Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus 081395240292
Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus
Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus 081395240292
Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus

Nama : Ibu Kartati
Memasuki usia 75 tahun, Ibu Kartati masih dapat dikatakan segar dan kuat. Ibunda dari Ibu Fulia (Salah seorang SSP), ibu dari 5 anak dan 16 cucu ini masih aktif mengikuti senam Diabetes, arisan keluarga dan sesekali menghadiri acara forum kesehatan yang diadakan PT. Luxor Inma. “Senang melihat kemajuan kesehatan Mama yang konstan”, demikian penuturan Ibu Fulia saat menceritakan kembali riwayat kesehatan Ibunda tercinta.
Mama mengidap Diabetes sudah 38 tahun ditambah lagi kolesterol cukup tinggi. Mungkin hampir sama dengan para penderita Diabetes yang lainnya, saya sebagai anakpun khawatir terjadi komplikasi pada mama, untungnya Mama cukup disiplin dalam mengatur makanan. Jika sewaktu-waktu Mama lalai atau lupa maka saya yang bertugas mengingatkan untuk tetap disiplin menjaga makanannya. Hasilnya sampai saat ini Alhamdulilah Mama tidak mengalami komplikasi. Hasil dari disiplin dietnya dan kontrol gula darah 1 x dalam sebulan gula darah mama meski tinggi namun tidak pernah lebih dari 200–210 mg/dl (pemeriksaan dilakukan setelah 2 jam puasa). Sedangkan kolesterol berkisar antara 200–220 mg/dl. Pengalaman ini mengajarkan dan menyadarkan saya bahwa pola makan berpengaruh besar bagi kesehatan penderita.
Upaya menurunkan gula darah Mama agar dibawah 200 juga diusahakan oleh Mama, meskipun diabetes tidak dapat sembuh secara total paling tidak saya dapat meningkatkan kualitas kesehatan Mama, lanjut Ibu Fulia. Seperti sudah diatur oleh-Nya suatu ketika saya memberikan kepada Mama Spirulina 15 tablet /hari, Jeli Gamat 3 x 2 sdm/hari, Vitaluxor 2 x 1 softgel/hari. Setelah 4 bulan rutin minum, “Badanku jadi lebih kuat, sehingga aku ada rasa PeDe” begitu kata Mama. Sewaktu check gula darah terakhir 2 jam setelah puasa berkisar antara 130–150 mg/dl. Sampai sekarang Mama masih rutin minum. Semoga testimoni ini dapat bermanfaat terutama bagi sesama penderita Diabetes. Terimakasih
Dikutip dari Buku Citra Luxor Edisi ke 3 (Oktober-Desember 2004)
Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus

NAMA :HJ. LIANIWATI
ASAL : PAMEKASAN, MADURA
KELUHAN : DIABETES MELITUS
Saya Lianiwati, seorang wirausaha di kota Pamekasan Madura. Lima belas tahun lalu saya menderita diabetes, tepat nya sejak tahun 1995. Hampir setiap bulan saya berobat ke Dokter , rata-rata gula darah nya adalah 250 mg/dl. Karena saya sering mengkonsumsi obat-obatan kimia maka ini berdampak pada lambung saya juga, saya didiagnosa menderita maag kronis. Saat sakit badan terasa lemah, saya tidak dapat menjalankan pekerjaan saya seperti biasa.
Pada tahun 2010 saya menjalani operasi usus buntu, karena saya menderita diabetes, maka luka operasi tersebut tidak kunjung sembuh. Kemudian salah seorang kerabat saya memperkenalkan produk Luxor Jeli Gamat. Satu bulan saya konsumsi Jeli Gamat, luka operasi sudah mulai sembuh dan maag saya sudah tidak kumat lagi, kadar gula darah saya berangsur normal. Sampai saat ini saya masi terus mengkonsumsi Jeli Gamat 2 x 1 sendok makan dan 10 butir Spirulina Pacifica setiap hari. Jeli Gamat dan Spirulina dari Luxor benar-benar memberikan manfaat kesembuhan bagi saya.
Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus
KELUHAN : DIABETES DAN KOMPLIKASI
Nama : Hartoto
Asal : Depok (Jawa Barat)
SEBELUM MINUM OBAT HERBAL DIABETES MELITUS DAN KOMPLIKASI JELLY GAMAT DAN SPIRULINA PACIFICA
Gula darah saya pernah mencapai 496 sekitar 5 tahun yang lalu ujar Bp. Hartoto asal Depok, Jawa Barat. Riwayat gula darah yang tinggi membuat saya waspada dan berusaha menjaga kondisi kesehatan. Namun malang tak dapat ditolak, tahun 2008 secara tidak sengaja saya mengalami kecelakaan kecil, luka di kaki yang kemudian berakibat besar. Semula luka hanya dibersihkan dengan alkohol dan ditutup dengan kasa. Saya mengira dalam 1–3 hari luka pasti kering dengan sendirinya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ternyata yang terjadi justru sebaliknya luka tak juga kering bahkan menghitam dan semakin besar. Luka yang terakhir sepanjang 6 cm, akhirnya berlarut-larut tak juga kering.
SESUDAH MINUM OBAT HERBAL DIABETES MELITUS DAN KOMPLIKASI JELLY GAMAT LUXOR DAN SPIRULINA PACIFICA
Obat oral diabetes saya minum teratur demi menjaga agar gula darah tidak terus meningkat. Namun luka masih jauh dari kering dan semakin melebar. Salah seorang kerabat menawarkan mengkonsumsi Jeli Gamat, Spirulina Pacifica, Extar C Plus dan vitaluxor. Selain dikonsumsi, saya membuat percobaan sendiri di mana Jeli Gamat sebanyak 2 sdm dan 3 butir Spirulina Pacifica dihancurkan dan diaduk rata saya oleskan diatas luka ini. Hasilnya, dalam waktu 3 hari luka mulai mengering dan satu minggu berselang luka kering sempurna. Untuk mengupayakan agar gula darah stabil saya mengkombinasikan dengan pola makan yang banyak serat. Hasilnya saya masih aktif bekerja dengan kesehatan yang terjaga dengan baik.
Testimoni Jelly Gamat Luxor dan Spirulina Pacifica Untuk Penyakit Diabetes Melitus dan Komplikasi Secara Alami

KELUHAN : DIABETES MELLITUS DAN KOMPLIKASI
Nama : A. M. Yuniar
“Hidup itu anugerah, saya bersyukur atas semua yang dialami, termasuk perjalanan hidup kami ketika istri menderita Diabetes thun 2003, disusul dengan Hipertensi dan Gagal Ginjal di tahun 2008”, ujar Bpk. JB Susanto sang suami. Diabetes menggerogoti tubuh Yuniar hingga puncaknya terjadi pada pertengahan Oktober 2008. Gula darah mencapai 600mg/dl dan tekanan darah 220/120, hasil CT Scan menunjukan ibu mengalami stroke dengan pecah pembuluh darah di otak. Efeknya bicara menjadi tidak jelas, ia pun mengalami kemunduran ingatan.
Rawat inap selama 5 bulan di RS di daerah Ps. Rebo, Jakrta Timur seolah menjadi saksi bisu perjuangan hidup Yuniar. Kondisinya menurut dokter sudah kritis, usianya pada waktu itu 55 tahun, tubuhnya terlihat kurus dengan bobot 38 kg. Ia tidak bisa menelan makanan sehingga asupan makanan dimasukan melalui selang. Keputusan dokter pada waktu itu bukan tanpa alasan karena hasil pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal telah melesat jauh diatas normal untuk Ureum 307mg/dl dan Kreatini 4.88mg/dl (nilai Normal : Ureum 15–45mg/dl dan Kreatinin 0.6–1.1 mg/dl). Yuniar sangat tegar ketika ia harus menjalani cuci darah 2 kali dalam seminggu, juga ketika ia harus berpantang makanan demi menjaga agar gula darahnya tidak melonjak naik.
Tepat di awal Maret 2009 salah seorang keluarga memberikan suplemen Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica. Niat awal kami pada waktu itu adalah segala cara yang aman bolah kami coba termasuk mengkonsumsi suplemen dari Luxor karena ini bukanlah obat dan tidak menambah berat beban ginjal. Jeli Gamat 2x1 sdm/ hari saya sediakan untuk ibu dan Spirulina Pacifica ternyata membuat kondisi tubuhnya semakin baik, berat badannya kini 52 kg. Berselang 3 bulan setelah mengkonsumsi kedua makanan kesehatan ini fungsi ginjal mulai membaik, hasil Lab. untuk Ureum 82mg/dl dan Kreatinin 1.7mg/dl. Melihat kemajuan ini cuci darah yang semula 2 kali dalam seminggu berkurang menjadi 1 kali dalam sebulan. Gula darah sewaktu itu pun mendekati normal berkisar diantara 115–150 mg/dl dan tekanan darah 130/90.
