Proses yang tidak bisa dipercepat
Aku pernah ingin berlari secepat yang aku bisa. Bukan karena aku kuat, tapi karena aku lelah berada di tengah jalan.
Proses yang tidak bisa dipercepat
Aku pernah ingin berlari secepat yang aku bisa. Bukan karena aku kuat, tapi karena aku lelah berada di tengah jalan.
Aku ingin segera sampai. Ke versi diriku yang lebih tenang. Ke hidup yang tidak terlalu banyak bertanya. Ke hari di mana aku tidak harus menjelaskan kenapa aku masih di sini.
Tapi ternyata aku tidak bisa.
Ada langkah-langkah yang menolak dipercepat. Ada proses yang tidak mau diajak kompromi.
Semakin kupaksa berlari, semakin aku kehabisan napas.
Aku belajar dengan cara yang tidak lembut: bahwa tujuan tidak selalu bisa dikejar dengan kecepatan. Kadang ia hanya bisa didekati dengan kesetiaan.
Berhenti sejenak bukan berarti menyerah. Berjalan pelan bukan berarti tertinggal. Mungkin aku tidak lambat — aku hanya sedang belajar sesuai dengan ukuranku.
Hari ini aku masih di tengah. Belum sampai, belum selesai. Tapi aku masih berjalan.
Dan mungkin itu sudah cukup untuk hari ini.
메타데이터
- post_id
- 5edd4e2a594d
- slug
- proses-yang-tidak-bisa-dipercepat-5edd4e2a594d
- url
- https://medium.com/@chici2102/proses-yang-tidak-bisa-dipercepat-5edd4e2a594d
- canonical_url
- https://medium.com/@chici2102/proses-yang-tidak-bisa-dipercepat-5edd4e2a594d
- author_url
- https://medium.com/@chici2102
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-15 02:55:08