas.news
  18. matalokal.com
  19. mediakompeten.co.id
  20. newsroom.id dan rakyatpos.id. Untuk dua kasus ini cukup spesial karena beritanya disuplai JetMedia Digital Agency sebagai pengisi situs yang kosong. Sedih memang.
  21. zonautara.com. Yang ini cukup tricky, mereka masih membawa berita asli dari Sulawesi Utara, walau porsinya seimbang dari pembaruan berita di situs ini.

Penafian pada salah satu berita di situs Rakyat Pos. Sayangnya, berita di sana sudah tidak dimaintain. Lihat saja websitenya.

Penafian pada salah satu berita di situs Rakyat Pos. Sayangnya, berita di sana sudah tidak dimaintain. Lihat saja websitenya.

Modus Lama Ngehits di Sini

Memang niatnya pasang iklan ini mah. Pojok Papua

Memang niatnya pasang iklan ini mah. Pojok Papua

Praktik rephrase berita dari media lain ternyata sudah ada sejak penggunaan AI meledak di muka bumi pada awal 2020-an. Tingkahnya bermacam-macam, entah karena penulis magang lagi mentok idenya sehingga secara terang-terangan maling isi tulisan media besar lainnya atau sesimpel menambang cuan dari klik iklan yang tak disengaja.

Lembaga analis media yang menilai kredibilitas situs berita Amerika Serikat NewsGuard mencatat pada 2024 saja sedikitnya 1.124 situs berita tercatat memang berperan sebagai robot pencuri konten dari media-media besar. Selain untuk keuntungan iklan semata, beberapa situs palsu sengaja dibentuk demi menggiring opini publik ke tulisan-tulisan hasil generasi AI. Belum lagi kalau pihak tak bertanggung jawab, termasuk kita sebagai pembaca, menelan mentah-mentah hasil refrasa informasi dari situs-situs gadungan tersebut. Informasi penting bisa hilang, pelaku tetap cuan.

Di Indonesia, kekhawatiran akan peran AI akan menggantikan jurnalisme tradisional juga muncul sejak AI mempermudah kerja jurnalis dalam mengambil informasi penting dari sebuah fenomena, bahkan secara otomatis meringkas semua kejadian tepat ke layarmu, walau ya sudah pasti perlu kroscek lebih lanjut karena tidak semua informasi yang tersaji benar adanya.

Yakali kegocek. Instagram Ainaki Indonesia

Yakali kegocek. Instagram Ainaki Indonesia

Menurut Data & Democracy Research Hub Monash University Indonesia pada Pesta Media AJI 2026 April lalu, plaform AI mampu mencegah pengguna internet menggali lebih dalam informasi ke situs berita dengan cukup menyediakan ringkasannya, thanks to crawling bots untuk mengambil informasi awal dalam situs berita dan langsung tersaji ke pengguna. Dampaknya, traffic situs berita amblas 20% hingga 70% dari posisi awalnya.

Di kesempatan lain, jurnalis di Indonesia masih meraba-raba fungsi AI agar produk jurnalisme tetap kuat dilanda zaman. Riset BBC Media Action Indonesia yang rilis pada Februari 2026, mayoritas jurnalis memang dapat menerima dan memanfaatkan teknologi ini, walau isu etika dan kepercayaan publik masih jadi bahan diskusi lebih lanjut. Beberapa media telah menggandeng AI dalam memproduksi konten beritanya, termasuk Liputan 6 dan Seputarpapua dalam menyeimbangkan konten berbasis AI dan liputan mendalam dari jurnalis di lapangan— itu sebabnya Zonautara juga bisa masuk contoh seperti ini.

Pada akhirnya, AI cukup sebagai alat bantu jurnalis dalam menggali informasi awal supaya menghasilkan produk informasi yang berkualitas, bernas, lagi terverifikasi. Praktik yang jelas tidak akan ditiru oleh situs-situs modal rephrase seperti di atas.

Ikhtiar Menangkis AI

Grup media yang serius mencegah crawling seperti The Guardian punya cara biar pembaca dipaksa ke situs mereka. Misalnya saja dengan melarang ringkasan berita yang disajikan oleh GPT eksternal.

Grup media yang serius mencegah crawling seperti The Guardian punya cara biar pembaca dipaksa ke situs mereka. Misalnya saja dengan melarang ringkasan berita yang disajikan oleh GPT eksternal.

Salah satu alat dalam mencegah produk asli wartawan tak tergerus AI adalah memasang crawl blocker agar AI tidak mengopas mentah-mentah isi artikel asli dari situs berita asal. Contohnya seperti gambar di atas: Anda yang penasaran sama isi berita tertentu wajib merujuk ke situs bersangkutan.

Pencegahan juga dilakukan di masing-masing perusahaan media dengan melarang pihak lain mengambil isi beritanya tanpa izin dari redaksi. Beberapa media juga mulai menambahkan skrip *robots.txt di situs berita mereka agar artikel mereka tidak dimaling, walau media seperti Kompas.com juga kecolongan karena isi beritanya juga tersaji di situs-situs gadungan ini.

Asosiasi Media Siber Indonesia juga per tulisan ini terbit juga masih melobi perusahaan internet raksasa dengan AI chatbot-nya agar tidak terus mengambil semua informasi dari hasil karya jurnalis tersebut. Hak penerbitan (publisher rights) yang aturan hukumnya sudah terbit pada 2024 masih harus digalakkan agar praktik maling konten seperti ini tak terus menahun, sekaligus menjaga ekosistem perusahaan berita daring di Indonesia tetap sehat.

Penafian akurat.co bagi pembaca yang tertarik menggunakan kembali tulisan beritanya. Bisa?

Penafian akurat.co bagi pembaca yang tertarik menggunakan kembali tulisan beritanya. Bisa?

Temuan situs plagiat berita ini jelas menampar penyedia berita di Indonesia karna gagal menjaga orisinalitas karya jurnalistik yang dihasilkan. Sedikitnya 21 situs yang terlampir ini menjadi catatan penting buat banyak pemangku kepentingan: penyelenggara negara, Asosiasi Media Siber Indonesia, perusahaan media siber, tim di balik layar, NewsGuard, dan banyak pihak lainnya agar modus seperti ini cepat ditangani dengan cermat dan tepat. Jangan sampai media semakin kecolongan karena situs-situs gadungan ini asik menyedot keuntungan yang seharusnya dinikmati perusahaan media yang susah payah menulis berita berkualitas.*()**

Penafian: Harus diakui, penulis masih perlu mencari tahu lebih dalam isi di balik 21 situs seperti ini, termasuk dari sisi teknis pengelolaan situsnya yang mana penulis belum mampu menginvestigasi lebih lanjut. Anda dapat menambahkan informasinya di kolom tanggapan, termasuk jika Anda punya sentimen lain atas tulisan ini.

Tambahan: Jika Anda mengeklik profil saya, sebagian besar tulisan saya berfokus pada pertelevisian dan perbolavolian dalam negeri. Kebetulan baru aktif lagi setelah hiatus cukup lama. Sila cek tulisan lain yang sekiranya menarik untuk Anda baca.


메타데이터
post_id
5e5e3fa9ed97
slug
modus-baru-rasa-lama-fenomena-portal-berita-hasil-sadur-ai-5e5e3fa9ed97
url
https://medium.com/@fikrira/modus-baru-rasa-lama-fenomena-portal-berita-hasil-sadur-ai-5e5e3fa9ed97
canonical_url
https://medium.com/@fikrira/modus-baru-rasa-lama-fenomena-portal-berita-hasil-sadur-ai-5e5e3fa9ed97
author_url
https://medium.com/@fikrira
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30