Karolina
Dikala jam sudah menunjukan pukul 02.00 PM Dunia terasa bergerak lambat dan tenang Seakan tengah malam membuat kita berpikir Apakah malam…
Karolina
Dikala jam sudah menunjukan pukul 02.00 PM Dunia terasa bergerak lambat dan tenang Seakan tengah malam membuat kita berpikir Apakah malam ini akan aku nikmati seperti biasanya?
Katanya, 10% populasi manusia masih terjaga di malam hari. Ada yang dikejar deadline pekerjaan, ada yang lagi tertawa bareng teman-temannya, dan ada pula yang lagi sakit hati hingga membuat ia overthinking semalaman.
Aku tahu begadang bukanlah kebiasaan yang baik. Namun terkadang, kita memang membutuhkan malam-malam seperti ini malam untuk diam sejenak, berpikir, atau sekadar memberi ruang bagi kepala yang terlalu penuh. Biasanya, dalam seminggu aku memberi diriku jatah begadang selama dua hari, meski akhir-akhir ini aku mulai jarang melakukannya.
Tak terasa sudah pukul 02.30 PM, telinga aku masih diselimuti lirik-lirik dari lagu Karolina by Sore :
I′ll lead you to my life Through the finest hour of my life
Seseorang pernah bilang padaku, jangan pernah menyimpan seseorang di dalam lagu. Namun sayangnya, aku menyimpannya di Karolina. Liriknya begitu indah, dan entah kenapa selalu mengingatkanku padanya mungkin karena di namanya juga terselip kata indah, seolah semesta memang sengaja membuatku mengaitkan keduanya.
Setiap kali lagu itu terdengar, aku selalu teringat padanya, dan di saat yang sama, teringat pula pada segala luka yang pernah kuberikan.
Aku pernah membuatnya marah, membuat kepercayaannya padaku perlahan berkurang. Aku sangat mencintainya, namun entah mengapa, justru aku pula yang sering melukainya.
Aku menyesali semuanya. Dan di tengah penyesalan itu, aku terus berusaha berubah, menjadi versi diriku yang lebih baik, agar jika semesta masih memberiku kesempatan, aku tak lagi datang sebagai luka, melainkan sebagai tempat dia merasa aman dan nyaman.
Jarum jam perlahan menunjukkan pukul 03.00 AM. Karolina masih terus berputar, kuulang berkali-kali, sementara pikiranku sibuk memikirkan dirinya — juga segala kesalahan yang pernah kulakukan padanya.
Perlahan, kuganti Karolina dengan Sementara dari Float, salah satu lagu favoritnya. Lagu itu selalu membawaku pada satu ingatan: seseorang yang sahur pukul tiga pagi, saat aku menonton 3 Hari untuk Selamanya, film yang pernah ia rekomendasikan kepadaku.
Lucunya, dari satu lagu ke lagu lainnya, dari satu kenangan ke kenangan berikutnya, aku sadar bahwa aku telah melakukannya lagi — menyimpan seseorang di dalam lagu.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 04.00 AM. Sambil membiarkan lagu terakhir terus berputar pelan, aku memandangi langit-langit kamar yang sejak tadi menjadi saksi bisu dari segala penyesalan, kenangan, dan pikiranku tentang dirinya.
Malam terasa begitu sunyi, Aku mencoba memejamkan mata. Dan perlahan, aku pun tertidur.
메타데이터
- post_id
- 5ee192aa5740
- slug
- karolina-5ee192aa5740
- url
- https://medium.com/@awthenaz/karolina-5ee192aa5740
- canonical_url
- https://medium.com/@awthenaz/karolina-5ee192aa5740
- author_url
- https://medium.com/@awthenaz
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-18 00:10:23