Buku
bulan lalu saya telah menyelesaikan beberapa buku berjenis fiksi. novela sedikit tebal karya Haruki Murakami yaitu Tzukuru Tazaki Tanpa…
mbacaBuku

bulan lalu saya telah menyelesaikan beberapa buku berjenis fiksi. novela sedikit tebal karya Haruki Murakami yaitu Tzukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya saya baca sekalian, disela-sela rehat membaca karya Murakami ini, Sang Alkemis karya Paulo Coelho juga selesai saya tamatkan. keduanya adalah buku pinjaman seorang teman yang meminjam beberapa buku juga dari saya.
mungkin hal yang biasa, jika keadaan memungkinkan untuk membaca buku. tapi karena kesibukan pekerjaan dan seolah-olah waktu dua empat jam tidak cukup ahahaha maka buku-buku hanya terletak begitu saja dalam lemari. bahkan dibanding buku yang harus saya selesaikan dengan buku yang belum dibuka sampulnya lebih banyak jumlahnya.
maka bergerak dari rasa dosa menganggurkan buku yang telah dibeli dari sisa tabungan dan gaji bulanan tersebut saya memutuskan untuk menyelesaikan buku-buku tersebut. oiya, sebelum dua buku yang disebutkan tadi, saya juga menamatkan Perpustaan Tengah Malam (Midnight Library) karya Matt Haig, buku yang sudah saya baca entah beberapa bulan yang lalu tapi belum selesai maka saya mengutamankan buku ini dulu.
jika dapat disumpulkan Midnight Library intinya ialah hidup. hidup dengan menggenggam segalanya, bahagia sedih tidak bisa dielakkan. terkesan menceramahi memang tapi ada fakta di sana, fakta bahwa lari dari kehidupan bukanlah jawaban. hidup menuntut kita untuk menjawabnya, meresponnya dan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau terburuk itu berasal dari respon kita. bahkan jika kemungkinan terburuk itu akhirnya kehidupan kita, maka tetap hidup masih tetap jawabannya. sulit memahaminya dengan situasi saya saat itu tapi pelajaran ialah pelajaran. seperti Nora Seed yang setelah berpuluh-puluh kehidupan dicicipinya jawabannya ialah ia harus tetap hidup menerima kehidupan pahitnya juga menelan semua obat-obatannya yang bisa membuat nyawanya hilang tapi tetap saja jawabannya ialah dia harus hidup.
lalu kehidupan Tzukuru Tazaki yang menurutnya tidak berwarna seperti arti namanya menurutku cukup berwarna. hidup dengan memiliki tujuan adalah sebuah keistimewaan bagiku. seperti Santiago yang percaya pada mimpinya lalu meninggalkan gembalaannya demi mengejar mimpinya dengan hanya megikuti pertanda-pertanda dunia.menarik, amat sangat menarik.
sekian celoteh hari ini.
메타데이터
- post_id
- 5f716f31d4f0
- slug
- buku-5f716f31d4f0
- url
- https://medium.com/@siyyin15/buku-5f716f31d4f0
- canonical_url
- https://medium.com/@siyyin15/buku-5f716f31d4f0
- author_url
- https://medium.com/@siyyin15
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 08:43:41