Ada suatu yang sering kita lupa: Pentingnya kebijaksanaan dan kesadaran situasional
Syahdan, dua ekor gajah tengah bertarung di belantara rimba. Gemuruh benturan keduanya membuat seluruh penghuni hutan diliputi gamang dan…
Ada suatu yang sering kita lupa: Pentingnya kebijaksanaan dan kesadaran situasional

Syahdan, dua ekor gajah tengah bertarung di belantara rimba. Gemuruh benturan keduanya membuat seluruh penghuni hutan diliputi gamang dan ketakutan. Di tengah kedahsyatan itu, seekor pelanduk merasa tak sanggup hanya berdiam diri. Entah hendak melerai, entah sekadar ikut terlibat dalam pertarungan yang bukan miliknya.
Namun pelanduk kecil itu akhirnya mati sia-sia — terinjak oleh dua gajah yang terus saling berperang tanpa pernah menyadari kehadirannya.
Kita sering memuliakan keberanian tanpa cukup membicarakan kebijaksanaan membaca medan. Dalam banyak tradisi, pelanduk adalah simbol kecerdikan. Namun kecerdikan berbeda dengan kesadaran situasional. Ada saat di mana keberanian menjadi kebodohan yang berpakaian idealisme.
Secara politik dan sosial, kisah ini sering terjadi. Dua kekuatan besar bertarung — negara, elite, organisasi, ideologi, bahkan dua kelompok budaya — lalu rakyat kecil masuk ke tengah dengan keyakinan bahwa dirinya bisa meluruskan keadaan. Yang terjadi sering bukan perubahan, melainkan korban tambahan.
Lihat sejarah. Banyak kaum muda idealis mati bukan karena gagasannya salah, melainkan karena salah membaca struktur kuasa. Mereka masuk ke arena yang dikendalikan kekuatan jauh lebih besar daripada kapasitas mereka. Ini disebut ketimpangan daya simbolik dan material: niat baik tidak otomatis memiliki daya efektif.
Namun ada lapisan lain yang lebih getir.
Kadang pelanduk masuk bukan demi menyelamatkan siapa pun, tetapi karena tak tahan melihat dirinya tidak terlibat. Ada ego tersembunyi dalam sebagian tindakan moral: kebutuhan untuk merasa menjadi tokoh penentu. Psikologi menyebut ini sebagai “hero complex.” Kita merasa bersalah jika tidak turun tangan, seolah seluruh dunia menunggu kita menjadi penyelamat.
Padahal dalam filsafat Timur, khususnya Taoisme, ada kebijaksanaan tentang mengenali arus. Tidak semua kekacauan harus ditabrak. Kadang tindakan paling matang justru adalah bertahan hidup, menjaga jarak, menyusun kekuatan, atau mencari jalan lain yang lebih sunyi namun efektif.
Ini bukan ajaran untuk menjadi pengecut. Ini tentang proporsi diri.
Dalam dunia wayang pun, tidak semua punakawan masuk ke gelanggang perang utama. Ada yang bekerja melalui nasihat, humor, strategi, bahkan menunggu momentum. Semar jarang tampil sebagai ksatria penghunus senjata, tetapi pengaruhnya jauh lebih dalam daripada banyak pendekar yang mati di medan laga.
Ada ironi tragis di sini: kita sering lebih mudah mengagumi kematian heroik daripada ketahanan hidup yang sunyi.
Padahal yang menjaga peradaban sering bukan mereka yang mati terinjak di tengah perang raksasa, melainkan mereka yang mampu membaca zaman, menyelamatkan pengetahuan, menjaga api kecil tetap menyala ketika para gajah saling menghancurkan.
Mungkin yang sering kita lupa bukan sekadar bahwa pelanduk bisa mati. Melainkan bahwa dunia tidak otomatis menjadi lebih baik hanya karena kita ikut masuk ke tengah pertarungan.
Ketika dua gajah bertarung, pelanduk sering lupa menimbang: apakah ia sungguh digerakkan keberanian, atau sekadar hasrat untuk merasa berarti di hadapan sejarah. Sebab tidak semua pertarungan menunggu kita untuk masuk ke dalamnya; ada kalanya kebijaksanaan justru lahir dari kemampuan membaca jarak, menyadari batas, dan menerima bahwa tidak semua peperangan membutuhkan kehadiran kita.
Jumah Wage
Y.B.Prasetiyo
메타데이터
- post_id
- 5fa5392bd34b
- slug
- ada-suatu-yang-sering-kita-lupa-pentingnya-kebijaksanaan-dan-kesadaran-situasional-5fa5392bd34b
- url
- https://medium.com/@ybprasetiyoo/ada-suatu-yang-sering-kita-lupa-pentingnya-kebijaksanaan-dan-kesadaran-situasional-5fa5392bd34b
- canonical_url
- https://medium.com/@ybprasetiyoo/ada-suatu-yang-sering-kita-lupa-pentingnya-kebijaksanaan-dan-kesadaran-situasional-5fa5392bd34b
- author_url
- https://medium.com/@ybprasetiyoo
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-26 17:10:58