← Back to list

REALITA IKLIM RISET DAN PENEGAKAN 4 PILARNYA DI FAKULTAS TEKNIK : PEMERATAAN ATAU KOMPETISI?

ini adalah esai yang saya kerjakan pada recruitment staf muda BEM FT beberapa bulan lalu, namun sepertinya terlalu bagus jika hanya…

Candra Dewi Pramesthi · 2022-05-28 16:49 · 0 claps · 3.9 min read
#bem #badan-eksekutif-mahasiswa #bemft2022 #ristek #research-and-development
Open on Medium ↗

REALITA IKLIM RISET DAN PENEGAKAN 4 PILARNYA DI FAKULTAS TEKNIK : PEMERATAAN ATAU KOMPETISI?

ini adalah esai yang saya kerjakan pada recruitment staf muda BEM FT beberapa bulan lalu, namun sepertinya terlalu bagus jika hanya disimpan sebagai arsip di Google Drive, karena tujuan dari uraian ini pada awalnya adalah untuk menggerakkan semangat aksi bagi pembacanya.

Mahasiswa dan riset- adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung terbentuknya ekosistem riset yang baik. Oleh karena itu, Universitas Diponegoro dalam buku saku kaderisasinya menetapkan 4 pilar kaderisasi riset yang menjadi landasan perjuangan terbentuknya the excellent research university, di antaranya; KTI PKM, Debat, dan Mawapres.

Universitas Diponegoro menduduki peringkat ke-8 dari 20 kampus terbaik dalam ‘Research, Innovation, and Societal Impact’ versi Scimago Institution Rankings (SIR), seperti yang telah dikutip dalam warta medcom.id di laman daringnya pada 30 April 2021. Hal ini membuktikan kredibilitas UNDIP dalam peningkatan kualitas riset, inovasi, dan social impact seperti yang telah dicita-citakan.

Prestasi UNDIP yang gemilang ini tentunya hadir sebagai buah kontribusi dari 11 fakultas dan 2 sekolah yang ada di dalamnya, dengan fakultas Teknik sebagai penyumbang terbanyak berdasarkan statistik 3 bulan terakhir yang dilakukan oleh bidang Riset dan Keilmuan BEM UNDIP 2021 di Katalog Prestasi pada akun Instagram @/ bemundip.

Sumber : katalog prestasi Instagram.com/bemundip

Sumber : katalog prestasi Instagram.com/bemundip

Prestasi yang telah ditorehkan oleh Fakultas Teknik hendaknya menjadi suatu kebanggaan bagi seluruh warganya. Akan tetapi, apabila kita telusuri lebih dalam menuju statistik pengembangan riset dari 12 departemen yang berada di naungan FT UNDIP, kita dapat menemukan satu polemik yang sampai saat ini masih ramai menjadi bahan diskusi- kesenjangan minat riset antar departemen.

Sumber : data statistik PKM lolos pendanaan Ristek BEM FT 2020

Sumber : data statistik PKM lolos pendanaan Ristek BEM FT 2020

Kita ambil contoh seperti pada statistik PKM lolos pendanaaan terlampir yang didata oleh Ristek BEM FT UNDIP tahun 2020, Teknik Kimia hadir sebagai penyumbang PKM lolos pendanaan Kemdikbud tertinggi pada tahun 2020 dengan 12 judul PKM, sedangkan Arsitektur, Teknik Geologi, dan Teknik Komputer hadir sebagai penyumbang PKM terendah pada tahun 2020 dengan 0 judul PKM lolos pendanaan Kemdikbud 2020. Adanya kesenjangan yang tinggi ini menimbulkan opini-opini satir yang mempertanyakan esensi semboyan FT UNDIP, satu tekad teknik jaya.

Lalu bagaimanakah kondisi iklim riset masing-masing departemen? Apa faktor yang ikut andil dalam ketidakmerataan ini? Akankah FT UNDIP mampu membuktikan bahwasanya kedua belas departemen yang bernaung di bawahnya memang benar menjunjung tinggi esensi satu tekad teknik jaya- saling membahu mewujudkan kemajuan riset di Universitas Diponegoro, khususnya di Fakultas Teknik itu sendiri?

PERBEDAAN SISTEM DAN KEPENTINGAN

Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa kesenjangan akan selalu ada di manapun dan kapanpun. Begitu pula kesenjangan minat riset antar departemen di FT UNDIP sendiri. Kesenjangan terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan mendasar, seperti fasilitas, sarana & prasarana, motivasi internal maupun eksternal.

