← Back to list

Aku Mulai Menulis, pada Hari yang Paling Biasa

Beberapa orang mulai menulis saat mengalami hal-hal luar biasa dalam hidup, entah baik atau buruk. Tapi hari ini, aku mulai menulis justru…

Tita Ayunimirta Yusuf · 2026-06-18 12:09 · 0 claps · 1.9 min read
#life #usual #ordinary-life #start
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment

Aku Mulai Menulis, pada Hari yang Paling Biasa

Beberapa orang mulai menulis saat mengalami hal-hal luar biasa dalam hidup, entah baik atau buruk. Tapi hari ini, aku mulai menulis justru karena hari-hariku terasa biasa. Rutinitasku hampir selalu sama, berangkat kerja di pagi hari, pulang ke rumah sore hari, lalu melepas lelah dengan merebahkan tubuh, melanjutkan halaman buku yang kubaca dihari sebelumnya atau kupilih buku lain yang belum terbaca di rak, lalu saat bosan aku akan memilih film atau drama yang akan mengantarku tidur malam ini. Terkadang, saat masih ada energi tersisa, aku akan berbenah rumah sambil mendengarkan lagu-lagu favoritku, akhir-akhir ini lagu Gurun Hujan dari Juicy Luicy dan I Knew It, I Knew You dari Taylor Swift jadi juara di playlist “on repeat” ku. Telfon dari orang tua dan adikku juga menjadi agenda wajib hampir tiap malam, kadang kami bahkan tidak mengobrol, hanya memastikan satu sama lain tetap bernafas di ujung telfon.

Tidak ada perasaan dengan kadar berlebih yang mengganggu, tidurku nyenyak dan cukup, pekerjaan dengan target-targetnya yang tidak manusiawi cukup menguras energiku, tapi tidak separah itu untuk mengganggu waktu-waktu istirahatku. Atau, akhir-akhir ini aku cuma cukup tegas membangun jarak batas antara waktu kerja dan waktu pribadiku.

Di antara rutinitas yang berulang itu, bahkan ketika isinya adalah hal-hal yang kusuka seperti baca buku, nonton film, menelfon keluarga dan teman, atau bernyanyi dan menari konyol di dapur sambil cuci piring yang kadang sanggup membuatku merasa seperti bintang utama di MV, melalui tulisan ini, dengan melunakkan egoku, aku ingin mengakui bahwa aku bosan, sunyi dan kesepian.

Jadi, solusi kecil yang kutemui adalah : menulis.

Bukan untuk menjadi siapa-siapa, bukan tulisan yang sebagus itu juga untuk dibaca banyak orang, tapi juga bukan tulisan yang aku ingin cuma berakhir di diary-ku seperti biasanya. Aku menulis ini selain karena bosan dengan rutinitas, juga karena ingin memahami diriku sedikit demi sedikit, dengan mengekspresikannya, dengan membuka ruang beberapa orang membacanya tapi tanpa ekspektasi apapun. Aku seperti sedang menabur bunga kesukaanku di jalan, yang kupetik dari halaman rumah. Orang-orang yang lewat bisa menganggap itu sampah, atau berhenti untuk berkata “hey aku suka bunganya, boleh kubawa pulangkah?”, tapi tujuanku hanya sampai di menabur bunga, karena menyimpannya di halamanku untuk kunikamati sendiri ternyata kadang tidak selalu menyenangkan. Jadi, aku sudah puas dengan itu, aku puas hanya dengan menuliskannya, respon orang lain itu urusan mereka.

Mulai sekarang, tempat ini akan jadi ruang kecil aku menyimpan cerita-ceritaku yang sering terlewat begitu saja. Tentang hari yang tidak istimewa, tapi membentukku. Tentang perasaan yang tidak selalu rapi, tapi nyata.

Tulisan-tulisanku mungkin akan biasa, mungkin isinya cuma masalah tanpa jawaban, bahkan kadang mungkin hanya hal kecil yang di masalah-masalahkan, tapi semoga bisa menjadi waktu dimana aku bisa duduk dengan diriku sebentar, ketika hidup terasa membosankan atau bahkan terlalu cepat.

Jika kamu membaca ini dan merasa hari-harimu juga biasa saja, semoga kamu tidak merasa sendirian. Ambillah bunga kecil ini, dan bawa pulang bersamamu. ((Oh iya aku suka bunga daisy dan bungan matahari yah)). TA


메타데이터
post_id
5f74f8e337a7
slug
aku-mulai-menulis-pada-hari-yang-paling-biasa-5f74f8e337a7
url
https://medium.com/@ayunimirtatita20/aku-mulai-menulis-pada-hari-yang-paling-biasa-5f74f8e337a7
canonical_url
https://medium.com/@ayunimirtatita20/aku-mulai-menulis-pada-hari-yang-paling-biasa-5f74f8e337a7
author_url
https://medium.com/@ayunimirtatita20
status
ok
fetched_at
2026-07-09 22:34:41