The Chronicles of a Fool — Episode 3
Bayangan di Balik Takdir
The Chronicles of a Fool — Episode 3

Episode 3 — Bayangan di Balik Takdir
Kerajaan masih mencari ksatria mereka yang hilang. Tapi Alaric, yang kini berada di menara penyihir, mulai menyadari bahwa dia mungkin tidak pernah menjadi pahlawan sejak awal.
Sang penyihir menyusun segelas anggur, memandangnya dengan penuh makna.
“Kau selalu berpikir bahwa kau adalah ksatria pilihan. Tapi bagaimana jika aku memberitahumu bahwa sejak awal… kau hanyalah bidak?”
Alaric terdiam. Sesuatu dalam hatinya mulai terasa tidak nyaman.
Sang penyihir tersenyum.
“Raja Eldoria bukanlah penguasa sejati. Dia hanya boneka yang dikendalikan oleh kelompok tersembunyi… kelompok yang telah memanfaatkan kekuatan seperti milikmu selama berabad-abad.”
Kelompok apa?
“The Enclave of the Eternal Sun.”
Sebuah organisasi rahasia yang diam-diam mengendalikan takdir para ksatria, menciptakan pahlawan hanya untuk mengorbankan mereka dalam perang-perang yang tidak pernah berakhir.
Alaric terdiam. Selama ini… ia hanyalah alat?
Sang penyihir menatapnya dengan mata yang penuh dengan cerita.
“Aku dulu adalah pahlawan… seperti dirimu.”
Alaric mengangkat alisnya. Apa?!
“Aku juga dipilih. Aku juga percaya bahwa aku melindungi kerajaan. Tapi pada akhirnya, aku menyadari bahwa mereka tidak pernah menginginkanku hidup lebih lama. Mereka hanya ingin seseorang yang cukup kuat… untuk kemudian dikorbankan.”
Alaric merasakan sesuatu yang dingin menjalar ke punggungnya.
Kerajaan Eldoria tidak melatih pahlawan. Mereka hanya menciptakan legenda, lalu menghancurkannya untuk mempertahankan kekuasaan.
Dan kemudian datang pengungkapan terbesar.
“Kau tahu kenapa kau berbeda dari yang lain, Alaric?”
Ksatria itu menggeleng, menahan napas.
“Karena kau seharusnya tidak ada.”
Sejarah tentang dirinya? Hanya setengahnya benar.
Dia tidak pernah “dipilih” untuk menjadi pahlawan. Dia adalah kesalahan dalam perhitungan kerajaan — seorang yang terlahir di luar rencana kelompok rahasia.
Dan karena itu, mereka memberinya peran sebagai penyembuh agar ia bisa dikendalikan dengan mudah.
Tetapi Alaric berkembang terlalu kuat. Terlalu mandiri. Dan ketika mereka menyadari bahwa ia tidak bisa dikendalikan sepenuhnya… mereka memutuskan untuk mengirimnya ke pertarungan tanpa kemenangan.
Pertarungan melawan sang penyihir tidak pernah dimaksudkan untuk bisa dimenangkan.
Ia dikirim untuk gagal.
Sang penyihir mengulurkan tangannya sekali lagi.
“Kau bisa mencari kebenaran. Atau kau bisa kembali ke kerajaan dan terus hidup dalam kebohongan.”
Alaric menatap tangan itu.
Jika yang dikatakan penyihir itu benar… seluruh hidupnya selama ini adalah kebohongan.
Tetapi… bagaimana jika ini hanya manipulasi lain?
— Bersambung —
메타데이터
- post_id
- 5f31eb91c735
- slug
- the-chronicles-of-a-fool-episode-3-5f31eb91c735
- url
- https://medium.com/@muliatrianda/the-chronicles-of-a-fool-episode-3-5f31eb91c735
- canonical_url
- https://medium.com/@muliatrianda/the-chronicles-of-a-fool-episode-3-5f31eb91c735
- author_url
- https://medium.com/@muliatrianda
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 22:17:22