“Kini sudah setahun lebih ibu tidak lagi menjalani cuci darah, ibu mengalami kemajuan kesehatan yang luar biasa”, ujar Bpk. JB Susanto mengutip ucapan dokter yang merawat sang istri. Buah ketekunan Bpk. JB Susanto merawat sang istri tercinta serta kebesaran Tuhan membuat Yuniar kembali pulih di tengah keluarga besar tercinta.
Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus

KELUHAN : DIABETES MELLITUS DAN KOMPLIKASI
Nama : Jully Suwanda
Asal : Jakarta
“Jika dibandingkan dengan 4 tahun yang lalu, kondisi kesehatan saya sudah jauh lebih baik”, ujar Ibu Jully Suwanda saat menuturkan pengalaman hidupnya bersama Diabetes Mellitus. Pada waktu itu gula darah puasa 300mg/dl, 2 jam PP 360mg/dl, setahun kemudian dari pemeriksaan Lab. diketahui bahwa saya mengalami Komplikasi DM yaitu kebocoran ginjal dan masalah jantung, lanjutnya. Selain mengkonsumsi obat-obatan DM saya juga harus menelan obat penurun kolesterol karena trigliserida mencapai 516 mg/dl dan kolesterol total 300 mg/dl. Pilihan berobat ke luar negeri akhirnya disepakati oleh seluruh anggota keluarga dengan harapan bahwa membawa kemajuan yang lebih baik, sambung Ibu Jully yang berdomisili di Jakarta Barat. Seraya diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat lambat laun gula darah dan kolesterol mulai membaik. Namun kemajuan yang lebih nyata justru baru terjadi setahun yang lalu sejak saya mengkonsumsi Jelly Gamat dan Spirulina Pacifica. Dalam kurun waktu 6 bulan secara teratur saya mengkonsumsi Jelly Gamat 2 sdm/hari, Spirulina Pacifca 2 x 5 tablet/hari, Vitaluxor 1 x 1 softgel/hari dan Extar C Plus 1 x 1 tablet/hari hasilnya gula darah saya stabil sbb: Gula Darah Puasa 110mg/dl, 2 jam PP 165mg/dl. Berbagai jenis obat DM dan kolesterol yang dulu wajib saya konsumsi, perlahan tapi pasti dosisnya mulai berkurang dan setahun berlalu saya dapat hidup sehat tanpa mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Secara fisik sayapun merasa jauh lebih sehat dan kuat. Saya yakin, meskipun secara medis penyakit DM tidak dapat disembuhkan namun kita dapat berupaya untuk mengontrol gula darah sekaligus menikmati hidup sehat dan bahagia.
Dikutip dari Citra Luxor Edisi 15
Mengenal Penyakit Diabetes Melitus dan Testimoni Jelly Gamat dan Spirulina Pacifica Untuk Diabetes Melitus
Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.
Jenis-jenis Diabetes
Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90–95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.
Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.
Gejala Diabetes
Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
- Sering merasa haus.
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
- Sering merasa sangat lapar.
- Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Berkurangnya massa otot.
- Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
- Lemas.
- Pandangan kabur.
- Luka yang sulit sembuh.
- Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
Beberapa gejala juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:
- Mulut kering.
- Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
- Gatal-gatal.
- Disfungsi ereksi atau impotensi.
- Mudah tersinggung.
- Mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
- Munculnya bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.
Beberapa orang dapat mengalami kondisi prediabetes, yaitu kondisi ketika glukosa dalam darah di atas normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Seseorang yang menderita prediabetes dapat menderita diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.
Faktor Risiko Diabetes
Seseorang akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:
- Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.
- Menderita infeksi virus.
- Orang berkulit putih diduga lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain.
- Bepergian ke daerah yang jauh dari khatulistiwa (ekuator).
- Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4–7 tahun dan 10–14 tahun, walaupun diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun.
Sedangkan pada kasus diabetes tipe 2, seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:
- Kelebihan berat badan.
- Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2.
- Kurang aktif. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Kurang aktif beraktivitas fisik menyebabkan seseorang lebih mudah terkena diabetes tipe 2.
- Usia. Risiko terjadinya diabetes tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia.
- Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoportein) yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2.
Khusus pada wanita, ibu hamil yang menderita diabetes gestasional dapat lebih mudah mengalami diabetes tipe 2. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat penyakit polycystic ovarian syndrome (PCOS) juga lebih mudah mengalami diabetes tipe 2.
