← Back to list

Sejarah Singkat KOPRI

oleh: Hanun Luthfiyah Rahman

Syahadat Post · 2025-04-08 07:01 · 0 claps · 2.5 min read
#organization #women-movement #movement #kopri #islamic
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Sejarah Singkat KOPRI

oleh: Hanun Luthfiyah Rahman

Logo KOPRI CASILDA RPS

Logo KOPRI CASILDA RPS

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) merupakan organisasi yang berperan penting dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia. Didirikan pada 25 November 1967 di Semarang sebagai badan semi otonom di bawah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), KOPRI lahir dari kebutuhan akan wadah khusus bagi perempuan untuk menyalurkan aspirasi dan potensinya.

Sebelum pendiriannya, pada 16 Februari 1966, diadakan Kursus Keputrian di Jakarta yang menghasilkan Panca Norma KOPRI, menjadi landasan nilai bagi organisasi ini. Faktor internal, seperti peningkatan jumlah dan kualitas anggota perempuan, mendorong keinginan untuk mendirikan KOPRI sebagai entitas otonom dalam PMII. Selain itu, faktor eksternal berupa kondisi sosial yang menempatkan perempuan sebagai pihak inferior turut memotivasi pembentukan KOPRI sebagai respons terhadap ketidakadilan gender.

Namun, perjalanan KOPRI tidak selalu mulus. Pada Kongres PMII ke-VII di Medan tahun 1973, KOPRI dibubarkan melalui mekanisme voting, menyebabkan stagnasi bagi kader perempuan. Ketiadaan KOPRI selama 15 tahun membuat kader putri mengalami fase stagnan dalam organisasi. Kesadaran akan pentingnya wadah bagi perempuan dalam PMII mendorong upaya pembentukan kembali KOPRI. Pada Kongres PMII ke-XIII di Kutai Kartanegara tahun 2003, terbentuk Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan sebagai langkah awal. Akhirnya, pada 20 September 2003, KOPRI resmi dihidupkan kembali di Jakarta. Kongres PMII di Bogor tahun 2005 mempertegas keberadaan KOPRI dengan status otonom, dan pada Kongres di Batam tahun 2008, statusnya ditetapkan sebagai semi otonom. Sejak itu, KOPRI terus berperan aktif dalam memperjuangkan keadilan gender dan pemberdayaan perempuan, mendorong partisipasi perempuan di ranah publik, serta mewujudkan kemandirian dalam berpikir dan bersikap untuk menjawab persoalan-persoalan masyarakat.

Positioning KOPRI

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) merupakan bagian integral dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang dirancang sebagai wadah khusus bagi kaderisasi dan pemberdayaan perempuan di lingkungan organisasi ini. Fungsi utamanya adalah memastikan bahwa kader perempuan memiliki ruang untuk berkembang, baik secara personal maupun organisasi. Meskipun bukan organisasi yang berdiri sendiri, KOPRI memiliki otonomi fungsional dalam menjalankan program-program yang relevan dengan kebutuhan kader perempuan. Program-program ini, seperti pelatihan kepemimpinan perempuan dan advokasi kesadaran gender, diarahkan untuk membentuk kader perempuan yang tangguh, kritis, dan responsif terhadap isu-isu sosial.

Struktur

Struktur

Kenapa Harus Isu Gender?

KOPRI menggaungkan isu gender karena kesetaraan merupakan esensi dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menekankan prinsip keadilan, moderasi, dan penghargaan terhadap kemanusiaan. Dalam perspektif Aswaja Islam tidak hanya mengakui, tetapi juga mendorong perempuan untuk berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, maupun politik, sesuai dengan fitrah dan kapasitasnya. Hal ini sejalan dengan NDP (Nilai Dasar Pergerakan) PMII yang mengajarkan pentingnya pembebasan dari segala bentuk ketidakadilan termasuk ketidakadilan berbasis gender. Dengan mengusung isu gender, KOPRI tidak hanya menjaga relevansi gerakan dengan realitas sosial, tetapi juga mewujudkan semangat pembebasan yang berlandaskan pada ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin, di mana perempuan dipandang sebagai subjek yang setara dalam menciptakan perubahan menuju masyarakat yang lebih adil dan bermartabat.

Arah gerak KOPRI sangat dipengaruhi oleh implementasi Nilai Kader KOPRI (NKK), yang mencakup aspek moralitas, intelektualitas, dan kebermanfaatan sosial.

  1. KOPRI berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam setiap gerakannya.

  2. Mendorong kadernya untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis, baik dalam memahami isu-isu lokal maupun global, khususnya yang berkaitan dengan kesetaraan gender, hak-hak perempuan, dan keadilan sosial.

  3. KOPRI bergerak untuk membawa perubahan nyata dalam masyarakat, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan advokasi kebijakan publik yang mendukung keadilan gender.


메타데이터
post_id
5fe5e24cb36c
slug
sejarah-singkat-kopri-5fe5e24cb36c
url
https://medium.com/@syahadatpondok20/sejarah-singkat-kopri-5fe5e24cb36c
canonical_url
https://medium.com/@syahadatpondok20/sejarah-singkat-kopri-5fe5e24cb36c
author_url
https://medium.com/@syahadatpondok20
status
ok
fetched_at
2026-07-20 09:42:25