Menanti Wujud Baru Sang Panglima Tempur Ngomongin Dilan itu emang nggak ada habisnya.
Menanti Wujud Baru Sang Panglima Tempur Ngomongin Dilan itu emang nggak ada habisnya. Sosok legendaris dari pikiran Ayah Pidi Baiq ini emang se-ikonik itu. Gue inget banget, sekitar tahun 2016 atau 2017 gitu lah, waktu filmnya baru mau rilis, gue langsung cabut ke Gramedia buat beli dua bukunya. Nggak lama setelah itu, gue beli buku Milea di tahun yang sama. Sampai akhirnya di tahun 2018, gue dapet kesempatan ketemu langsung sama Ayah Pidi di sebuah book fair. Pengalaman itu bikin gue makin ngerasa deket sama dunia yang dia ciptain. Sekarang, film Dilan 1997 kan sebentar lagi dan Ariel bakal jadi Dilan. Dilan pernah diperankan beberapa orang, ada Iqbaal Ramadhan dan Arbani Yasiz. Iqbaal cukup fenomenal meski sempat diragukan awalnya sebagai Dilan karena imej Dilan yang cukup "laki" di novel, sedang Iqbaal pernah ada di boyband. Tapi kenapa Iqbaal pas jadi Dilan? Meski Dilan geng motor yang bergaul, Dilan cerdas, begitupun Iqbaal. Gue pas baca dulu sebelum nonton, begitu nonton: "Oh, pilihan Ayah pas." Saking ikoniknya, banyak yang nggak mau sosok Dilan Iqbaal digantiin.

Chemistry keduanya masih belum bikin penontonnya move on
Dilan kedua, Arbani Yasiz. Arbani dianggap terlalu "Rompis", sosok itu melekat katanya. Tapi buat gue, malah dia yang pas merankan sosok Dilan yang sudah mahasiswa. Dengan sosok Dilan yang masih bawaan panglima tempurnya nggak bisa hilang tapi lebih dewasa, meskipun… masih konyol, dia cocok jadi Dilan yang sudah mulai tidak nongkrong bareng geng motornya dan terjun dalam aktivisme. Menurut gue udah bagus.

Arbani memerankan Panglima Tempur yang udah dewasa
Chemistry dia dan Zee juara sih .Zee cukup bagus menggambar kan Ancika yang tomboy kadang ketus tapi sekeras kerasnya hati Cika kalau Panglima Tempur udah mengeluarkan kata kata ajaibnya tembok Cina ini pun Runtuh.

Dilan 1981 / Wo Aini gue belum baca novelnya 🤣
Dilan ini agak unik. Dilan kecil, Ahdiyat, penampilannya yang memukau di Pengabdi Setan membuat dia kebanjiran job. Ahdiyat sendiri pas memerankan Dilan kecil yang jahil tapi cerdas, sekaligus mulai menunjukkan sisi uniknya untuk menarik perhatian lawan jenis dengan cara nggak terduga. Bahkan dia terlibat di film Ancika, dia berhasil meranin Dilan versi anak-anak.Klo ada yang bilang Dilan pacaran terus menurut gua nggak ya lu pasti lah disela bermain Ama temen lu pas SD pernah cinta monyet nah difilem ini gambarin itu . selain itu meski anak — anak ada tema yang agak berat disini adanya korban penembakan Petrus era Orde Baru .gue nangkap adanya keprihatinan Dilan dengan itu jadi yang bilang ini cinta cintaan gue rasa dia nggak nonton tuh. Sosok Dilan bagi gue kompleks perjalanannya. Dari seorang anak SMA yang juga geng tempur; dia manis, cerdas, iseng (kalo orang Bandung bilangnya bodor). Dari yang Ayah Pidi sampaikan, dia yang SMP sudah begitu menggilai sastra sampai mendatangi dan menonton pertunjukan Rendra. Makanya gak heran sih dia jadi anak FSRD ITB. Sesuai gambaran orang mungkin lihat dia begajulan, anak motor pasti nggak baik, tapi dia jauh dari itu. Alih-alih romantis dan picisan, dia hadir dengan unik. Tak heran mungkin Milea pun sulit melupakan dirinya dan Bandung. Dilan hadir juga untuk Ancika setelah patah hatinya. Dengan perjalanannya, meskipun ada yang tak berubah—meski cuma celetukan ringan atau sikapnya yang ajaib—tapi itu malah daya tariknya untuk Cika yang tomboy dan lurus. Cowok kayak Dilan itu unik: anak geng motor tapi mahasiswa ITB. Dilan membuka sebuah perjalanan dari cinta anak SMA yang penuh pelajaran dan renungan. Mungkin ia mengangkat kembali Bandung menjadi sebuah monumental. Makanya gue penasaran bagaimana seorang Ariel membawakan karakternya. Tapi satu hal gue yakin: Boriel bakal keren. Boriel besar di Bandung, dia paham betul apa yang terjadi saat 90-an itu.

Panglima Tempur Kita Euyy
Ini yang nggak dimiliki pemeran Dilan sebelumnya. Baik Ariel ataupun Dilan sama-sama musisi dan suka puisi, artinya mereka thinker. Kita melihat sosok Boriel yang cool dan kharismatik, tapi bukan nggak mungkin dia mengejutkan dan malah alami karena keseharian dia yang besar di kota Bandung. Penampilannya jadi cameo di Sang Pemimpi membuka sisi lain Ariel sebagai aktor. Sayang usai skandalnya, kita tertunda melihat sosok Nazriel Irham berakting. Tapi menurut gue sendiri, Ariel akan bisa keren jadi dirinya. Entah Dilan tuh, ya Ariel. Mereka terhubung dengan banyak kesamaan, mungkin bedanya Ariel nggak kuliah FSRD aja di ITB.Karena baru baca Dan nonton dari sisi Ancika ada yang belum banyak Dilan bicarain terutama setelah dia Dan Lia berakhir bagaimana dunia kampus itu menarik kan anak seni mah nyeleneh ya katanya Dilan bikin negara sendiri di ITB ( nah lhoo) Dilan juga sempat Ke Kuba dan Btw setelah Dilan 1997 akan ada Dilan Amsterdam.tapi sok kita lihat aja lah

hehe masih nunggu PO Close euyy
tapi tetap sebelum film yang katanya masih proyek syuting ini muncul, gue bakal baca dulu novelnya semuanya. Gue sama, berawal dari baca baru nonton, kecuali yang Wo Aini itu karena filmnya duluan sebelum novelnya.

cepat kirim novelnya Ayah
메타데이터
- post_id
- 5ec293ca7a10
- slug
- menanti-wujud-baru-sang-panglima-tempur-ngomongin-dilan-itu-emang-nggak-ada-habisnya-5ec293ca7a10
- url
- https://medium.com/@tenggengsedjak2017/menanti-wujud-baru-sang-panglima-tempur-ngomongin-dilan-itu-emang-nggak-ada-habisnya-5ec293ca7a10
- canonical_url
- https://medium.com/@tenggengsedjak2017/menanti-wujud-baru-sang-panglima-tempur-ngomongin-dilan-itu-emang-nggak-ada-habisnya-5ec293ca7a10
- author_url
- https://medium.com/@tenggengsedjak2017
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 15:04:59