Diagnosis Diabetes
Gejala diabetes biasanya berkembang secara bertahap, kecuali diabetes tipe 1 yang gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Dikarenakan diabetes seringkali tidak terdiagnosis pada awal kemunculannya, maka orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin. Di antaranya adalah:
- Orang yang berusia di atas 45 tahun.
- Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil.
- Orang yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas 25.
- Orang yang sudah didiagnosis menderita prediabetes.
Tes gula darah merupakan pemeriksaan yang mutlak akan dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2. Hasil pengukuran gula darah akan menunjukkan apakah seseorang menderita diabetes atau tidak. Dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode tertentu. Metode tes gula darah yang dapat dijalani oleh pasien, antara lain:
- Tes gula darah sewaktu. Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak memerlukan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
- Tes gula darah puasa. Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada saat pasien berpuasa. Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam, kemudian menjalani pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes gula darah puasa di antara 100–125 mg/dL menunjukkan pasien menderita prediabetes. Sedangkan hasil tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
- Tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan dengan meminta pasien untuk berpuasa selama semalam terlebih dahulu. Pasien kemudian akan menjalani pengukuran tes gula darah puasa. Setelah tes tersebut dilakukan, pasien akan diminta meminum larutan gula khusus. Kemudian sampel gula darah akan diambil kembali setelah 2 jam minum larutan gula. Hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes tes toleransi glukosa dengan kadar gula antara 140–199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
- Tes HbA1C (glycated haemoglobin test). Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2–3 bulan ke belakang. Tes ini akan mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin, yaitu protein yang berfungsi membawa oksigen dalam darah. Dalam tes HbA1C, pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu. Hasil tes HbA1C di bawah 5,7 % merupakan kondisi normal. Hasil tes HbA1C di antara 5,7–6,4% menunjukkan pasien mengalami kondisi prediabetes. Hasil tes HbA1C di atas 6,5% menunjukkan pasien menderita diabetes.
Hasil dari tes gula darah akan diperiksa oleh dokter dan diinformasikan kepada pasien. Jika pasien didiagnosis menderita diabetes, dokter akan merencanakan langkah-langkah pengobatan yang akan dijalani. Khusus bagi pasien yang dicurigai menderita diabetes tipe 1, dokter akan merekomendasikan tes autoantibodi untuk memastikan apakah pasien memiliki antibodi yang merusak jaringan tubuh, termasuk pankreas.
Pengobatan Diabetes
Pasien diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Pasien diabetes dan keluarganya dapat berkonsultasi dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan sehari-hari.
Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien diabetes dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10–30 menit tiap hari. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas fisik yang sesuai.
Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Insulin tambahan tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta memberitahu cara menyuntiknya.
Pada kasus diabetes tipe 1 yang berat, dokter dapat merekomendasikan operasi pencangkokan (transplantasi) pankreas untuk mengganti pankreas yang mengalami kerusakan. Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani operasi tersebut tidak lagi memerlukan terapi insulin, namun harus mengonsumsi obat imunosupresif secara rutin.
Pada pasien diabetes tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah metformin, obat minum yang berfungsi untuk menurunkan produksi glukosa dari hati. Selain itu, obat diabetes lain yang bekerja dengan cara menjaga kadar glukosa dalam darah agar tidak terlalu tinggi setelah pasien makan, juga dapat diberikan.
Pasien diabetes harus mengontrol gula darahnya secara disiplin melalui pola makan sehat agar gula darah tidak mengalami kenaikan hingga di atas normal. Selain mengontrol kadar glukosa, pasien dengan kondisi ini juga akan diaturkan jadwal untuk menjalani tes HbA1C guna memantau kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir.
Komplikasi Diabetes
Sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat diabetes tipe 1 dan 2 adalah:
- Penyakit jantung
- Stroke
- Gagal ginjal kronis
- Neuropati diabetik
- Gangguan penglihatan
- Depresi
- Demensia
- Gangguan pendengaran
- Luka dan infeksi pada kaki yang sulit sembuh
- Kerusakan kulit akibat infeksi bakteri dan jamur
Diabetes akibat kehamilan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu hamil dan bayi. Contoh komplikasi pada ibu hamil adalah preeklamsia. Sedangkan contoh komplikasi yang dapat muncul pada bayi adalah:
- Kelebihan berat badan saat lahir.
- Kelahiran prematur.
- Gula darah rendah (hipoglikemia).
- Keguguran.
- Penyakit kuning.
