Membaca Roma 13:1–7 Dalam Konteks: Kepatuhan Buta Terhadap Penguasa?
Apakah ayat ini dapat digunakan sebagai alat untuk “memaksa” patuh terhadap mereka yang berkuasa?
Photo by Priscilla Du Preez 🇨🇦 on Unsplash
Bulan Kitab Suci Nasional 2025
Membaca Roma 13:1–7 Dalam Konteks: Kepatuhan Buta Terhadap Penguasa?
Apakah ayat ini dapat digunakan sebagai alat untuk “memaksa” patuh terhadap mereka yang berkuasa?
Baca secara gratis di sini!
Dalam Roma 13:1–7, perikop (sebutan untuk bagian yang ditandai dalam teks Alkitab) ini menyatakan tentang “Kepatuhan terhadap Pemerintah”. Saya akan menuliskannya langsung di sini (supaya tidak perlu baca di sumber lain lagi):
**13:1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. [13:2](https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=45&chapter=13&verse=2) Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. [13:3](https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=45&chapter=13&verse=3) Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. [13:4](https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=45&chapter=13&verse=4) Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. [13:5](https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=45&chapter=13&verse=5) Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. [13:6](https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=45&chapter=13&verse=6) Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. [13:7](https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=45&chapter=13&verse=7)** Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
Sebelum kita menyelam lebih dalam, kita mesti memahami latar belakang budaya yang ada ketika surat ini ditulis. Adapun sumber tafsiran utama yang digunakan dalam penulisan ini adalah Jerome Biblical Commentary.
Latar Belakang Historis
Paulus menulis kepada jemaat Kristen di Roma. Jemaat Roma, sebagai orang yang tinggal di pusat kekaisaran, memiliki kesadaran yang tinggi akan otoritas negara. Pada saat itu, belum ada penganiayaan resmi terhadap orang Kristen, meskipun sudah ada beberapa konflik terkait orang beragama lain: pengusiran orang Yahudi dari Roma karena konflik internal (kemungkinan terjadi antara orang Yahudi “tradisional” dengan orang Yahudi yang menjadi Kristen).
Pada saat itu, orang Kristen yang adalah “warga surga” (Fil 3:20) dan merdeka dalam Kristus (Gal 5:1) memiliki pertanyaan sebagai berikut:
Haruskah kita tunduk pada pemerintah kafir?
Tafsiran
Tiap-tiap orang pada Rom 13:1 merujuk tidak hanya kepada orang Kristen saja, tetapi kepada semua orang. Dalam bahasa Inggris, bahasa yang digunakan untuk “pemerintah” adalah “Higher authorities” (USCCB), yang berarti memang “otoritas yang lebih tinggi” (yang dalam bahasa Yunani memang untuk pemerintah), tetapi juga bisa berarti “Kekuatan Ilahi yang bekerja di balik negara”. Hal ini menunjukkan bahwa otoritas sipil bukan hanya berkaitan dengan struktur manusia, tetapi juga memiliki dimensi spiritual (Cullman, 1956).
Dalam terang pemikiran berikut, berarti kita mendapatkan suatu makna eskatologis (berkaitan dengan masa yang akan datang/akhir zaman): pemerintahan duniawi adalah bagian dari rencana Allah, sampai Kristus datang dan menyerahkan segalanya kepada Sang Bapa (1 Kor 15:26–28)
Dengan demikian, pantaslah pada ayat ke-2 dikatakan bahwa ketika seseorang melawan pemerintah, maka ia melawan Allah. Kekaisaran Roma, meskipun merupakan kekaisaran kafir, tetap memiliki mandat ilahi. Melawan otoritas sah = melawan tatanan Allah.
Akan tetapi, harus digaris bawahi suatu asumsi dasar berikut:
Paulus menulis dengan asumsi bahwa pemerintah bertindak adil dan demi kebaikan umum.
Hal ini cukup terlihat jelas pada ayat ke-4 dan ke-6, pemerintah dibilang sebagai hamba-hamba Allah. Tentulah, hamba Allah yang sejati bertindak adil dan demi kebaikan umum, bukan? Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh kitab Amsal dan kitab kebijaksanaan lainnya: pemimpin ideal adalah pelayan kebaikan.
Jika memang pemerintah bertindak adil dan demi kebaikan umum, maka patutlah pemerintah menghukum mereka yang berbuat salah. Mereka yang berbuat salah dan dihukum secara sipil dianggap sebagai ekspresi murka Allah terhadap kejahatan sosial (Roma 13:4).
Jika memang pemerintah adalah hamba Allah, maka kita memiliki alasan moral untuk menaati hukum (Roma 13:5). Relasi manusia dengan Allah juga mencakup ranah sipil, tidak terbatas pada ibadah ataupun ritual. Oleh karena itu, wajiblah orang Kristen Roma membayar pajak (Roma 13:6–7) karena itu adalah bagian dari ketaatan kepada otoritas yang ditetapkan Allah. Hal ini pun sejalan dengan apa yang diajarkan Yesus: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah” (Bdk. Mrk 12:17; Mat 22:21)
Roma 13:1–7 menyajikan suatu teologi kewarganegaraan: orang Kristen, meskipun adalah warga Kerajaan Allah, tetap memiliki tanggung jawab terhadap negara selama negara tidak menuntut pelanggaran terhadap kehendak Allah.
Jika suatu pemerintah melanggar kehendak Allah, apa yang harus kita lakukan?
Mengutip kata-kata Petrus dan para rasul di hadapan Makhamah Agama:
“Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia” (Bdk. Kis 5:29)
Ad Maiorem Dei Gloriam. In Cruce Salus!
메타데이터
- post_id
- 5eeb86fb8f32
- slug
- membaca-roma-13-1-7-dalam-konteks-kepatuhan-buta-terhadap-penguasa-5eeb86fb8f32
- url
- https://medium.com/pelita-kasih/membaca-roma-13-1-7-dalam-konteks-kepatuhan-buta-terhadap-penguasa-5eeb86fb8f32
- canonical_url
- https://medium.com/pelita-kasih/membaca-roma-13-1-7-dalam-konteks-kepatuhan-buta-terhadap-penguasa-5eeb86fb8f32
- author_url
- https://medium.com/@artjo26
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-09-20 18:45:58