3 Gadis Pantai: Lukisan atau Grafis Cukil?
Kritik Seni
3 Gadis Pantai: Lukisan atau Grafis Cukil?
Kritik Seni

Mochtar Apin: 3 Gadis Pantai
Ruang koleksi karya seni di Galeri Nasional dengan tema Sanggar dan Perkumpulan Seniman, terlihat sejumlah karya seniman lampau yang salah satunya adalah karya Mochtar Apin: 3 gadis pantai/ three Girls in the Beach tahun 1953. Karya Mochtar Apin dipasang kanan bawah di antara empat karya. Sesuai dengan caption nya, karya ini berukuran 53x31 cm, cat minyak pada kanvas. Namun keraguan saya muncul sesaat melihat tertulisnya 1/10 di pojok kiri bawah, begitu pula dengan tekstur outline dan media yang digunakan. Apakah benar ini karya lukis di atas kanvas?
Dengan frame dari kayu coklat dan kertas duplex putih sebagai lapisan dalamnya, membingkai potret karya yang latarnya di dominasi kuning kusam menyisakan seperempat di atasnya dengan blok warna biru. Pada objeknya terpampang tiga wanita telanjang yang berpose di pantai, kapal dan garis yang meliuk-liuk. Wanita pertama terletak di bawah karya, berpose tidur menyamping membelakangi audiens, rambut hitam terkulai, tangan menutup dada dan kaki sedikit menekuk. Wanita kedua di tengah, duduk menghadap ke depan, kaki menyilang menekuk ke atas, tangannya memegang kursi lipat dan menopang kepala serta rambutnya tergerai. Wanita ke tiga berada di atas, menghadap belakang, melangkah pendek, tangan kiri dan kanan terbuka memegang kepala. Pada kapalnya tampak kejauhan di sisi kanan karya. Serta garis-garis ombak yang terbentang dari sisi ke sisi mengisi latar biru. Di pojok kiri tertulis (1/10) serta nama dan tahun (Mochtar Apin ’53) di sisi kanan. Semua objek ini memiliki garis berwarna hitam dan terlihat simpel tanpa detail yang berlebihan.
Mochtar Apin memvisualisasikan karya ini dengan maksud mengejar komposisinya sehingga cukup jelas bagaimana simplikasinya pada bentuk objek dan warna. Dibuktikan dengan garis ombak yang dibuat hanya tiga baris dan terputus-putus dan sebatas outline untuk objeknya serta penggunaan hanya dua warna. Figur wanita-wanita mendominasi bidang ruang dengan berbagai pose — di bawah, tengah dan atas — juga diisi dengan kapal di sisi kanan serta garis ombak. Ini juga didukung dengan bidang karya berukuran potret, yang pada akhirnya pemandangan tampaknya bukan menjadi fokus utama karya ini — yang ditakutkan juga akan menciptakan detail-detail lebih, sehingga mengalihkan fokus pada permainan komposisi.
Pandangan di karya ini terkunci dengan wanita di bawah yang jika dibayangkan, wanita di tengah mungkin lebih besar badannya, namun permainan bentuk Mochtar Apin bisa menciptakan harmoni dengan objek lainnya tanpa mengganggu komposisi. Dan peletakan wanita pertama dan kedua, sepertinya ada usaha untuk mengisi ruang bawah dan tengah. Kemudian direspon oleh wanita terakhir dan kapal di kanannya yang mengisyaratkan seiring pandangan kita dari bawah ke atas, objek-objeknya semakin menjauh.
Pun dengan suasana tenang yang dibangun muncul dari simpilkasinya — objek lain yang semestinya ada di pantai — laut biru, ombak, dan pasir pantai yang kekuningan. Walaupun karya ini sudah dari 73 tahun yang lalu, terlihat dari warna-warna latarnya yang kusam dan kekonsistenan tebal tipisnya warna sudah hilang, namun tetap bisa memberikan kejelasan latar tempat dan suasana tiga wanita yang bersantai di pantai.
Menariknya, kesederhanaan bentuk dan warna tersebut tidak hanya membangun suasana karya, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai cara karya ini dibuat. Dari tulisan 1/10 yang menunjukkan no seri — edisi pertama dari sepuluh. Tekstur dari garis itu tidak ada jejak sapuan kuas. Terlihat outline yang tidak rata, juga di rambut, garis cetakannya kaku pada ombak. Hal ini memiliki kemiripan dengan teknik grafis cukil (woodcut). Pada warna latar juga terasa seperti hasil cetakan yang menciptakan efek granular. Pencetakan dua warna ini didahului oleh kuning dan ditimpa dengan biru, karena sisa-sisa yang tidak tercetak terlihat warna kuning. Pun dengan objeknya yang dicetak terakhir. Lalu penggunaan medianya yang diduga dari kertas. Media umum untuk grafis cukil. Apabila ini kanvas, harusnya terlihat jahitan benang atau linen. Tetapi dari tanda tangan pensil — mulus tanpa terhambat oleh pori-pori. Permukaan ini lebih cocok pada karakter kertas ketimbang kanvas.
Terlepas dari perdebatannya grafis atau lukis. 3 gadis pantai menunjukkan keberhasilan Mochtar Apin dalam merangkai komposisi menjadi harmoni dengan pembangunan suasana yang tenang — karena simplikasinya pada bentuk. Elemen yang terbatas tidak menghilangkan karakter pantai sekaligus mengarahkan kita pada hubungan antar objek. Di sisi lain melihat dugaan karakter garis, warna serta tulisan 1/10 dan medianya, lebih cocok untuk di asumsikan sebagai seni grafis cukil di atas kertas. Jika asumsi ini terbukti benar, maka ketidak sesuaian caption akan merubah persepsi kita dalam memahami proses penciptaan karya dan bagaimana mestinya lukisan minyak. Haruslah kemudian untuk manajemen Galeri Nasional untuk cross-check kembali koleksi yang dimiliki — hal ini untuk menjaga apresiasinya pada seni rupa Indonesia.
Penulis: Ach Rizal Fahmi Ilhami
메타데이터
- post_id
- 600d188baec8
- slug
- 3-gadis-pantai-lukisan-atau-grafis-cukil-600d188baec8
- url
- https://medium.com/@rizalfahmistg/3-gadis-pantai-lukisan-atau-grafis-cukil-600d188baec8
- canonical_url
- https://medium.com/@rizalfahmistg/3-gadis-pantai-lukisan-atau-grafis-cukil-600d188baec8
- author_url
- https://medium.com/@rizalfahmistg
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-21 07:44:09