- Meningkatnya risiko menderita diabetes tipe 2 pada saat bayi sudah menjadi dewasa.
Pencegahan Diabetes
Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah karena pemicunya belum diketahui. Sedangkan, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional dapat dicegah, yaitu dengan pola hidup sehat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes, di antaranya adalah:
- Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat.
- Menjaga berat badan ideal.
- Rutin berolahraga.
- Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam setahun.
TESTIMONI JELLY GAMAT DAN SPIRULINA PACIFICA LUXOR UNTUK PENYAKIT LUKA DIABETES MELITUS
[embed]
PEMBELIAN PENJUALAN DAN PEMESANAN OBAT HERBAL JELLY GAMAT LUXOR DAN SPIRULINA PACIFICA UNTUK LUKA DIABETES MELITUS DAN KOMPLIKASI SILAHKAN HUBUNGI :
JENAL SOBARI : WA / SMS 081395240292
Adapun Harga Jelly Gamat Luxor dan Spirulina Pacifica :
- 1 btl Jelly Gamat Luxor isi 350 Ml Rp. 250.000,-
- 1 btl Spirulina Pacifica isi 200 tablet Rp. 250.000,-
- 1 btl Vitaluxor isi 30 tablet Rp. 200.000,-
Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus yang Sudah terbukti Ampuh Secara Alami

JELI GAMAT merupakan MAKANAN SEHAT ABAD 21
GAMAT — HALAL — Terregistrasi di Badan POM Indonesia (POM TI 074.625.481)
Jeli Gamat adalah ramuan sari teripang jenis “Stichous-Hermanii” yang diproses secara alami sehingga cocok digunakan untuk pencegahan maupun perawatan masalah kesehatan baik luar atau dalam tubuh.
Kandungan Zat Gizi Jeli Gamat :
-
PROTEIN : Sebagai membran sel, pembentuk rambut dan kuku, bekerja sebagai enzim pembentuk anti bodi.
-
MUCOPOLYSACHARIDE : Menjaga fungsi normal jaringan dan organ, berperan dalam pemulihan dari sakit dan anti inflamasi. Digunakan juga untuk menurunkan resiko terkena atheresoklerosis, hiperlipoproteinemia, sebagai bahan pembentuk tulang rawan dan mencegah terjadinya persendian. Mengkonsumsi jeli gamat secara teratur akan membantu meringankan masalah / gangguan rematik / persendian.
-
OMEGA 3: Memelihara kesehatan jantung, pembuluh darah dan sistem sirkulasi darah. Diperlukan juga khususnya untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak.
-
MINERAL : Sebagai zat pengatur dan pembangun. Mengontrol gula darah, metabolisme karbohidrat, lipid dan asam nukleat. Mengatasi resistensi insulin pada penderita Diabetes (type 2).
-
CELL GROWTH FACTOR : Menstimulus regenersi sel, memperbaiki atau meremajakan tekstur kulit dan mempercepat penyembuhan luka. Alternatif untuk mencegah kanker maupun sebagai antiseptic alamiah.
Keunggulan Jeli Gamat LUXOR :
- Konsentrasi ekstrak Gamat 34%
- Species terbaik sticopus hermanii
- Harga jual yang kompetitif
- Testimonial pendukung yang dapat dipercaya
- Didukung oleh perusahaan besar yang berkomitmen terhadap pembudidayaan dan penelitian teripang
Kegunaan Jeli Gamat untuk Manusia :
Untuk peremajaan atau regenerasi sel. Secara umum Jeli Gamat dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memulihkan kondisi tubuh dari penyakit degeneratif.
Jeli Gamat paling tepat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan / penyakit apa : Penderita penyakit degeneratif (penyakit yang disebabkan karena penurunan fungsi organ).