Pada proses pengembangan 4 pilar riset misalnya, masing-masing departemen di FT UNDIP diberi kebebasan untuk mengelola tim-tim lomba dan bimbingannya. Kita ambil contoh Departemen Teknik Geodesi yang mempunyai Forum Studi Geodesi sebagai kepanjangan tangan dari Diklar HM Teknik Geodesi yang memiliki 3 divisi, yaitu Research, Skill Developmet, dan English Club. FSG berfokus sebagai wadah penyalur minat riset mahasiswa di Departemen Teknik Geodesi yang diharapkan dapat mengembangkan 4 pilar riset.

Bergeser sedikit menuju Departemen Teknik Kimia, ada dua pionir yang bergerak dalam pengembangan 4 pilar riset, yaitu bidang Riset dan Teknologi HMTK, serta BSO CESTR (Chemical Engineering Science Technology and Research) yang berperan sebagai eksekutor kaderisasi riset di Departemen Teknik Kimia. Pembimbingan mahasiswa dikemas dalam Program Unggulan Riset Teknik Kimia, yaitu Creation, Goes to Mawapres sebagai pelayanan dan pendampingan mahasiswa yang berminat mengikuti ajang Mawapres, dan Goes to PKM & PIMNAS sebagai layanan dan fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa Teknik Kimia yang lolos pendanaan PKM.

Perbedaan kebijakan seperti dua contoh kecil yang disajikan sebelumnya tentu mempunyai impact yang berbeda pula. Teknik Geodesi yang memercayakan pengembangan riset pada Study club-nya, Teknik Kimia yang lebih ambisius memercayakan pengembangan riset pada 3 program unggulannya. Tentu saja tidak ada keputusan mutlak benar-salah terhedap kebijakan masing-masing departemen. Namun ugly truth yang kita hadapi ternyata membuktikan adanya kesenjangan kontribusi riset yang terpaut jauh terhadap dua departemen yang kita bandingkan tadi.

KADERISASI 4 PILAR RISET YANG DIHARAPKAN MENJADI PEMERSATU

Dalam Buku Pedoman Kaderisasi Berbasis Riset Universitas Diponegoro, disebutkan bahwasanya terdapat alur kaderisasai riset yang harus dilaksanakan oleh seluruh Civitas Akademik dari kedua belas fakultas di UNDIP termasuk dalam lingkup FT UNDIP itu sendiri.

Dalam alur kaderisasi tersebut, dicantumkan pula tujuan akhir dari masing masing tahap kaderisasi di antaranya; pembentukan kader riset pada semester 1–2, pembinaan kader riset dan pengkaryaan kader riset pada semester 3–4, serta pengembangan kader riset pada semester 5–6.

Adanya tujuan sebagai cita-cita bersama yang jelas dalam pedoman kaderisasi riset yang dilaksanakan di seluruh fakultas ini hendaknya menjadi suatu starter motivation bagi mahasiswa baru yang sama rata. Itu artinya tidak ada perbedaan motivasi antara fakultas Teknik dan fakultas lainnya, antara Teknik geodesi dan Teknik kimia pula.

Kehadiran Buku Pedoman Kaderisasi riset ini pula yang harusnya digaris bawahi sebagai sarana pemersatu. Karena dengan adanya persamaan tujuan, kita bisa menumbuhkan motivasi yang sama dan seragam pula. Lalu dengan kesetaraan motivasi yang diterapkan di FT UNDIP, bukanlah hal yang mustahil untuk membangkitkan lagi semangat kebersamaan, bahu-membahu menjunjung FT UNDIP dalam pengembangan riset.

Bagi sebagian orang, penggaungan semangat dipandang sebagai omong kosong belaka, namun sebenarnya dengan tujuan yang sama, kita bisa mewujudkan aksi kesatuan seperti pada kutpian dari Henry Brooks Adam, sastrawan Amerika- Kesatuan adalah visi; itu pasti bagian dari proses belajar melihat.

Perwujudan dari semangat persatuan pengembangan riset di FT UNDIP dapat diawali dengan kegiatan tukar pikiran antar departemen, di masing-masing departemen melakukan study banding satu sama lain untuk mengkaji ulang sistem pembinaan riset di departemennya, untuk kemudian secara bersama sama belajar dan saling memberikan motivasi.


메타데이터
post_id
5e889a5da0a9
slug
realita-iklim-riset-dan-penegakan-4-pilarnya-di-fakultas-teknik-pemerataan-atau-kompetisi-5e889a5da0a9
url
https://medium.com/@candrapramesthi/realita-iklim-riset-dan-penegakan-4-pilarnya-di-fakultas-teknik-pemerataan-atau-kompetisi-5e889a5da0a9
canonical_url
https://medium.com/@candrapramesthi/realita-iklim-riset-dan-penegakan-4-pilarnya-di-fakultas-teknik-pemerataan-atau-kompetisi-5e889a5da0a9
author_url
https://medium.com/@candrapramesthi
status
ok
fetched_at
2026-07-27 01:50:49