Kemajuan Peradaban Itu Dimulai dari Sebuah Sastra
Mengikuti diskusi di kedai Maring Institut yang di narasumberi oleh Mbak Okky Madasari seorang penulis dan sastrawan feminis pada Senin 31…
Kemajuan Peradaban Itu Dimulai dari Sebuah Sastra

Gambar diambil dari https://yoursay.suara.com/ulasan/wujud-kritik-sosial-pada-karya-sastra
Mengikuti diskusi di kedai Maring Institut yang di narasumberi oleh Mbak Okky Madasari seorang penulis dan sastrawan feminis pada Senin 31 July 2023 Dengan tema “ Lewat Sastra Mengkritik Realitas Sosial”. Ngomong-ngomongin soal profil Mbak Okky Madasari sedikit yang Saya ketahui, Ia seorang pengarang dan penulis yang terkenal dengan media omomg-omongannya yang kerap kali menggugah wawasan dan beberapa karya-karya lainya yang mengulik peristiwa melalui opini dan pisi-puisinya.
Saya cukup tidak asing dengan nama tersebut. Karena, beberapa kali ikut terlibat di beberapa opini di Twitter yang bagi Saya cukup terbilang berani, menusuk ke dalam, tajam akan bahasa dan situasi masa kini.
Terutama opini-opininya soal kebebasan berpendapat, dan keberagaman sexsualitas yang terjadi dalam tubuh manusia. Yang mungkin para pembaca sendiri harus mencari karya tersebut.
Menyambung soal apa yang sudah Saya tuliskan, kemajuan peradaban dimulai dari sebuah sastra benarkah ?
Saya mencoba mengangan-angankan kembali, sejauh mana sastra begitu pengaruh di peradaban dunia, khususnya di Indonesia dan sejauh mana sastra bisa membangkitkan peristiwa-peristiwa kelam dengan cara-cara penulisan dan tata bahasanya yang beragam sampai terhubung tajam pada pembaca dan masyarakat sipil.
Dalam isi diskusi di Maring Institut, Mbak Okky Madasari menceritakan jika tidak salah tangkap dari sesi tanya jawabnya. Melihat dunia sastra dan keberanian dalam menyuarakan isu-isu masa kini. Saya sendiri, cukup terbilang minim bacaan akan karya-karyanya, dan sejujurnya sangat tidak begitu menyukai Sastra secara mendalam. Bagi saya, sastra adalah sebuah ilmu magnet yang mempunyai energi pada orang-orang tertentu.
Saya bukan penyuka Sastra, tapi saya menikmati karya-karyanya. Baik mendengarkan lewat beberapa tulisan Pramoedya Ananta Toer, Aan Mansyur, Sapardi Djoko Damono, Ahmad Tohari, Simone de Beauvoir dan Nawal El Sadawi. Begitu banyak dominan laki-laki memang, tapi tenang saja, di dalam sastra meskipun dominan laki-laki pembahasanya adalah mengungkapkan peristiwa yang berusaha menciptakan ruang setara.
Tidak sedikit pun bermaksud untuk merendahkan yang lain, karena ketidak tahuan Saya dalam karya-karya sastra perempuan di Indonesia dan lain-lainya. Tetapi pada faktanya memang sastra bagi Saya adalah seni paradigma kehidupan yang unik. Dan tidak begitu banyak orang terikat dan terpanah olehnya.
Jika pun ada orang yang terikat dan terpanah kepadanya, maka ia bisa dikatakan sebagai “ Panggilan alam dan Tuhannya” untuk terus menyuarakan arti kehidupan yang layak dan kehidupan yang terus menghidupi. Dengan melalui keberanian bersuara baik vokal ekspresi dan tulisan.
Saat ini, di era globalisasi yang begitu cepat, tulisan menjadi salah satu konsumsi ke sekian kali setelah visualisasi media. Sementara jika kita menengok beberapa peristiwa kelam di era kemerdekaan, model sastra berbentuk anonim dongeng dan tutur cerita banyak sekali terdengar sampai era sekarang. Baik cerita seorang anak yang durhaka dengan ibunya, siluman hewan, orang-orang serakah dan cerita-cerita klasik lainya yang mengandung pesan kebaikan.
Lalu, kenapa dikaitkan dengan mulainya peradaban itu dari sastra ? Sastra memiliki sejarah yang sangat panjang, dan sastra juga memiliki keberagaman seni yang kompleks. Pada dasarnya Menurut Okky Madasari sastra adalah salah satu karya fiksi berbasis imajinasi melalui bahasa yang indah sehingga bisa dikonsumsikan oleh khalayak lainya. Sastra di sini juga bisa dikategorikan sebagai alat seni kreatif dan jembatan alternatif untuk mentransfer informasi manusia situasi saat ini yang sedang terjadi.
Salah satu bentuk peradaban itu ada dan mulai merabak sampai saat ini adalah keberanian dalam bersuara dan berekspresi melalui tulisan. Keberanian itu meskipun berasal dari pribadi atau individual, tetapi dalam sastra tercipta jalan magnetik yang membangun keberanian bersifat kolektif.
Seperti tulisan-tulisan dari Pramodya yang bersumber dari kisah tokoh Pers Tirto menjadi Minke, Kartini lalu merambak menjadi kolektif kisah-kisah selanjutnya. Yang menjadi alternatif paradigma pembaca dari satu ke pembaca selanjutnya.
Begitulah kira-kira narasi Saya terhadap peradaban dunia itu dimulai dari sastra, karena sastra menciptakan alat magnetik tersendiri kepada orang-orang tertentu. Lalu jika magnet itu disalurkan dengan perkembanganya zaman, tentu sangat niscaya juga kemajuan peradaban manusia semakin bagus dan meningkat akan situasi dan kondisinya. Maka beranilah mulai berbicara, beropini dan menulis untuk memiliki keberpihakan terhadap masyarakat kecil dan minoritas.
메타데이터
- post_id
- 60a075fb6d45
- slug
- kemajuan-peradaban-itu-dimulai-dari-sebuah-sastra-60a075fb6d45
- url
- https://medium.com/@megadiah/kemajuan-peradaban-itu-dimulai-dari-sebuah-sastra-60a075fb6d45
- canonical_url
- https://medium.com/@megadiah/kemajuan-peradaban-itu-dimulai-dari-sebuah-sastra-60a075fb6d45
- author_url
- https://medium.com/@megadiah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 11:00:36