Peranan Zat Gizi Jeli Gamat :
Kolagen:
- Membantu pertumbuhan jaringan kulit, otot dan tulang
- Menghambat penuaan dini, mempercantik kulit
- Meringankan keluhan pada luka lambung
- Melegakan sakit Maag
- Meningkatkan imunitas tubuh
- Mempercepat penyembuhan luka
- Baik untuk paru-paru
Mucopolysacarida :
- Membantu pemulihan dan anti inflamsi / peradangan
- Menurunkan resiko artherosklerosis
- Meredakan sakit pada persendian
- Baik untuk peredaran darah
- Menenangkan pikiran
Chondrotin dan Glukosamin (GaGS) :
- Memperbaiki jaringan tulang rawan yang rusak
- Meringankan keluhan penderita radang sendi dan pengapuran
- Merangsang pembentukan cairan sinoval
- Mencegah pembekuan darah dalam saluran darah
- Meningkatkan Insulin
Omega 3 :
- Menurunkan kolesterol jahat LDL, menaikan kolesterol baik HDl
- Mengurangi kekentalan darah
- Mencegah terjadinya penggumpalan darah
- Menurunkan resiko terjadinya gangguan kardiovaskular
- Melindungi jantung
Mineral :
- Besi / Fe : Membantu pembentukan sel darah merah
- Zink / Zn : Berperan dalam produksi insulin dan sperma
- Magnesium / Mg : Membantu kerja sistem saraf dan fungsi jantung
- Cromium / Cr : Meningkatkan kualitas fungsi insulin untuk menjaga kadar gula darah
- Selenium / Se : Antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh
Bio Active Element / CFG :
- Menstimulus proses regenerasi atau peremajaan sel dan berperan untuk mempercepat penyembuhan luka. Anti tumor serta pencegah bakteri, virus dan kuman.
Siapa saja yang boleh minum Jeli Gamat :
Jeli gamat dapat dikonsumsi oleh semua golongan usia dewasa maupun anak-anak.
Gamat sesuai untuk semua Individu yang mementingkan kesehatannya, khususnya :
- Masalah kulit
- Masalah sistem pencernaan
- Masalah dalam perut
- Sakit sendi / urat
- Ibu bersalin / melahirkan
- Setelah operasi / pembedahan
- Penyakit kronis seperti kencing manis, darah tinggi, jantung dll.
- Pemberian Dosis / Takaran atau Cara Minum Jeli Gamat Luxor :
- Bayi dibawah 1 Tahun : 1–2 sendok teh/hari
- Balita dan anak-anak : 1–2 sendok makan/hari
- Dewasa : 3x1 sendok makan/hari
- Lansia / dewasa dengan keluhan penyakit : 3x2–3x3 sendok/hari
Apakah saat ini masih mengkonsumsi obat dokter? Apakah dapat mengkonsumsi Jeli Gamat secara bersamaan?
Ya. Jeli Gamat tetap dapat diminum pada saat seseorang sedang dalam perawatan dokter / minum obat dokter. Jeli Gamat dapat diminum sebelum makan atau 1 jam setelah makan atau sebelum minum obat dokter. Jeli Gamat adalah makanan sehat yang tidak berefek buruk bagi kesehatan apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat dokter.
Adakah efek samping dari mengkonsumsi Jeli Gamat??
Secara umum Jeli Gamat tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. Namun untuk anda yang sensitif terhadap makanan laut disarankan untuk mencoba Jeli Gamat dengan dosis yang rendah dahulu yaitu 1 sendok teh / hari. Perhatikan respon yang terjadi, jika tidak terjadi keluhan seperti gatal / kemerahan pada kulit, konsumsi Jeli Gamat dapat diteruskan dan dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan yang disarankan.
Bagaimana cara penyimpanan Jeli Gamat supaya tidak mudah rusak / asam?
Jeli Gamat yang berbentuk cairan sangat rentan terhadap panas atau cahaya matahari. Oleh karena itu disarankan untuk menyimpannya di dalam lemari es atau di tempat yang teduh/sejuk dan tidak terkena matahari secara langsung. Cara konsumsi yang benar juga akan memperpanjang masa simpan Jeli Gamat. Disarankan untuk mengkonsumsi Jeli Gamat dengan menggunakan sendok (jangan diminum langsung dari botolnya). Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kontak antara mulut / daerah sekitar mulut yang mungkin terdapat kuman, bakteri, jamur dengan Jeli Gamat.
Apakah Jeli Gamat juga dapat digunakan sebagai tropical / obat oles apabila terluka?
Jeli Gamat (oral) dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk dioleskan pada bagian tubuh yang terluka apabila seseorang mengalami kecelakaan seperti terkena api atau minyak panas. Kami menyediakan Gamat Gel yang digunakan sebagai tropical / dioleskan di bagian luar tubuh namun dapat juga digunakan untuk mengatasi sariawan atau luka pada daerah genital / kelamin dan luka gangrene diabates. Gamat Gel akan mempercepat proses pengeringan luka, menghilangkan bau tak sedap pada luka diabetes dan membantu memulihkan luka setelah bersalin. Konsumsi Jeli Gamat sekaligus menggunkana Gamat Gel akan membantu / mempercepat pemulihan luka.
