← Back to list

Waktu yang Tepat untuk S2

Sebenarnya, yang paling tahu kapan waktu yang tepat itu ya diri kita sendiri. Mau seribu influencer TikTok bilang harus kerja dulu atau…

Azrul Afrillana · 2026-01-06 13:10 · 0 claps · 2.5 min read
#s2 #kampus #dunia-kampus
Open on Medium ↗
Wiki topics: SOC · Social Media 🎙️ · Creator Economy

Waktu yang Tepat untuk S2

Sebenarnya, yang paling tahu kapan waktu yang tepat itu ya diri kita sendiri. Mau seribu influencer TikTok bilang harus kerja dulu atau langsung S2 kalau mau jadi akademisi, ujung-ujungnya semua balik ke kita.

Selama ada kesempatan — baik dari sisi waktu, biaya, dan proposal riset (kalau bisa) — ya daftar saja. Mau dananya dari orang tua atau beasiswa, bebas. Mau alasannya karena belum dapat kerja atau sekadar pengalihan patah hati, juga nggak masalah. Kalau hati sudah yakin, gas. Jadi, kata “tepat” itu bukan kata orang, tapi definisikan versi kita sendiri.

Tapi, bukan berarti harus tutup telinga atas saran orang lain. Di sini saya memberikan beberapa waktu yang menurut keyakinan saya tepat untuk lanjut studi dengan beberapa skenario sebagai bahan pertimbangan. Dengan asumsi kondisinya ideal mulai dari waktu, uang, dan proposal riset semua siap. (Catat: “Menurut Keyakinan Saya”)

Langsung Setelah Lulus S1

Saya sendiri masuk skenario pertama. Alhamdulillah waktu yang tepat itu datang lebih cepat. Dari urusan biaya, fokus studi, sampai proposal riset, semuanya memang sudah saya persiapkan. Di tengah studi juga cukup beruntung bisa dapat beasiswa, tapi itu cerita lain.

Balik ke topik, kita sering dengar kalau langsung lanjut S2 setelah S1 itu cuma buat yang mau jadi akademisi. Ada benarnya, tapi belum lengkap. Soalnya, lanjut S2 juga bisa jadi strategi buat ngejar persyaratan usia di beberapa institusi — yang kita tahu sendiri, di Indonesia cukup ketat.

Contohnya, PCPM BI dan PCP LPS maksimal usia S2 itu 28 tahun, ODP BSI 26 tahun, sementara PCAM OJK agak lebih longgar di 33 tahun. Jadi selain jalur akademik, alasan lanjut S2 juga karena ingin membuka peluang ke institusi-institusi yang cukup prestisius.

Apalagi buat yang lintas jurusan seperti saya. S1 saya tidak masuk kriteria beberapa institusi itu, jadi ijazah S2 ini sangat membantu. Ditambah lagi soal umur. Dengan asumsi lulus S2 di usia 24 tahun, saya masih punya sekitar 4 kali kesempatan daftar OJK dan LPS, 2 kali ODP BSI, dan bahkan sampai 9 kali di OJK.

Jadi, buat saya, ijazah S2 itu ibarat memperpanjang napas — bukan cuma soal gelar, tapi soal membuka lebih banyak opsi ke depan.

Kerja Sebentar terus Lanjut S2

Iya betul kerja sebentar saja— yang penting sudah ngerasain dunia kerja. Tapi “sebentar” di sini lebih relevan buat mereka yang pekerjaannya kurang berkaitan dengan program studi yang mau diambil.

Saran “kerja dulu” itu benar, nggak ada yang salah. Tapi menurut keyakinan saya, tetap perlu dilihat seberapa linear kerjaan tersebut dengan jurusan yang dituju. Kalau linier, justru sangat membantu.

Contohnya, saya ambil Ekonomi Islam. Di kelas, ada beberapa teman yang sebelumnya atau masih kerja di bank syariah. Itu kelihatan banget bedanya, karena pengalaman kerja mereka nyambung langsung sama materi kuliah.

Nah, kalau kerjaannya nggak linier, mungkin perlu dipikirkan lagi mau berapa lama di situ. Ini balik lagi ke isu timeline dan batas usia di beberapa institusi yang tadi saya bahas.

Memang kalau mau ambil manajemen, hampir semua pengalaman kerja masih relevan. Tapi ini konteksnya buat jurusan-jurusan yang cukup spesifik. Dan sekali lagi, ini dalam kondisi ideal. Jadi tidak menerima debat “tapi kan, tapi kan”.

S2 Kalau Mau atau Butuh

Skenario terakhir ini buat yang kariernya sudah benar-benar settle. Nggak dikejar usia, nggak kejar syarat ini-itu. Di kelas kami juga ada beberapa teman yang posisinya seperti ini — karier sudah oke, penghasilan stabil, kerja di BUMN. Kalau sudah di titik ini, lanjut S2 kapan saja juga aman. Jadi ini skenario paling simpel, nggak perlu dipanjang-panjang.

Penutup

Jadi, nggak ada istilah terlalu cepat atau terlalu telat. Setiap orang punya definisi “tepat” versi masing-masing. Di kelas kami juga mahasiswanya beragam — ada yang masih muda lewat jalur fast track, ada yang di usia 25-an, bahkan ada juga yang sudah jadi orang tua di umur 30+.

Intinya, nggak perlu merasa ketinggalan atau buru-buru. Santai saja. Kampus juga masih buka. Selanjutnya mungkin saya akan bahas soal cara milih kampus (tapi kalau lagi mood).


메타데이터
post_id
5fa053c6f39d
slug
waktu-yang-tepat-untuk-s2-5fa053c6f39d
url
https://medium.com/@azrulafril21/waktu-yang-tepat-untuk-s2-5fa053c6f39d
canonical_url
https://medium.com/@azrulafril21/waktu-yang-tepat-untuk-s2-5fa053c6f39d
author_url
https://medium.com/@azrulafril21
status
ok
fetched_at
2026-06-23 07:05:20