← Back to list

Aku dan Biru

(Sepotong kisah) Ternyata duniaku sebiru itu

Nabila Kusumaningsih · 2026-05-09 10:58 · 0 claps · 2.4 min read
#biru #blues #sky #short-story #water
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing

Aku dan Biru

(Sepotong kisah) Ternyata duniaku sebiru itu

Hai, lama tidak menulis lagi.. Banyak banget hal yg terjadi dari tahun lalu… Dan biru, seringkali melingkupi setiap ceritaku..

Entah yg mana satu yang bisa kutuliskan, dalam ingatanku ada banyak, tapi sulit kutuliskan semuanya.

Tahun lalu, aku sempat menulis cerita tentang biru. Ada salah satu komunitas yg mengajak untuk menulis kisah tentang biru, dan dibukukan. Dan karanganku termasuk salah satu yg masuk di buku itu, meski tak kubeli juga bukunya haha. Mungkin someday aku akan membelinya, insyaaAllah.. Singkatnya, isi tulisanku seperti ini:

Senin pagi ini langit biru, cerah nyaris tanpa awan. Terasa tentram, namun penuh kehampaan. Aku duduk di tepi danau merenungi kekosongan-karena kini aku punya waktu untuk itu. Terlalu banyak waktu. Dulu aku bermimpi duduk santai menikmati kopi pagi tanpa tenggat yang menunggu, mengamati orang-orang berlalu entah kemana. Aku ingin hanya aku dan langitku: biru, seperti warna toga yang kini tergantung rapi di lemari. Aku masih menyukai biru, tapi kini ketenangannya perlahan menarikku ke duka yang sunyi. Senin tak lagi menegangkan karena tenggat, tapi mencekam karena terlalu tenang. Diam ternyata bisa membawa nestapa. Hanya laptopku yang ramai, penuh tab lowongan kerja yang terus kucoba apply. Birunya Linkedln memenuhi pikiranku, menjelma bunga tidur, bunga lamunan, yang tak kunjung mekar. Aku rindu kesibukanku dulu. Kini waktuku seolah berhenti. Orang-orang berlari-cepat, hingga ke luar negeri. Sementara aku tersesat di antara kapan dan dimana. Langit yang begitu lapang tak kunjung memberiku satu penerimaan dari lamaran yang kukirimkan. Aku habiskan kopi, lalu beranjak pulang. Entah di menit keberapa, aku percaya waktuku akan kembali berjalan. Meski kini aku terhenti, tapi upayaku belum padam. Aku yakin suatu hari nanti, aku bisa menatap langit biru lagi dengan lebih lega.

Waktu itu, sekitar akhir tahun 2025, aku memang lagi galau-galaunya soal masalah fresh graduate: mencari kerja. Sesak dan pusing sekali, hari-hari diisi buat apply dan apply ke semua lowongan yg mungkin. Sampai mual. Senin aku lihat jalan ramai banget orang sibuk berangkat sekolah, kuliah, kerja, sedangkan aku bingung mau kemana. Jujur waktu itu rasanya hampa banget, makanya pas kehampaanku ternyata bisa aku arahkan ke yg lebih berguna: tulisan, aku sangat tertarik untuk menuliskannya, yeah sekalian menuangkan huru-hara rasa, meskipun tidak semuanya. Kini, jika bisa kulanjutkan cerita itu mungkin seperti ini jadinya.

Awal kuartal II 2026, mulai ada titik terang, dan rasanya waktuku mulai berjalan kembali. Senin biruku kembali terisi oleh pekerjaan baruku. Ya, Aku sudah diterima kerja!. Di tempat yang tak lepas dari warna biru, bahkan lekat dengan warna itu. Langit yang kutatap kini tak hanya lega, tapi begitu lapang hingga bisa untuk menampung semua rasa yang tak bisa tertuang dalam kata.

Aku tak lagi tersesat dalam kapan dan dimana, kini aku sudah menetap untuk jangka waktu yang cukup lama. InsyaaAllah 2 tahun. Jika ada teman yang selalu ada, maka biru mungkin salah satu teman yang setia dalam setiap jejak langkahku. Jika biru bisa bicara, aku rasa dia akan berkata: “aku akan selalu ada untukmu, entah kamu melihatku atau tidak, entah secara eksplisit atau implisit, aku akan senantiasa membersamai langkahmu. Karena itu, ingatlah aku selalu. Jika kau melupakanku, aku akan mengingatkanmu melalui langit atau samudraku. Atau jika mungkin, masukklah ke dalamku, akan kutampakkan apa-apa yang belum pernah kamu lihat dalam biru-biru yang sebelumnya!”.

Ah biru. Bagaimana cara menghindarimu jika bagian dari diriku sekarang, adalah kamu. Aku harap, kita bisa berteman baik, selalu, sebagaimana langit menyertai bumi-Nya.

Kalau diingat-ingat, kyknya banyak banget aspek yg warnanya biru. Mulai dari seragam SMP, almamater ku juga logo dan colornya biru, beasiswaku juga biru, dan kini aku menekuni bidang yg erat sekali dengan warna biru: air. Wah, seragamku juga serba biru! Seruu! haha

Aku akan mulai menyelamimu perlahan, biru. Tolong jagalah aku, seperti kau menjagaku sebelum ini. Tak sabar rasanya melihatmu lebih jauh, seperti apa biru-biru mu yang belum pernah kau tampakkan itu?

nabilamueeza 9 Mei 2026


메타데이터
post_id
5f0ff39a79cd
slug
aku-dan-biru-5f0ff39a79cd
url
https://medium.com/@partof_nabilamueeza/aku-dan-biru-5f0ff39a79cd
canonical_url
https://medium.com/@partof_nabilamueeza/aku-dan-biru-5f0ff39a79cd
author_url
https://medium.com/@partof_nabilamueeza
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30