Bolehkah meminum Jeli Gamat dengan mencampurnya dengan Jus buah atau air?
Jely Gamat dapat diminum langsung atau dicampur dengan jus buah, air putih biasa (tidak panas). Rasa dan aroma Jely Gamat adalah netral dan tidak berbau menyengat.
Bagaimana efek samping yang terjadi pabila konsumsi Jeli Gamat lebih tinggi daripada dosis yang disarankan?
Bahan dasar dari Jeli Gamat adalah ekstrak Teripang, tanpa penambahan bahan kimiawi yang membahayakan. Seperti yang telah diulas diatas teripang adalah makanan yang kerapkali dikonsumsi secara langsung baik oleh bangsa Melayu maupun China sebagai makanan yang kaya gizi. Konsumsi Jely Gamat lebih dari yang disarankan secara umum tidak membahayakan dan tidak ada efek samping. Namun meskipun demikian konsumsi Jely Gamat yang sesuai dengan kebutuhan tetap kami sarankan.
Jeli Gamat dapat dipakai sebagai suplemen oral ataupun dioleskan pada kulit untuk membantu penyembuhan luka, perawatan kulit atau wajah, mengembalikan kelembaban dan elastisitas kulit terutama bagi wanita menopause.
Testimoni Jelly Gamat Untuk Luka Diabetes Melitus

Spirulina Pacifica — Badan POM Indonesia : TI. 0754.525381 (BOTOL)
Spirulina dikenal dengan nama alga hijau biru, warna ini merupakan pigmen alami yang dimiliki Spirulina. Warna hijau (Chrolophill) mudah ditemukan pada jenis tumbuhan lain, namun warna biru (Phycocianin) sulit ditemukan pada jenis tumbuhan lainnya. Spirulina Pasifica, selain mengandung pigmen hijau dan biru juga mengandung piggmen jingga (Carotenoid), pigmen alami ini akan bekerja sebagai antioksidan untuk membantu meningkatka daya tahan tubuh seseorang.
8 Alasan Spirulina Pasifica merupakan yang terbaik di dunia :
- Superior Strain
- Bebas Polusi
- Mineral dari Darat dan Laut
- Teknologi Pengolahan
- Terbersih di Dunia
- Bebas Garam
- Sertifikat GRAS
- Sertifikat Halal
Spirulina Pasifica Mengatasi Keluhan dan Meningkatkan Kesehatan Tubuh :
- Gizi Anak
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
- Detoksifikasi
- Anti Kanker
- Pre Menstruasi Sindrome
- Diabetes Melitus
- Kesehatan Bakteri Usus
- Sembelit
- Kolesterol
- Bagus untuk Penglihatan
Penelitian Ilmiah dan MANFAAT SPIRULINA PASIFICA:
- Menghambat replikasi virus herpes simplex (Hayasaki, 1993)
- Memiliki Potensi Hepatoprotective / melindungi hati (Tores Duran, 1998)
- Mencegah pertumbuhan Tumor (Joel schwartz, 1988)
- Anti HIV (Secara ex vivo dan invitro oleh Kyoko Hayashi, 1996)
- Mengontrol Gula Darah dan Kolestrol pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 (Panam Parikh, 2001)
- Membantu mengatasi efek dari radioaktif (di Rusia, 1993)
- Aktifasi sistem Imun Manusia (Tomoro Harashi, 2001)
F A Q
Keistimewaan Spirulina Pasifica :
Spirulina Pasifica makanan sehat alami yang bersifat basa kaya akan zat gizi esensial yang diperlukan oleh tubuh untuk menjaga pH darah yang cenderung basah dan juga berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Apa yang membuat SPIRULINA PASIFICA menjadi yang terbaik :
- Tempat budi daya yang Ideal
- Superior Strain
- Air Laut Dalam
- Bebas Pestisida, Herbisida dan Iradiasi
- Proses produksi Ocean Chill Drying yang telah dipatentkan GRAS status
Apakah benar Spirulina Pasifica bermanfaat bagi tubuh manusia?
Beberapa pernyataan yang dikeluarkan media International mengenai Spirulina:
- 1974 : Makanan ideal untuk masa depan oleh FAO-PBB
- 1983 : Makanan alami terbaik ekspo makanan sedunia di Jerman Barat
- 1994 : Rusia mengumumkan Spirulina sebagai antiradioaktif
- 2006 : Khasiat Spirulina untuk Anemia, Utusan Malaysia Online, 17/5/06
Apakah ada efek samping setelah mengkonsumsi Spirulina Pasifica?
Konsumsi Spirulina Pasifica tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. Namun pada beberapa orang yang sensitif akan muncul suatu reaksi detoksifikasi / respon positif dalam waktu 5–14 hari. Reaksi ini dapat berupa frekuensi B.A.B bertambah, gatal, pusing, mual, mengantuk, lesu dan badan menjadi agak “hangat”. Keluhan ini hanya sementara saja, teruskan konsumsi Spirulina Pasifica sesuai dengan dosis yang disarankan. Gejala ini berupa “Healing Crisis”, tubuh melakukan proses untuk:
- Mengeluarkan toksin
- Memperbaiki fungsi organ tubuh
- Metabolisme tubuh membakar lemak menjadi energi
- Setiap orang memiliki metabolisme dan kesehatan yang berbeda, maka gejala inipun tidaklah sama pada semua orang. Mereka yang kondisi kesehatannya baik seringkali tidak merasakan gejala diatas.
Siapa saja yang dapat mengkonsumsi Spirulina Pasifica :
Dapat dikonsumsi oleh semua golongan usia dari anak-anak hingga lansia, termasuk wanita hamil dan menyusui. Spirulina Pasifica juga dapat diberikan kepada mereka yang menderita :
- Diabetes Mellitus
- Hipertensi
- Anemia
- Sembelit
- Wasir
- Hepatitis
- Herpes
- Thyroid
- Tumor/ kista
- Dapat juga dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Setelah mengkonsumsi Spirulina Pasifica mengapa feses berwarna hijau?
Spirulina Pasifica membantu membuang kotoran didalam usus besar. Seandainya pada suatu waktu feses berwarna kehijauan ini adalah disebabkan pigmen klorofil yang terdapat didalam Spirulina Pacifica.
Apabila sedang mengkonsumsi obat-obatan dari dokter apakah Spirulina Pasifica dapat dikonsumsi, adakah efek sampingnya???
Spirulina Pasifica tetap dapat dikonsumsi apabila anda sedang mengkonsumsi obat medis. Spirulina Pasifica adalah “makanan” dalam bentuk suplemen yang mengandung zat gizi yang memang diperlukan oleh tubuh, sehingga tidak ada efek samping yang merugikan karena Spirulina Pasifica adalah makanan alami dan tidak berefek buruk bagi anda. Minum Spirulina Pasifica sebelum makan, atau 1 jam setelah anda minum obat medis.

DOSISAturan Yang TEPAT atau Cara Minum Spirulina Pacifica Luxor :
Bayi < 1 Tahun
- Preventif : 1 x 1 tab / hari. Jika ada keluhan : 3 x 1 tab / hari
Balita
- Preventif : 2 x 1 tab / hari. Jika ada keluhan : 3 x 2 tab / hari
Anak — anak
- Preventif : 3 x 1 tab / hari. Jika ada keluhan : 3 x 2 tab / hari
Remaja
- Preventif : 2 x 5 tab / hari. Jika ada keluhan : 3 x 5 tab / hari
Dewasa
- Preventif : 3 x 5 tab / hari. Jika ada keluhan : 3 x 10–3 x 15 tab / harin)
Anjuran :
Minum air yang cukup per hari > dari 2 liter air untuk membantu tubuh mebuang toksin dan memudahkan buang air besar Olahraga secara teratur, membantu tubuh melancarkan peredaran darah Kendalikan pola makan, perbanyaklah konsumsi makanan yang segar dan alami. Hindari makanan instant, pemanis. pewarna dan perasa buatan Jika gejala yang dialami cukup berat, maka kurangi jumlah Spirulina Pacifica yang dimakan, minumlah dengan dosis yang rendah secara bertahap naikan kembali ke dosis yang disarankan.

Testimoni Jelly Gamat Luxor Untuk Luka Diabetes Melitus
메타데이터
- post_id
- 5fbc32c005d1
- slug
- testimoni-jelly-gamat-luxor-untuk-luka-diabetes-melitus-081395240292-5fbc32c005d1
- url
- https://medium.com/@jenal.sobari/testimoni-jelly-gamat-luxor-untuk-luka-diabetes-melitus-081395240292-5fbc32c005d1
- canonical_url
- https://medium.com/@jenal.sobari/testimoni-jelly-gamat-luxor-untuk-luka-diabetes-melitus-081395240292-5fbc32c005d1
- author_url
- https://medium.com/@jenal.sobari
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-29 05:21:41